Lampu

Sebagaimana kita ketahui bahwa lampu berfungsi untuk menyinari sekelilingnya. Ia terlebih dahulu menyinari dan menghasilkan cahaya terpendamnya dengan bantuan. Lampu Pijar, misalnya, mampu menghasilkan cahaya berkat kerjasama yng baik antar sumbu, minyak, botol, besi, dan yang sering kali terlupakan adalah Oksigen. Makanya, nyala api itu ke atas, cari oksigen untuk bantu menghasilkan api. Coba tidak ada oksigen, tutup dengan gelas besar, pasti akan padam.

Seperti halnya lampu pijar, lampu bohlam menghasilkan cahaya dengan kerjasama yang apik antara kumparan, aliran listrik, kaca, dll. Berbeda dengan lampu pijar, bagian dalam bohlam tidak boleh ada udaranya. Meskipun satu unsur, Oksigen dapat berfungsi kebalikannya, pada dua hal yang berbeda.

||Begitulah kehidupan. Tidak ada yang murni hitam putih. Hitam tidak selamanya bisa terus menerus hitam. Putih pun tidak akan selamanya terus menerus putih. Semua hal berubah, kecuali perubahan itu sendiri||

Di sisi lain, seperti perumpamaan di atas, tidak ada hal yang bisa berjalan sendiri. Pijar membutuhkan minyak untuk menyala. Bohlam membutuhkan listrik untuk berpijar. Di dalam kegelapan pun kita selalu ditemani gelap itu sendiri.

Jadii, ingatlah, selalu ada teman dalam keadaan apapun, bahwa kita tidak akan bisa bermanfaat seorang diri, bahwa oksigen yang esensial bagi kehidupan juga memiliki sisi tersembunyi. Tidak mengapa untuk berusaha seperti lampu yang menyinari, tapi selalu ingat juga lampu pijar tidak akan pernah iri terhadap lampu bohlam yang memiliki cahaya lebih. Begitupun kita, dan orang-orang di sekitar kita… 🌸🌻🌼😉

Tinggalkan komentar