JK. Rowling

šŸŒæšŸ€šŸŒ¼

ā€œ… by every usual standard I was the biggest failure I knewā€ Kata JK. Rowling suatu ketika…

Sebagian besar kita yang senang membaca novel dan menonton film Herry Potter tentu saja kenal dengan JK Rowling. Ia adalah salah satu penulis yang menjadi miliader karena novelnya. Novel Harry Potter diterjemahkan ke dalam lebih dari 80 bahasa di dunia. Beberapa tahun setelah menjadi miliader, tepatnya tahun 2000, ia kemudian mendirikan lembaga amal The Volant Charitable Trust untuk membantu yang membutuhkan. Sampai saat ini, ia masih aktif menulis beberapa novel.

Ada yang tahu, kepanjangan JK.?
Saya bantu jawab, JK. itu singkatan dari Joanne Key Rowling.

Lalu, mari berkenalan dengannya lebih jauh… 

Joanne Rowling lahir pada tanggal 31 Juli 1965 di Yate General Hospital, dekat Bristol. Kemudian tumbuh besar di Inggris dan di Chepstow, South-east Wales. Ayahnya, Peter, adalah seorang engineer di Bristol, dan ibunya, Anne, teknisi bidang kimia di Departemen Kimia Wyedean Comprehensive. Ibunya meninggal di tahun 1990. Oleh orang tuanya, JK. Rowling diharapkan menjadi seorang teknisi, seperti ayahmya. Atau mengikuti jejak Ibunya yang juga teknisi bidang kimia. Namun, ia lebih senang mengambil jurusan sastra.

Ketika ibu JK. Rowling meninggal, keadaan ini merupakan masa terburuk yang pernah dialami oleh JK. Rowling, terlebih, saat itu, enam bulan sebelum ibunya meninggal, ia sudah mulai menulis novel pertama Herry Potter. Inilah awal mula ia selanjutnya menulis dan merancang serial Harry Potter. Selain itu, ia juga punya saudara yang bernama Di.

Jo (nama panggilan JK. Rowling) mulai ingin menjadi seorang penulis sejak usia dini. Ia menulis buku pertamanya di usia 6 tahun yang berjudul ā€˜Rabbit’. Kemudian, di usia 11 tahun, ia menulis novel tentang tujuh permata terkutuk dan orang-orang yang memilikinya.

Ide tentang Harry Potter muncul ketika Jo duduk di kereta dari Manchaster ke London King’s Cross. Bagi yang ingin tahu. Dengan penuh perjuangan menghadapi segala masalah yang dimiliki, ia melakukan hal yang paling disenanginya yaitu menulis dan menyelesaikan novelnya. Kehidupan yang sulit dimulai ketika ibunya meninggal dunia, ditambah lagi ia bercerai dengan suaminya, sehingga harus mengurus Jessica (Anak pertama Jo) sendiri, tanpa pekerjaan, depresi, stress. Namun ia berusaha tetap menulis. Sambil membawa anaknya, ia memesan minuman salah satu restoran favoritnya. Ia lalu tenggelam dan mengelana ke dunia sihir ciptaannya, berjam-jam. Tidak jarang, ia menuliskannya juga di tisu. Karena memang masih tidak punya pekerjaan tetap.

Ada banyak rintangan lain yang di lewati Jo,, tapi itu untuk bahan tulisan selanjutnya.. Hhee

Sebagai penutup bagian awal ini, JK. Rowling ketika berbicara di Harvard University, mengatakan

ā€œ… by every usual standard I was the biggest failure I knewā€

Ketika depresi, tidak punya pekerjaan, tidak punya tempat tinggal tetap, ia berpikir bahwa saat itulah ia berada di titik terbawah kehidupannya. Menulis lah yang kemudian menyelamatkannya

###
Sumber:

www.jkrowling.com

Buku Very Good Lives, berisi pidato JK. Rowling di Harvard University

Salah satu kisah karangan JK. Rowling

Tinggalkan komentar