Merantau

Di tanah rantauan, mau tidak mau kau akan dilatih untuk hidup ‘sendiri’ dan mandiri. Pada akhirnya, kau akan menjadi bebas melakukan apa pun yang kau inginkan.

Di luar itu, tertait tentang merantau, kau bisa baca tulisan Prof. Ariel Heryanto di link berikut: https://arielheryanto.com/2016/03/04/perantau/

Menjadi perantau itu memiliki kelebihan tersendiri yang tidak akan pernah kau dapatkan jika tidak merantau. Yang paling berubah adalah pola pikir, lalu kebiasaan-kebiasaan keseharian. Jika kita menemukan pola pikir yang tepat, maka itu sangat bagus sekali. Jika pun tidak, selama tidak berhenti belajar, itu juga bagus. Kebiasaan sehari-hari yang dilakukan sendiri merupakan pengalaman yang pasti dirindukan oleh para perantau ketika sudah kembali ke ‘kampung halaman’. Tentu tidak semua kebiasaan di perantauan harus dibawa pulang.

Menurut pak Dahlan Iskan, perantau itu memiliki kesempatan yang jauh lebih tinggi untuk sukses dibandingkan dengan yang tidak merantau. Hal ini disebabkan perantau menggunakan sebagian besar waktunya dalam keseharian untuk melakukan yang benar-benar ingin dilakukannya. Jika tidak merantau, ia akan terkungkung dengan kondisi sosial di daerahnya. Ia tidak bisa secara bebas melakukan apapun yang diinginkannya. Pasti ada saja urusan yang ‘harus’ dilakukan di luar prioritas kehidupan yang benar-benar ingin dilakukannya. Silaturrahmi dengan kawan lah, diajak main-main lah, urusan keluarga lainnya lah, urusan dengan masyarakat lah, bercengkrama ngalor ngidul dengan teman-teman, santai-santai sambil ngopi, makan tinggal makan dan tidak akan takut akan makan apa nanti atau besok, banyak aturan yang mau tidak mau harus dijalankan. Ini bukan hal yang buruk ya. Tapi, ya, begitulah.

Pada titik tertentu, tidak merantau baik di satu sisi, namun memiliki banyak kelemahan di sisi lainnya. Jadi merantau lah, walaupun memang, tidak semua orang memiliki kesempatan yang sama untuk merantau.

Bagi mereka yang sudah merasakan merantau, kadang ia akan berpikir bahwa jika tidak merantau, kita memang bertahan hidup, tapi tidak hidup sesungguhnya. Ia jarang sekali akan punya banyak waktu untuk ambisi dan dirinya sendiri. Kecuali memang, ia punya komitmen yang kuat untuk dirinya sendiri.

Banyak hal yang bisa didapatkan dari merantau. Sudah banyak yang membahas ini. Boleh dicari di situs-situs lainnya.

Usahakan untuk pernah merantau, karena di sanalah kau bisa menemukan diri mu sendiri. Jika tidak ketemu ketika merantau, kau akan menemukannya ketika sudah tidak merantau.

Merantau lah, maka kau akan menemukan bahwa dunia ini selalu lebih luas dari yang kita pikirkan tentangnya.

Jika belum bisa merantau secara fisik, paling tidak, kita bisa merantau secara pikiran.  

SAMSUNG CSC
Topi NU sampai di Tsukuba, Jepang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s