Jujur ๐ŸŒธ

Kejujuran adalah barang berharga yang dimiliki seorang manusia. Ia tidak bisa diwariskan orang tua begitu saja ketika melahirkan seorang anak. Perlu dilatih, dirasakan, dan dibina terus dalam hati. Jika sudah dimiliki dengan baik, ia tidak dapat diambil oleh orang lain. ๐ŸŒธ

Kejujuran itu tidak bisa dihargai, ia terlalu mahal untuk dihargai. Sulit menemukannya, di tempat tertentu. Tapi di waktu yang bersamaan, harganya sangat murah, saking banyak dan terbiasanya. Mudah sekali ditemukan di mana pun. Ia selalu berharga di mana saja.

Saya cerita sedikit ya. ๐Ÿ˜Š

Di buku atau bacaan dari internet yang saya baca, orang Jepang itu dikenal sangat jujur. Mereka tidak akan mengambil yang bukan haknya.

Saya menulis tentang kejujuran di Jepang bukan di Indonesia, tidak berarti di Indonesia tidak ada ya. Hanya tidak banyak tampak saja. Masih banyak masyarakat yang jujur di Indonesia, tapi mungkin tidak terlihat saja.

Belajar dari masyarakat Jepang, di Jepang itu, kalau menjual buah-buahan, bisa tinggal taruh di pinggir jalan. Tempelkan harga. Taruh tempat menaruh uang. Jika ada yang beli, mereka akan ambil buahnya, lalu taruh uangnya di sana. Jika ada kembalian, mereka tinggal ambil di sana. Aman. Jadi tetap akan untung, tidak hilang. Itu karena prinsipnya orang Jepang, yang bukan haknya tidak akan diambil. Mereka akan malu dengan diri mereka sendiri. Mereka sudah dilatih jujur sejak kecil. Angka pengembalian barang hilang di Jepang di atas 95%, kalau tidak salah. Artinya, jika kehilangan, kita pasti akan dapatkan kembali barang kita. ๐ŸŒธ

Selain jujur, orang Jepang juga ramah dan senang membantu semampunya. Pernah di saat menunggu bus, sambil melihat peta jalur bus, saya duduk di halte. Sebenarnya, saya yakin dan tahu mana bus yang akan dinaiki dan akan turun di mana. Tapi, mungkin saya terlihat bingung saja.

Di samping saya duduk perempuan Jepang. Ia lalu hampiri saya dan menanyakan tujuan. Untung ia bertanya dalam bahasa inggris. Lalu saya jelaskan. Seketika itu juga, dia lihat jadwal keberangkatan bus yang ada di halte, yang bertuliskan kanji semua. Lalu dia lihat lagi peta jalur busnya. Ia jelaskan ke saya dengan detail. Harus naik yang mana, jam berapa, nanti turun di mana. Beruntung, saya jadi tahu yang harus dilakukan setelah dijelaskannya. ๐ŸŒธ๐ŸŒธ

Tidak hanya sampai di sini. Ia juga ikut naik dengan saya di bus jurusan yang saya tuju. Ia ajari cara naik dan bayar. Ketika naik, saya harusnya menempelkan kartu yang saya bawa, seperti tap cash, jadi tidak perlu uang tunai. Atau memencet tombol tiket, seperti di parkiran-parkiran. Tapi saya tidak menempelkannya atau memencet tombol. Saya duduk seperti biasa. Ia lalu menanyakan kembali kepada sopirnya, benarkah ini menuju Asrama Ichinoya. Lalu duduk. Bus langsung berjalan. Ketika akan sampai Asrama tujuan saya, ia lalu memberi tahu bahwa sebentar lagi sampai. Nah, ketika akan turun, karena saya tidak menempelkan kartu atau memencet tombol, saya tidak terhitung penumpang. Jadi tidak bisa bayar langsung atau menempelkan kartu. Saya bingung. Ia lalu membantu saya lagi. Berbicara dengan sopirnya, mungkin menjelaskan keadaan saya. Lalu sopirnya mempersilahkan saya turun. Saya ucapkan terima kasih dalam bahasa Jepang untuknya. Ia melanjutkan ke tujuannya. Saya turun di Asrama Ichinoya.

Pengalaman berharga. Sangat berharga. ๐Ÿ™‚

Jepang memang bukan negara yang sempurna. Tapi pengalaman berada di sana, walaupun sebentar, membuat saya dan kita semua hendaknya belajar banyak dari mereka dari mereka. ^^

IMG_20180723_165523_HDR
Sore Hari, Halte Bus di dalam Kampus Universitas Tsukuba, Jepang

 

 

Kisah JK. Rowling,,

Kehidupan JK. Rowling (1)

Sebagian besar kita yang senang membaca novel dan menonton film Herry Potter tentu saja kenal dengan JK Rowling. Ia adalah salah satu penulis yang menjadi miliader karena novelnya. Novel Harry Potter diterjemahkan ke dalam lebih dari 80 bahasa di dunia. Beberapa tahun setelah menjadi miliader, tepatnya tahun 2000, ia kemudian mendirikan lembaga amal The Volant Charitable Trust untuk membantu yang membutuhkan. Sampai saat ini, ia masih aktif menulis beberapa novel.

Joanne Rowling lahir pada tanggal 31 Juli 1965 di Yate General Hospital, dekat Bristol. Kemudian tumbuh besar di Inggris dan di Chepstow, South-east Wales. Ayahnya, Peter, adalah seorang engineer di Bristol, dan ibunya, Anne, teknisi bidang kimia di Departemen Kimia Wyedean Comprehensive. Ibunya meninggal di tahun 1990. Keadaan ini merupakan masa terburuk yang pernah dialami oleh JK. Rowling, terlebih, saat itu, enam bulan sebelum ibunya meninggal, ia sudah mulai menulis novel pertama Herry Potter. Selain itu, ia juga punya saudara yang bernama Di..

Jo (nama panggilan JK. Rowling) mulia ingin menjadi seorang penulis sejak usia dini. Ia menulis buku pertamanya di usia 6 tahun yang berjudul โ€˜Rabbitโ€™. Kemudian, di usia 11 tahun, ia menulis novel tentang tujuh permata terkutuk dan orang-orang yang memilikinya.

Ide tentang Harry Potter muncul ketika Jo duduk di kereta dari Manchaster ke London Kingโ€™s Cross.

Dengan penuh perjuangan menghadapi segala masalah yang dimiliki Jo, ia melakukan hal yang paling disenanginya yaitu menulis dan menyelesaikan novelnya. Kehidupan yang sulit dimulai ketika ibunya meninggal dunia, ia bercerai dengan suaminya, sehingga harus mengurus Jessica (Anak pertama Jo) sendiri, tanpa pekerjaan, depresi, stress. Namun semua itu dihadapi dengan penuh perjuangan sambil menulis novel Harry Potter. Bahkan di saat itu, Jo sudah mebuat akhir cerita seri Harry Potter..

Sebagai penutup bagian awal ini, JK. Rowling ketika berbicara di Harvard University, bahkan ia pernah berpikir,

โ€œ… by every usual standard I was the biggest failure I knewโ€

 

Sumber:

www.jkrowling.com

Buku Very Good Lives, berisi pidato JK. Rowling di Harvard University