Cahaya,,

Benda luar angkasa yang memancarkan cahaya sendiri?

Matahari (yang juga termasuk Bintang) dan bintang-bintang lainnya..

Benda apa yang mengeluarkan cahaya?

Lampu listrik, obor, lilin, dan lain-lain..

Kurang lebih, itulah jawaban yang akan kita sebutkan ketika ditanya tentang hal yang berkaitan dengan cahaya..

Berbicara tentang cahaya, terdapat juga makhluk hidup yang mengeluarkan cahaya sendiri. Salah satu makhluk hidup yang banyak dikenal mengeluarkan cahaya sendiri adalah kunang-kunang. Kalau secara ilmiah, kunang-kunang termasuk ke dalam Famili Lampyridae. Cahaya yang dihasilkan kunang-kunang ternyata tidak atau sangat sedikit menghasilkan panas. Tidak seperti lampu listrik yang biasa. Hal ini kemudian ditiru oleh ilmuwan-ilmuwan sehingga dihasilkanlah salah satunya lampu LED (Light Emitting Diode). Lampu ini biasanya digunakan sebagai lampu indikator perangkat-perangkat elektronik.

remote_image_20e34a0339
Sumber: https://rizkasmpn4sda139b31dotnet.wordpress.com/2013/03/06/mengapa-kunang-kunang-bercahaya/

Bagaimana kunang-kunang menghasilkan cahaya? Ternyata harus ada senyawa Luciferin, enzim luciferase, ada energi dan juga oksigen. Apa tujuan kunang-kunang menghasilkan cahaya? Salah satu tujuannya adalah untuk mencari pasangan. Selain itu, masing-masing spesies memiliki kedipan cahaya yang berbeda. Cahaya yang dikeluarkan biasanya terlihat berwarna putih, kuning, merah atau hijau.

Namun selain kunang-kunang, ternyata ada serangga lain yang menghasilkan cahaya sendiri beberapa spesies Colembola atau ekor pegas, hemiptera dari famili Fulgoridae, genus Lucihormetica (sejenis kecoak) dan beberapa Coleoptera. Ternyata banyak juga ya. Selain menghasilkan cahaya sendiri ada juga yang bekerjasama (bersimbiosis) dengan bakteri dan jamur.

Ada juga bakteri yang menghasilkan cahaya sendiri. Seperti halnya pada kunang-kunang, senyawa Luciferin dan enzim luciferase digunakan untuk menghasilkan cahaya. Ukuran bakteri dengan serangga memang berbeda jauh. Jika satu serangga mampu menghasilkan cahaya, ternyata, bakteri memerlukan jumlah tertentu sehingga bisa bercahaya. Ini dikenal dengan istilah Bacterial Quorum Sensing. Bakteri satu dengan yang lainnya bisa berkomunikasi. Ia bisa keluarkan senyawa tertentu sehingga tahu bahwa dia tidak sendiri.

Bakteri tertentu juga memilih untuk bersimbiosis dengan makhluk hidup lainnya. Ada yang dengan ikan, cumi-cumi. Tujuannya apa? Bakteri dapat makanan untuk sumber pertumbuhannya, sedangkan ikan dan cumi-cumi menggunakan cahaya tersebut untuk berkomunikasi, menarik mangsa atau pun juga menghindar dari predatornya.

Untitled
Sumber: Materi Tea Talk, CTSS Prof Antonius

Sudah, segitu aja dulu.. 🙂

Kita harus menyadari bahwa kita tidak hidup sendiri. Ada banyak sekali makhluk hidup yang sangat menarik yang belum banyak kita ketahui. Betapa agung IA yang telah menciptakan makhluk hidup yang begitu menakjubkan.

Mari lebih banyak belajar lagi,, kita cari ilmu setinggi-tingginya.. Kemudian, semoga dengan ilmu yang kita miliki (padahal hanya titipan dariNya) dapat menjadikan kita menyadari bahwa betapa kecil kita, betapa banyak yang belum kita ketahui, dan semoga menjadikan kita lebih dekat dengan Sang Pencipta, Tuhan Yang Maha Esa.. 🙂

Sumber:

http://photobiology.info/Lin.html

Buku: The Insect; An Outline of Entomology

Materi Tea Talk, CTSS, Prof. Antonius Suwanto Ph.D

Diterbitkan di Ilmu

Tinggalkan komentar