Mata

❄Mata Minnah❄

Di mata minnah

Langit selalu biru dan baru

Walau dirundung asu

(Puisi Joko Pinurbo, 2019)

Mata itu cerminan jiwa, katanya. Dari melihat mata seseorang, kita bisa tahu isi hatinya. Tulus kah, jujur kah, senang atau sedih kah.
Sampai-sampai, ada orang yang memiliki ilmu mikroexpression. Melihat mata seseorang sudah cukup untuk mengetahui apa yang dirasakan seseorang. Mungkin, tidak perlu juga harus mempelajari mikroexpression. Kita hanya butuh sensitifitas rasa dalam jiwa. Ini bisa dengan belajar merasa lingkungan sekitar. Dan, mari berlatih. 😊🌿🍀🌸

Mata memang misterius. Cara melihat juga memengaruhi. Tatapan mata seseorang bisa memengaruhi sikap anggapan orang lain terhadapnya. Ada tatapan yang mengintimidasi, ada tatapan yang iba, ada tatapan simpati, tatapan empati dan sebagainnya. Rasanya, semua perasaan dapat diungkapkan dari tatapan mata. Hebatnya mata, mengandung semua rasa yang dirasakan oleh manusia.
Di dunia anime, menggambar mata adalah kunci mengungkapkan ekspresi setiap karakter. Salah menggambar mata, ekspresi bisa jadi terlihat sebaliknya.

Ada cuplikan menarik tentang mata pada Movie Anime Hunter x Hunter. Jika belum nonton, didownload dulu ya.. Hhee

Retz, teman Gon dan Killua, sang pembuat boneka berkata:

“Boneka, menjadi hidup atau tidak berdasarkan kualitas matanya. Jika kau membuat boneka dengan mata yang tepat, itu akan mencerminkan perasaannya atau apa yang dikatakannya”

Salut untuk para pembuat anime. Salam hormat. ☺

Sumber: giphy.com

Di sisi ilmiah, mata adalah organ tubuh yang dapat menerima cahaya. Dahulu sekali, dipercaya bahwa mata kita yang memancarkan cahaya kepada benda sehingga kita dapat melihat. Namun, ilmuwan kemudian membantah itu semua. Ternyata, benda lah yang memantulkan cahaya yang diterimanya dari cahaya, kemudian memantulkannya menuju mata. Indah bukan. Lalu, cahaya yang diterima mata diproyeksikan dan digambarkan dalam kepala kita. Apa yang dilihat oleh mata, diantarkan oleh impuls-impuls melalui saraf-saraf mata menuju otak. Sepersekian detik kemudian, otak menggambarkan apa yang dilihat. Semuanya terjadi sepersekian detik. Indah bukan. Mengagumkan dan menakjubkan. Hendaknya juga, kita ingat siapa yang merancang mata kita.
Di sisi lain,  ada spektrum warna yang dapat diterima, dan ada juga yang tidak. Kita semestinya yakin, bahwa ada realitas yang tidak dapat dilihat oleh kasat mata kita.

Dari mata, turun ke hati, katanya. Ini ungkapan yang menggambarkan bahwa kita melihat dulu, baru akan muncul jatuh cinta, katanya. Tapi, ini banyak bisa dibantah. Kita tidak pernah melihat rasulullah SAW, tapi kita mencintai beliau. Bukan kah demikian adanya. Shallu ‘alannabiy..

Sudah, itu saja. Ja ne. 😊 🌿🍀🌸

Monkey D. Luffy dari ggwp.id

Tinggalkan komentar