Karena Setiap Kita Adalah Mutiara

IMG_20180728_105408_HDR
Picture: Emas di Museum Geologi, Tsukuba.

Ia nya menjadi indah oleh pengorbanan menjemputnya di palung samudera
juga oleh waktu yang membentuknya seperti dirimu yang juga indah
oleh pengorbanan yang kau baktikan pada sesama sungguh engkau indah
Karena engkau adalah Mutiara
(by A&N)

Mutiara. Awalnya ia bukan apa-apa. Hanya butiran pasir dan debu kotor yang tak ada harganya. Waktu yang kemudian membentuknya: detik demi detik, di kedalaman samudera, dalam kegelapan cangkang makhluk-Nya.

Dengan proses yang demikian panjang dan pelan, penuh kesabaran. Pun kemudian,
keindahannya juga tak dapat segera dinikmati begitu saja. Karena ia harus dijemput di kedalaman lautan, dikeluarkan dari rumahnya yang kokoh dan dibersihkan, disepuh dan diolah hingga menjadi perhiasan istimewa.
Sungguh sebuah proses yang panjang dan melelahkan, bahkan bukan tidak mungkin terhenti di tengah jalan.

Mungkin engkau pernah merasa dirimu bukanlah apa-apa saat ini.
Bahkan bias jadi lebih dari itu, engkau membenci dirimu sendiri, sebagai
manusia tak berguna, makhluk sia-sia. Begitu banyak kekurangan, begitu
banyak kesalahan dan keburukan. Apalagi ketika kau melihat orang lain yang
nampak begitu sempurna dan memiliki begitu banyak kelebihan, rasanya
engkau makin ingin tenggelam. Mengapa orang lain memiliki begitu banyak
kelebihan sedang aku tak memiliki apa-apa kecuali kekurangan? Mengapa
aku buruk sedang orang lain cakep? Mengapa orang lain berhasil dan aku
selalu gagal? Mengapa orang lain kaya dan aku miskin? Serta beribu
‘mengapa’ lainnya yang akan membuat kita kecewa dan terluka, serta terpaku
pada kekurangan-kekurangan yang kita miliki.

Padahal, saya percaya, setiap kita tahu dan yakin, bahwa Allah tidak
mungkin menciptakan makhlukNya hanya dengan kekurangan saja atau
kelebihan saja. Hanya dengan madharat saja tanpa manfaat atau sebaliknya. Pun
kita manusia, pastilah memiliki keduanya dalam porsi yang imbang. Dia
yang maha kuasa membekali manusia dengan segala kelebihan, menjadikan
setiap insan memiliki keistimewaan. Hanya saja proses hidup yang kita
alami mungkin telah membuatnya hanya menjadi potensi terpendam, tak muncul
ke permukaan, bahkan mungkin ia, sekalipun ia pernah muncul di masa
kecil kita, kemudian terkubur oleh segala tekanan dan rintangan.

Padahal, ibarat mutiara, kita tak dapat menjadi berharga begitu saja.
Kita butuh waktu untuk membentuknya. Kita butuh proses panjang untuk
mendapatkan keindahannya. Dan proses ini, butuh ketelatenan dan kesabaran.

Ya, sesungguhnya setiap kita adalah mutiara yang memiliki pancaran
keindahan kita masing-masing, seperti apapun adanya kita pada awalnya. Kita
hanya harus menyepuhnya untuk membuatnya menjadi berharga. Dan proses
menyepuh ini, banyak cara dan jalannya.

Rintangan, hambatan, pengalaman, pembelajaran, baik oleh diri sendiri
maupun oleh orang lain, tidak akan menjadi masalah. Karena pada dasarnya
kita adalah mutiara. Kita hanya harus berusaha semaksimal kita, membuka
mata, buka telinga dan buka hati.

Hanya satu awal yang perlu kita lakukan: itikad dan keyakinan untuk
menjadi mutiara. Sungguh saya ingin menjadi mutiara, melalui berbagi dan
berbakti pada sesama.

Engkau? Menjadi mutiara seperti apa yang engkau inginkan?

#sumbernya lupaa.. 🙂

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s