Malam keberkahan

Berkah berarti bertambahnya kebaikan pada apapun yang dimiliki. ‘Apapun’ itu membuat lebih baik dan lebih dekat denganNya. Tanpa baik dan membuat lebih dekat denganNya, tentu bukan keberkahan.

Pada harta, sesedikit apapun yang dimiliki, terasa cukup dan membahagiakan. Sebanyak apapun yang dimiliki, terasa cukup sehingga tidak merasa resah jika diambilNya lagi.

Pada waktu, tidak ada yang sia-sia. Setiap detik menjadi kebaikan-kebaikan lainnya. Kebaikan-kebaikan tersebut membuat kebaikan-kebaikan lainnya muncul. Seluang apapun, sesibuk apapun, selalu ada ruang untuk mengingat dan memikirkanNya. Bahkan mungkin, setiap saatnya menjadi waktu bertambahnya kebaikan.

Keberkahan pada yang sesedikit apapun, selalu lebih baik dari apapun yang lebih banyak.

Malam ini, keberkahan yang dihidangkan ramadan telah berlalu. Namun, ramadan berpesan bahwa ia yakin kita tidak beribadah kepadaNya hanya karena ramadan sehingga kita hendaknya menghidupkan hari-hari setelah ramadan. Hingga – jika kita kembali diizinkanNya – kita menemui lagi ramadan di tahun depan.

Semoga keberkahan malam ini bisa kita terus bawa, esok malam, lusa, dan esok malamnya lagi, lagi dan lagi.. Hingga nama kita semua tercatat di bawah kamboja, di atas batu nisan. Semoga saat itu tiba, husnul khotimah menyertai kita. Amiin Yaa Robbal’aalamiin.

Selamat hari raya idulfitri, 1440 H, esok. Mohon maaf lahir dan batin.. ๐Ÿ™‚ ๐Ÿ๐Ÿƒ๐ŸŒธ

#Gambar diambil dari jmneelypot

Advertisements

Di penghujung ramadan

Penghujung Ramadan…

Ramadan tahun ini, 1440 H, akan segera meninggalkan tamu-tamu yang masih diizinkan-Nya untuk bertemu. Dua puluh sembilan hari sudah, ramadan menjamu tamu-tamu-Nya. Entah seberapa banyak yang berhasil menyantap hidangan dan jamuan-Nya dengan baik, entah seberapa orang yang tidak menghiraukan hidangan dan jamuan tersebut. Beruntunglah setiap orang yang menyantapnya dengan hikmat, dan merugilah orang-orang yang melewatinya begitu saja. Semoga kita termasuk yang kebagian hidangan-Nya walaupun hanya secuil keberkahannya.

Esok hari adalah hari terakhir puasa ramadan di tahun ini. Lusa kita akan sampai kepada Hari Raya kita. Puasa yang kita lakukan selama 30 hari, semoga menjadikan paling tidak dosa kita berkurang dan menyambut Hari Raya dengan suka cita. Sebelum ia (ramadan) benar-benar berlalu, tidak ada salahnya kita berpamitan sejenak di malam terakhir ini dan esok hari dengan memperbanyak ibadah pada-Nya. Belum sepenuhnya terlambat untuk mengambil sedikit keberkahannya. Lusa semoga semua dosa-dosa kita dimaafkan dan diampuniNya.

Lantas, akankah kita akan bisa menemui ramadan di tahun selanjutnya? Tidak ada yang benar-benar tahu selain IA. Andaikan boleh berandai-andai, semoga ramadan dapat berulang atau kita dipertemukan dengannya lagi di tahun depan.

Berlalunya ramadan menjadi pengingat kepada kita bahwa semuanya akan berlalu. Tinggal kita, bagaimana ketika bertemu lagi dengannya. Membiarkannya berlalu begitu saja, atau berusaha sebaik mungkin untuk meraih rahmat dan rido-Nya.

Berlalunya ramadan menjadi pelajaran kepada kita bahwa betapa IA masih sayang kepada kita karena masih memberikan kita kesempatan untuk mengumupulkan bekal di bulan suci. Apakah bekal yang kita kumpulkan cukup untuk menghadapi kematian yang pasti – yang bisa datang kapan saja – atau cukup sebagai bekal untuk bertemu lagi dengan ramadan di tahun depan.

Berlalunya ramadan menjadi hikayat bagi kita bahwa setelah ramadan, kita masuk ke bulan syawal. Bulan ketika kita semua terlahir kembali setelah semua dosa-dosa diampuni-Nya โ€“ Amiin – . Bulan yang menjadi awal kita berjuang mengumpulkan puing-puing pahala sedikit demi sedikit.

Semoga, semoga, dan semoga esok kita masih bisa mengais lagi sedikit keberkahan ramadan yang belum benar-benar berlalu. Lusa, kita sudah terlahir kembali dan memulai berjuang di dunia fana ini untuk bekal di dunia baka nanti.

IMG_20180724_172035_HDR

Mau jadi apa?

Judul di atas adalah sebuah pertanyaan yang sejak lama didengar. Biasanya ditanyakan oleh guru-guru di sekolah dasar atau menengah. Namun ternyata tidak hanya di saat itu saja, pertanyaan itu terus terdengar. Jika pun bukan dari mulut orang lain, paling tidak dari dalam diri sendiri. Hingga saat ini, saat remaja, bahkan terkadang hingga dewasa. Jawabannya? Pasti berbeda-beda, tapi sebagian besar pasti berubah seiring dengan pertambahan: umur? usia?.

Hingga nafas belum sampai di tenggorokan, sebagian dari kita juga mungkin belum menemukan jawaban pastinya. Tapi satu hal. Jika ditanya tentang akhirat, kita pasti ingin dimasukkan ke surga dan terhindar dari neraka.

Baiklah, jika pertanyaan di atas ditanyakan kepada saya saat ini. Jawaban yang terpikir adalah menjadi penulis, guru atau dosen yang baik, dan peneliti.

Menjadi penulis adalah cita-cita sejak sekolag menengah. Alasannya sederhana, agar kelak bisa tetap dikenang, tetap diingat mesti telah tiada. Menulislah, maka engkau abadi. Kata-kata itulah yang menjadi benihnya.

Menjadi guru atau dosen yang baik, adalah tugas mulia. Mereka bertugas mempersiapkan generasi selanjutnya. Di tangan merekalah masa depan ditentukan. Saya ingin menjadi salah satu bagiannya. Meskipun hanya menjadi bagian terkecilnya.

Menjadi Peneliti. Baru saja terpikirkan sejak melanjutkan pendidikan tinggi. Menjadi peneliti haru jujur, itu yang utama. Tidak boleh berbohong. Menjadi peneliti juga menjadi penemu hal-hal baru. Menjadi peneliti berarti terus berpikir tentang semesta, dalam lingkup sekecil apapun. Setidaknya, bisa membuat this world becoming the better place.

Setidaknya, saya ingin menjadi ketiganya.

Saat ini, itulah yang terpikirkan.

Hari-hari selanjutnya, semoga setiap perbuatan membuat saya bisa lebih dekat dengan ketiganya.. ๐Ÿ™‚

Pen-didik-an

Salah satu masalah yang sedang dan akan terus dihadapai oleh negeri ini adalah tentang pendidikan. Asal katanya adalah didik. Dalam KBBI daring, didik berarti pelihara dan latih. Pendidikan berbeda dengan pengajaran. Pendidikan secara sederhana dapat diartikan sebagai sebuah upaya untuk mengubah watak menjadi lebih baik sedangkan pengajaran hanya sebatas transfer ilmu pengetahuan. Dan dewasa ini, pendidikan kita di Indonesia masih banyak hanya sebatas transfer pengetahuan.

Guru menjadi pemeran utama dalam pendidikan bagi peserta didik. Oleh karena itu, tugas utama seorang guru hendaknya tidak sebatas pengajaran, namun juga harus mendidik. Guru hendaknya harus dapat digugu dan ditiru. Sayangnya, saat ini tidak semua guru mendidik dengan baik. Perubahan zaman menyebabkan berubahnya watak peserta didik sehingga membutuhkan cara berbeda untuk mendidik di zaman ini. Dan banyak yang memang belum bisa beradaptasi.

Menurut sosiolog Ariel Heryanto, masalah di Indonesia saat ini yang paling penting untuk segera di perbaiki adalah Pendidikan dan Penegakan Hukum. Jika dua hal ini sudah bisa sedikit demi sedikit diperbaiki, maka Indonesia ke depan akan bisa lebih baik lagi. Pendidikan di negeri ini memegang peranan penting membentuk generasi penerus di masa depan.

Kita tidak perlu pesimis tentang kemampuan akademik orang Indonesia, kita selalu bisa bersaing. Namun kemampuan akademik ini harus dilengkapi dengan pembinaan di luar akademik. Jika sudah banyak sekolah yang membina orang-orang Indonesia yang pintar, maka pesantren menjadi salah satu solusi untuk melengkapinya. Bahkan, saat ini, pesantren dapat memegang peranan penting di dunia pendidikan negeri ini. Semoga pesantren selalu bisa menjaga peranan ini.

Manusia yang sering lupa

Lumrah didengar di pesantren-pesantren bahwa manusia adalah tempatnya salah dan lupa. Salah dan lupa adalah ciri dan sifat alamiah seorang makhluk yang bernama manusia. Kedua sifat ini melekat padanya sejak dilahirkan di dunia hingga bertemu dengan rahmat-Nya atau azab-Nya kelak. Tanpa kedua sifat ini, manusia bukanlah manusia.

Karenanya memang wajar, kita sebagai manusia akan sering melakukannya. Kita sering kali salah dalam melakukan sesuatu, tapi tetap diberikan kesempatan untuk memperbaikinya, selama nafas masih bisa berjalan berkelana di paru-paru dan keluar dari hidung kita. Maka, kita jangan menyia-nyiakannya. Kesalahan terhadap manusia dapat kita perbaiki dengan meminta maaf dan tidak mengulanginya lagi. Semoga orang tersebut memaafkan. Sedangkan kesalahan pada Sang Pencipta dapat kita hapuskan dengan bertobat dan menyesali perbuatan kita. IA Maha Pengampun, kasih sayang-Nya selalu lebih besar dari dosa kita, selama kita tidak pernah menafikan-Nya.

Walau kita sering salah, jangan bosan-bosan meminta maaf atau memohon ampunan-Nya. Sedangkan lupa, sering sekali kita lakukan, tanpa sadar, dan membuat kita melakukan kesalahan lagi, yang sama dengan sebelumnya ataupun yang berbeda.

Manusia memang sering sekali lupa. Lupa pada kemanusiaannya dan lupa pada siapa dirinya. Lupa pada apa tujuannya di dunia dan lupa bahwa kelak ada akhirat. Lupa bahwa setiap episode adalah pelajaran dan lupa bahwa setiap episode pasti disaksikan-Nya dengan detail.

Oleh karena itu, sebagai manusia, kita perlu untuk selalu mengingat -mengingat apa saja- atau diingatkan. Jika kita masih bisa mengingat sendiri, mari syukuri dengan baik. Akan tetapi jika tidak, mari selalu memohon kepada-Nya untuk selalu diingatkan. Cara terbaik untuk selalu diingatkan adalah dengan selalu mengingat.

Curriculum Vitae,,

Dalam KBBI daring, CV atau curriculum vitae adalah tulisan singkat tetang riwayat pendidikan atau pekerjaan.. Masing-masing kita punya jalan sendiri, jadi tidak perlu iri dengan jalan hidup yang dilalui orang lain.. Toh, jika kita berada di jalan hidup mereka, belum tentu kita akan sanggup dan bisa melewatinya.. Jalani jalan hidup kita dengan baik, dan selalu lebih baik,, insya Allah hidup bisa lebih manfaat..

Itu pembuka saja.. ๐Ÿ™‚

Yang ingin saya bagikan di sini adalah cara menulis CV kita.. ini penting untuk kita saat kita akan melamar pekerjaan.. Penting untuk mengetahui bagaimana cara menulis CV.. Tulisan di bawah ini saya ambil dari akun @fierza, di twitter.. Semoga manfaat, dan jadi kebaikan juga buat @fierza..

Selamat membaca..

Semenjak gw nulis thread tentang rekrutmen & LinkedIn, cukup banyak yang DM gw untuk cek CV mereka. Tapi tiap gw kasih revisi, kesalahannya sama, itu-itu aja. Habis ini gw bikin thread deh gimana cara bikin CV & Cover Letter yang menjual.

First of all, gw mau berterima kasih sepenuhnya sama dosen pembimbing gw yang ngga cuma ngebimbing skripsi gw tapi juga ngebimbing karir gw dan tim rekrutmen tempat gw magang saat ini, thanks for everything. All your praise will belong to them, guys.

Nulis CV tuh kayak jualan. Jadi kita juga pakai prinsip berjualan. Here’s a key: “Don’t tell what you can’t sell, don’t sell what you doubt yourself.”

Oke langsung masuk aja:

1) ALUR. ALUR. ALUR. Biasakan punya alur, apapun itu. a) Bukan masalah apa yang disebutin duluan, tapi gimana alur bacanya. Boleh sebutin section experience atau sekolah duluan, tapi tiap section biasakan jangan lompat-lompat hanya karena ‘hemat space’. b) Urutkan dari yang TERBARU. Apapun itu. Mau pendidikan, mau pengalaman kerja, organisasi, dll Kenapa? Memudahkan rekruter untuk tau “sebelum ke sini, kamu ke mana? Ngapain aja?” Kalau kamu lamar posisi Akuntan, yang nongol TK apa relevan? They don’t have that much time wander

2) Deskripsi. Ini yang sering banget HILANG dalam CV yang gw baca. Rekruter perlu tau kalian itu ngapain aja. Apakah yang kalian lakukan di masa lalu itu relevan dengan jobdesc yang akan kalian hadapi dengan perusahaan nantinya. Tips: a) Tulis Jobdesc. Kalian dapet tugas apa aja selama di perusahaan / organisasi A. b) Tools yang kalian pake apa aja (misal Photoshop, Illustrator, dll buat designers) c) Explain how did you do your job with your tools, your skillset, and how was the result.

3) Skills. Kalian boleh punya skill apa aja, tapi yang harus kalian garis bawahi adalah Do: a) Taruh yang relevan; dan b) Taruh yang menjual. Other than that should be on the “Don’ts” list.

Misal: Case 1: Lu emang jago masak sih, tapi masa iya posisi yang lu lamar Akuntan terus skill yang lu pajang skill memasak? Case 2: Boleh sih background jurusan perikanan, tapi kalau posisi yang dicari finance? Nggak nyambung sob, yg lu pelajarin beda, tools juga beda. Mundur.

Tell what you can sell; don’t sell what you doubt yourself. “Skills: Bahasa Inggris (Pasif)” Ibarat kayak nulis “gw bisa bahasa inggris, tapi nggak jadi” Make sure if you can do it, you understand are able to use it baik aktif maupun pasif. Maybe it’s time to improve?

Lagi, “Skills: memasak. Tapi nggak enak enak banget” Kalo nggak yakin mending nggak usah ditulis sekalian. Terus, kalo ngga ditulis semua, CV gw kosong dong? Mungkin ini udah waktunya ‘memperbaiki diri’ guys. Go get yourself some new skills. CV lu ngga bisa dibiarin kosong.

Bayangin tuh berapa ribu pengangguran baru dari satu kampus doang. Coba sebutin berapa banyak kampus di Indo doang dan berapa banyak yang mereka cetak tiap tahunnya. Belum bahas lulusan luar negeri yang katanya lebih menjual. Coba dipikir gimana jalan keluarnya. Jangan diem.

Yang kedua, usia. Lama menganggur juga bikin usia kita terbuang. Sedangkan beberapa perusahaan punya batasan usia untuk posisi tertentu. Jangankan kerja, ikutan volunteer aja kadang ada batasan usia. Anak muda lebih enerjik dan bisa dibentuk. Usia. Pikirkan itu.

Tiga, victim minded. “Gw kan nggak punya skill kaya lo,” “Gw kan ngga bisa ini itu,” Fakta yang gw hadapi: Everyone has skills. Skills are everywhere; opportunities are not. Lu cari skill baru aja ogah, gimana mau cari opportunity? Susah kalo ngomong sama orang kek gini.

Tips to overcome those two: 1) Waktu: tentukan CUT OFF waktu. Hari ini lo benerin CV lu, apply kerja sebanyak mungkin, sebebas yang lu mau. Dipanggil interview? Dateng. Dianggurin? Seminggu stop berharap. Cari lagi. Cari kerja tuh kudu anti baper. Suka nggak suka pasti nggak suka

2) Victim Minded. Pegang ini: Semua masalah pasti ada jalan keluarnya. Kalau nggak ada, berarti bukan masalah. CV kosong? Tambahin skill. Tambahin pendidikan. Anything. Ngga punya duit? Ikut kursus gratisan. Ikut bantu bantu saudara for lil money. Banyak info kalo lu cari tau.

Bisa juga bangun reputasi dari bantu-bantu tadi. Gw pertama kali bangun portolio gw juga gratisan. Gw mondar mandir sana sini juga butuh dana keluar. Bensin, makan, dll. Gw dibayar terima kasih doang udah biasa. Tapi skill & portfolio gw nambah. Bisa ‘dijual’ buat apply kerja.

Other tips buat CV: Kalau lu punya banyak skill di berbagai bidang yang bisa dijual, lu bikin aja beberapa versi CV. Misal satu CV buat graphic design, satu CV buat karir kuliah lu, satu lagi buat hobi copywriting misal. Bangun CV tuh kaya main lego, bisa bongkar pasang.

Again, masukin yng relevan. Lu nembak posisi apa, masukin pengalaman & deskripsi yang masuk dengan posisi itu. Nggak perlu masukin skill / pengalaman A kalo emang nggak sesuai. Lebih baik tanpa pengalaman tapi nyambung. Next: Cover letter

Gw masih sering banget nemu cover letter yang isinya “Nama: Alamat: dst Daftar lampiran: KTP SKCK dst” No. Big no. Cover letter itu harusnya menceritakan siapa kamu dan apa yang kamu lakukan, versi singkat CV kamu lah. Ibarat clickbait yang bikin rekruter mau baca CV kamu.

Facts: Cover letter tidak selalu dibaca. Tapi lamaran tanpa Cover Letter? Kadang langsung di skip. Cover letter seharusnya isinya “personal” hanya untuk perusahaan yang kamu tuju. Beda posisi? Beda letter. Beda perusahaan? Apalagi. Here’s the tips:

Cover letter: 1) Tell who you are. Sebutkan nama dan background. 2) What you did in the past. Ceritakan pengalaman yang relevan dengan posisi & perush. Cukup highlights aja, ngga usah semua. 3) Ceritakan goalmu yang relevan dengan posisi / perusahaan and why they should hire u

Isi cover letter tadi bisa lu masukin ke body e-mail kalo lu apply kerja via email. Jangan pernah biarkan body email kosong. Jangan lupa isi subject sesuai dengan kriteria yang diminta rekruter, memudahkn untuk “search” di email mereka. Sekian thread kali ini.

Oleh: @fierza di Twitter..

Bogor 08 Maret 2019

 

Saat terbaik,,

IMG_20180726_081658_HDR
Suatu Pagi di Kampus Tsukuba

Yang TERBAIK..

Takdir terbaik adalah takdir yang dirancanNya untuk kita,,

Keberuntungan yang paling disenangi olehNya adalah keberuntungan yang terbaik,,

Rizki yang disenangiNya adalah rizki yang paling berkah dan rizki terbaik,,

Keindahan terbaik adalah keindahan yang datang dariNya,,

Ilmu terbaik adalah ilmu yang membuat kita dekat denganNya,,

Wajah yang terbaik adalah wajah yang senang dan menyenangkan karenaNya,,

Pandangan terbaik adalah pandangan yang apapun yang kita lihat, kita melihatNya,,

Lagu terbaik adalah doโ€™a anak yatim dan orang miskin yang berdoโ€™a kebaikan untuk sesama,,

dan Nada terbaik adalah nada yang jika mendengarnya kita merasa bahwa betapa indah IA yang telah memberikan kita kemampuan untuk mendengar..

Kita mungkin belum seperti mereka yang ketika mendengar azan, langsung mengambil air wudhu dan menghadapNya.. Namun, mari berusaha, bahwa setiap nada dan lagu yang kita dengarkan ketika bangun tidur, menjadikan kita ingat padaNya.. Setiap ada orang yang meminta pertolongan kepada kita, kita dengan senang hati memberikan bantuan.. Ketika ada yang sedang memiliki masalah, kita dengan senang hati mendengarkannya, sambil dengan tulus mendo’akan yang terbaik untuknya..

Kita mungkin belum bisa bangun di pagi hari untuk shalat tahajjud menghadap dan mengadukan masalah kita padaNya.. Namun, mari berusaha, agar di setiap shalat wajib yang kita laksanakan, dalam sujud kita, kita selalu benar-benar memohonkan padaNya agar membimbing dan menuntun jalan kita menujuNya.. di shalat subuh kita, di shalat dzuhur kita, shalat ashar kita, shalat magrib dan shalat isa kita.. Atau, setidaknya kita tidak pernah lupa mendoโ€™akan orang-orang yang mencintai kita sepenuh hati.. Rasulullah SAW, orang tua kita, guru-guru kita..

Kita mungkin belum bisa membaca Al-qurโ€™an tiap hari tiap lembar,, tiap minggu tiap juz.. Namun, mari berusaha membaca surat fatihah dalam shalat kita dengan sepenuh hati,, dalam setiap ayat yang kita baca setiap shalat, kita selalu menghadirkanNya.. dalam setiap takbir yang kita ucapkan, kita sadar,, seberapa besar dan agung IA, dan seberapa kecil diri kita di hadapanNya..

Yang TERBAIK untuk kita, adalah yang TERBAIK dariNya dan yang kita lakukan untukNya..

Kau tahu kawan,, kapan saat terbaik kita di dunia ini?

Saat terbaik itu adalah saat kita meninggalkan dunia ini dengan kalimat laa ilaaha illallah..

Semoga kita bisa menghadirkanNya dalam setiap apa yang kita lakukan.. ๐Ÿ™‚

Bogor, 07 Maret 2019