Membandingkan diri,,

Kawan,, Jangan bandingkan diri kita dengan orang lain apa lagi orang yang di atas kita, dalam urusan dunia. Cukup bandingkan diri kita dengan diri kita sendiri, yang sekarang, dengan diri kita kemarin. Itu lebih adil. Mengapa? karena parameternya memang bisa diukur, dan adil. Misalkan kemarin kita membaca 2 lembar buku apa saja, hari ini harusnya kita bisa lebih baik, kita baca 4 lembar, buku apa saja.. Atau pun, kemarin kita masih buang sampah sembarangan, hari ini harus lebih baik, buang sampah pada tempatnya.. Kemarin kita masih merokok satu bungkus, hari ini hanya setengah bungkus.. Bisa diukur kan??

Coba bandingkan diri kita dengan orang lain, kita pasti akan menemukan banyak hal yang ‘kurang’ dengan diri kita. Pasti,, selalu ada. Apa lagi jika membandingkan diri kita dengan orang yang kita anggap ‘lebih baik’. Misalkan orang itu punya hand phone yang bagus, sedangkan kita seadanya, ya pasti menurut logikanya, ia pasti lebih baik dari kita, dalam pikiran kita, padahal belum tentu.. atau pun, kita hanya memiliki baju yang sederhana saja, harganya paling hanya 50rb-an, sedangkan orang lain punya pakaian yang sehariga 200rb-an, ya pasti kita merasa kurang..

Itu dari segi materi semua ya, karena kebanyakan dari kita sekarang, membandingkan diri kita dari segi materi. Nahh,, ini yang perlu kita perbaiki lagi…

Membandingkan diri sendiri dengan orang lain yang terlihat lebih baik dari kita dapat membantu kita termotivasi untuk seperti mereka, atau pun juga dapat membuat kita pesimis dan kurang bersyukur. Ini tergantung kita, bagaimana cara kita memandang orang lain tersebut. Nah, jadi, kita harus pandai-pandai memilih cara memandang orang lain, sesuai dengan diri kita.

Setiap orang punya kelebihan masing-masing, sebagaimana juga setiap orang punya kekurangannya masing-masing. sehingga, hidup ini selalu adil, selalu. Kitanya saja yang kadang salah sangka. Sederhananya, ukuran pakaian kita pasti berbeda dengan pakaian orang lain yang kira anggap lebih baik, bisa lebih besar, atau bisa lebih kecil. Kalau kita paksakan memiliki pakaian yang sama dengan orang lain tersebut, ya jadi tidak pas. Atau ukuran sepatu, kita paksa diri kita untuk memakai ukuran sepatu orang lain, ya jadi aneh.. Kurang lebih, begitulah perumpamaannya.. Tapi,,  kenapa kadang kita merasa diperlakukan kurang adil? Itu karena kitanya saja yang terlalu berlebihan memandang orang lain, dan pesimis memandang diri kira sendiri. Coba saja, pasti ada kemampuan yang orang lain tidak punya, dan hanya kita yang punya, kembangkan itu, maka kita bisa menjadi lebih baik dari mereka..

Tenang saja, kita semua ini istimewa di bidang kita masing-masing.. Ada banyaaaak sekali hal yang kita miliki, dan tidak dimiliki orang lain.. Hanya saja, kita memandang dari arah yang kurang pas,, sehingga semua hal istimewa yang kita miliki tidak terlihat.. kadang, orang lain malah lebih bisa melihat kelebihan diri kita dibanding diri kira sendiri..

Bukan kah, yang paling pintar berenang adalah ikan, jika dibandingkan dengan burung. Tapi yang paling pintar terbang adalah burung, jika dibandingkan dengan ikan.. Bukankah, yang paling cepat berlari itu cheetah, jika dibandingkan dengan kukang.. tapi yang bisa hidup di atas pohon, bergerak lambat, dan imut adalah kukang..

 

Pernah lihat kukang? Bagi yang pernah nonton Film Zootopia, kukang itu Flash yang bergerak sangat lambat sekali.. Jadi pegawai pemerintahan di Zootopia.. Oh iya, jika belum pernah nonton, sebaiknya nonton dulu ya, filmnya bagus. Cerita tentang seekor kelinci, namanya Judy Hoops, yang cita-citanya jadi polisi Zootopia. Ia akhirnya berhasil, dengan kerja keras, menjadi polisi kelinci pertama. Jadi, kelinci yang di pandangan dirinya sendiri, dan ‘pandangan umum’ hanya bisa bertani wortel, juga bisa jadi polisi.. (Sumber gambar: https://id.bookmyshow.com)

Jadi,, dalam banyak hal, kita hendaknya membandingkan diri kita dengan diri kita sendiri di hari ini, dengan di hari kemarin, sehingga, kita bisa terus berubah jadi lebih baik. Dalam banyak hal juga, kita bisa membandingkan diri kita dengan orang lain, tapi jangan lihat ketika ia sukses saja, bandingkan dengan perjuangannya juga.. Oke.. 🙂

Penutup

Dalam urusan dunia, lihatlah ke bawah, lihat orang yang lebih kurang beruntung dari diri kita, agar kita dapat terus bersyukur padaNya.. dan dalam urusan akhirat, lihatlah ke atas, lihat orang yang lebih baik dalam ibadahnya kepada Tuhannya, agar kita bisa mengikuti langkahnya..

Bogor, 2 Maret 2019

 

Dari,,

Kita takkan bisa hidup sendiri,, akan selalu ada bagian hati kita yang diisi oleh orang-orang di sekitar kita.. Merekalah juga yang membuat kita berada di sini, saat ini.. Ada yang tertulis menjadi kata,, namun ada yang terucap lewat tutur..

Coretan dari,, mereka yang peduli..

###

Ini cuma catatan iseng dan sok tau, hhe :D.

Sesorang pernah mengatakan ini padaku, ketika aku bercerita betapa merasa terkungkungnya aku dalam lingkungan yang kecil dan monoton ini.

“So far, we’re in our own. Nobody have right to be manage someone else. In the other words, we could say that we will get ours and they’ll get theirs. Don’t be afraid to be different from others because the others ones don’t have any right on ourselves. Be free in your choices to take many opportunities ”.

Jadi pada initinya hidup ini bukanlah tentang seberapa besar lingkungan tempat tinggal kita. Juga bukan tentang apa saja yang kita peroleh. Tapi jauh seberapa bisa kita memaknai kehidupan dan apa yang kita peroleh tersebut. Dewasa itu bukan seberapa banyak kita tahu apa yang harus kita lakukan, tetapi tentang apa yang kita lakukan dan bagaimana kita bersikap ketika kita tidak tahu apa yang harus kita lakukan.. (#Senpai..)

Dulu… aku tak berharga

Tak tahu apa-apa….

Aku hanya bermimpi,

Tanpa ingin mewujudkannya…..

Selalu kesepian,

Hanya taburan bintang yang menemani….

Tapi sekarang…

Kau di sini

Merubah mimpi-mimpiku menjadi kenyataan

Merubah tangisku menjadi tawa.

Kini ku tak lagi kesepian

Karena selalu ditemani oleh dirimu

Terima kasih SAHABAT.

Para bijak mengatakan, letak kekuatan manusia ada pada harapannya.. sebesar apa harapan manusia pada apa yang ingin dicapai, maka sebesar itu pula kekuatan jiwanya..

Untuk itu,, Berharaplah kawan..

Saat semua hilang,, Harapan menjadi secercah cahaya..

Ketahuilah,, Apapun yang menjadikan kita tergetar,, itulah yang terbaik untuk kita..

SAHABAT,,

Beelajarlah menyukai semua yang kita dapatkan, karena tak selamanya kita mendapatkan apa yang kita sukai..

Apapun itu,, Lakukan yang terbaik..!!!

#MA10-10

3b230c752b0bc6c93197724c7d906532.0
Sumber: lupa dari mana.. hhee

 

Pengalaman,,

Dalam buku tulis SIDU (Sinar Dunia) yang dulu, kata-kata di bagian paling bawah buku ialah ‘experience is the best teacher’. Kalimat ini masih kurang. Mengapa? Karena pengalaman tidak selalu menjadi guru terbaik. Kapan? Ketika misalkan kita mengalami sebuah kejadian, yang terpenting adalah mengambil pelajaran dari kejadian tersebut dan bagaimana kita menghadapinya. Jika tidak, pengalaman itu tidak akan ada artinya.

Bagaimana tidak, jika kita tidak mengambil pelajaran, kemudian kita menghadapinya lagi, keadaan tidak akan berubah banyak. Sehingga, muncul juga kata mutiara lainnya yang mengatakan bahwa yang terpenting bukan seberapa banyak kita menemui kejadian, namun bagaimana sikap kita dalam menghadapi suatu kejadian. Nahh,, selanjutnya, terserah kita mau mempercayai yang mana. Setiap orang memiliki pengalaman masing-masing. Dan yang terbaik adalah kita berani menghadapi pengalaman apapun dalam episode kehidupan kita.

Keberanian tidak akan bisa dibeli oleh apapun, kepada siapapun, atau di manapun. Keberanian hanya dimiliki oleh orang yang mempertaruhkan dirinya. Berani dulu, pertaruhkan hidupmu, maka kau kan temukan hal yang tidak pernah kau pikirkan sebelumnya, tidak pernah kau bayangkan sebelumnya. Pengalaman keluar dari zona nyaman adalah pengalaman yang sangat berharga. Coba saja, buktikan sendiri.

Jika kita tidak pernah keluar dari tempat kelahiran kita, desa, atau pulau kita. Keluarlah dari desa,, keluarlah dari pulau tempat kita dilahirkan. Merantaulah,, ada banyak sekali hal yang tidak akan pernah kita temukan jika tidak merantau. Di perantauan lah, kita bisa melihat dengan lebih luas betapa luas dunia ini. Seperti ketika kita biasa di dalam rumah, kita tidak akan tahu seberapa luas rumah kita, dan seberapa bagus atau jelek ia.

Oh iyaa, keberanian kita jangan sampai tanpa perhitungan. Itu namanya nekat. Jika terpaksa nekat, tidak apa-apa juga. Jika beruntung, akan dapat yang baik. Jika pun tidak beruntung, kita bisa belajar.

Yakini satu hal, bahwa usaha tidak akan menghianati hasil yang akan kita dapatkan. Semakin banyak pengalaman-pengalaman yang kita dapatkan, semakin kaya hidup kita. Jangan hanya mengandalkan keberuntungan karena keberuntungan tidak selamanya memihak kita. Tapi kita mungkin juga membuat keberuntungan kita sendiri. Bagaimana caranya? Dengan berusaha sebaik mungkin melakukan yang bisa kita lakukan dan jangan menyerah. Karena kita tidak pernah tahu, kapan usaha yang kita lakukan bertemu dengan waktu yang tepat dariNya.

“Unless we care, nothing not gonna be better” #Dr. Seuss, The Lorax

Kalau lengkapnya di film Dr. Seuss, The Lorax

Unless someone like you cares a whole awful lot, Nothing is going to get better. It’s not.”

Kecuali kita peduli, tidak ada yang tidak menjadi lebih baik.

Kecuali kita peduli, pengalaman akan selalu menjadi pelajaran berharga, kegagalan akan menjadi batu loncatan, ketakutan pun akan menjadi penyemangat kita melakukan sesuatu.

Jalani saja, jangan takut.. Biarkan IA membawa kita ke tempat yang di inginkanNya,, Biarkan IA membawa kita ke tempat yang bahkan kita tidak pernah bayangkan sebelumnya.. 🙂

IMG_20180724_172035_HDR

Bogor, 20 Februari 2019

Berbagi,,

Bagaimanapun juga, memang sulit untuk tetap istiqomah menulis.. selalu ada alasan untuk tidak menulis.. tapi karna sudah diniatkan, insya Allah, selanjutnya akan selalu istiqomah..

Ada banyak bentuk dan cara kita berbagi dengan orang lain, bisa dengan berbagi makanan, ataupun bisa juga dengan berbagi masalah. Jika kita sedang memiliki kelebihan, tidak ada salahnya untuk berbagi kelebihan kita dengan orang di sekitar kita. Pun ketika ada orang yang memiliki masalah, tidak ada salahya kita juga mendengarkan mereka menceritakannya. Meskipun kadang kita tidak dapat memberikan solusi, tapi paling tidak, kita berusaha menjadi pendengar yang baik..

Bayangkan jika setiap orang yang memiliki kelebihan, berbagi dengan orang yang masih memiliki kekuranga. Bayangkan setiap orang yang memiliki ilmu, berbagi dengan mereka yang masih belum banyak belajar. Bayangkan jika saja kita semua bisa menjadi pendengar yang baik.. Maka mungkin, ada bnyak masalah yang akan teratasi…

Kita hendaknya memngingat kembali bahwa kita hidup di dunia ini hanyalah sementara. Ada kehidupan yang lebih kekal dan abadi yang akan kita kunjungi ketika maut sudah menjemput kita. Hidup di dunia ini hanyalah sebentar sekali jika dibandingkan dengan akhirat. Dan di dunia inilah tempat kita harus mempersiapkan diri kita di akhirat kelak. Kau tahu, yang akan kekal itu apa? Yang akan kekal hingga ke akhirat bukanlah apa yang kita miliki saat ini, namun apa yang kita berikan kepada makhlukNya yang lain. IA lah yang akan paling senang ketika kita mau berbagi, dan berbuat kebaikan..

Dalam kehidupan, ada saatnya kita tidak seharusnya  menggunakan hitung-hitungan. Yaitu ketika kita berbagi dengan mereka yang membutuhkan. Sekecil apapun yang bisa kita berikan. Bukahkah, IA Yang Maha Memperhitungkan segala sesuatu? Bukankah, IA Yang Maha Membalas kebaikan yang kita lakukan? Jadi mari meringankan langkah dan uluran tangan kita untuk berbagi terhadap sesama..

Harta yang kita miliki sekarang ini adalah titipan dariNya, dan ada hak orang lain dalam setiap hal yang kita miliki.. hak-hak itulah yang hendaknya kita tunaikan dan berikan kepada yang berhak.. Habib Ja’far pernah berkata dalam twit beliau, “kau tahu suara musik yang haram? Yaitu suara garpun dan sendok kita ketika makan.. padahal tetangga dan orang-orang di lingkungan kita sedang kelaparan..”

Jadi, marilah kita sama-sama berbagi dan berbagi dengan sesama.. dengan begitu, hidup akan jadi lebih indah.. jika kita mampu berbagi dengan harta yang dititipkannya, mari bagikan dengan raut muka yang tersenyum kepada saudara-saudara kita yang membutuhkan.. insya Allah, yang kita miliki menjadi lebih berkah dan manfaat.. Namun, jika kita masih kekurangan, mari berbagi senyuman dan do’a.. Insya Allah, senyuman dan do’a itu akan kembali ke diri kita, dan di aminkan oleh malaikatNya.. Bukahkah, IA maha pengabul do’a?!! Serahkanlah selalu apa yang kita lakukan kepada takdir terbaik yang akan diberikanNya.. J

The 2nd Transdiciplinary Tea Talk by CTSS

Tema pada acara kali ini adalah From Quarks to Society: Understanding Emergent Properties, Complexity and The Interconnectedness of Life

Tulisan kali ini akan membicarakan tentang apa yang didapatkan dari acara CTSS ini..

Mendengarkan mereka yang benar-benar berilmu menjadikan kita tahu diri, seberapa kecil kita dan seberapa besar IA.

Tema yang menarik ini membahas tentang dunia dari yang terkecil yang sekarang diketahui oleh manusia dengan bantuan ilmu pengetahuan, sampai ilmu tentang seberapa besar semesta yang kita tinggali ini.

Bagian terkecil dari kehidupan ini adalah Quarks dan Leptons. Ukurannya kurang dari 10-18 m. Bayangkan sendiri, seberapa kecil bagian ini. Kemudian, bagian yang paling besar yang bisa diamati dengan ilmu pengetahuan saat ini adalah 1026 m. Di antara ‘dunia’ yang ada di semesta ini, kita berada pada dunia Mesoskopik. Ada begitu banyak hal yang dipelajari sari ini semua. Kau tahu kawan, yang baru bisa kita amati dari materi yang dikenal di bidang fisika hanyalah sebanyak 4,2%. Sisanya adalah bagian semesta yang belum dapat kita fahami atau dengan kata lain, 96% of universe contents not known. Beruntungnya, ada karakter hukum alam yang diikuti oleh semua materi di semesta. Karakter tersebut antara lain: prinsip energi minimum (God’s given rule), diatur oleh hukum yang sederhana, dan symetries underlying the laws. Hal ini yang menjadikan para ahli fisika dapat memahami materi.

Di atas adalah ringkasan materi oleh Prof. Husin Alatas sebagai pemateri pertama..

Beliau juga menambahkan,,

Kali ini tentang Partikel Higgs yang lebih dikenal God Partikel yang masih berusaha untuk dipahami sampai sekarang.. dan sebagai penutup, beliau menambahkan, “… Now I know that I knew nothing..”

Pembicara kedua adalah Prof. Antonius Suwanto.. Bidang keahlian beliau adalah Bakteri..

Beliau membuka dengan kalimat “Microbes: Our invicible – Invincible partners”

Selanjutnya, beliau kemudian menjelaskan bahwa bakteri adalah bagian dari kehidupan kita yang tidak banyak kita sadari. Padahal, jumlah bakteri dalam tubuh kita lebih banyak dibandingkan dengan jumlah sel kita.. Jumlah sel di tubuh kita lebih kurang 10.000.000.000.000 sel, sedangkan jumlah bakteri dalam tubuh kita sepuluh kali lipatnya.. bisa dibayangkan..

Oh iya, pengetahuan umum kita tentang sumber energi utama adalah matahari, mungkin perlu dikoreksi lagi. Bahwa, di tempat yang tidak terkena sinar matahari pun, masih terdapat kehidupan..

Beliau menutup, “You are your bacteria”..

Pembicara terakhir adalah Dr. Rilus,,

Beliau merangkum semua materi dari awal, kemudian beliau menyampaikan,

“Dalam diri kita, terdapat I and me. Bagian ‘I’, lebih independen dan kreatif sedangkan bagian ‘me’, kita sebagai objek.”

Akhirnyaaa,,

Semakin kita belajar, semakin kita tidak mudah menjawab pertanyaan dan semakin kita sadar bahwa semakin diri kita tidak banyak mengetahui..

Pada akhirnya, semoga semua ilmu yang kita dapatkan menjadikan kita lebih dekat denganNya.. 🙂