💮🍁🍀
Jika ditanya kepada siswa/siswi, pelajaran apa yang kurang (untuk tidak mengatakan kata tidak) kalian minati? Macam-macam jawabnya. Tapi tentu, salah satunya adalah matematika. Benar kan? 🙂
Bagi sebagian orang, matematika itu sulit. Sulit menghitung angka. Sulit memikirkan pertanyaannya. Sulit membayangkan apa yang ditanyakan. Sulit menghubungkan apa yang dipelajari dengan apa yang dihadapi dalan keseharian. Sulit menghubungkan maksud pertanyaan. Di tingkat SD, mungkin masih agak mudah. Akan bertambah sulit ketika sudah di tingkat lanjut dan tingkat atas. 🍂💮🌸
Bagi sebagian orang lainnya, kata ‘sulit’ berganti menjadi mudah. Matematika mengajarkan berimajinasi, katanya. Matematika membantu menyelesaikan hitungan. Matematika ya, tinggal kali, bagi tambah dan kurang. Semakin atas tingkatannya, semakin menarik. Karena kita diajak untuk berimajinasi lebih jauh lagi. Membayangkan apa yang tidak ada. Atau paling tidak, membayangkan apa yang tidak akan ditemukan di kehidupan sehari-hari.
Kembali ke minat.
Minat orang memang berbeda. Jadi, jika senang matematika, syukurlah. Jika tidak juga, syukurlah. Ia tahu apa yang disenangi dan tidak disenangi.
Jadi, jangan salahkan siapa-siapa lah. Lita sama-sama mendalami apa yang kita senangi. Tapi, jangan lupa pelajari yang lainnya ya. Itu selalu penting.
Pertanyaan selanjutnya, lalu, mengapa kita tetap mempelajari Matematika, bahkan dari tingkatan anak-anak, sampai mahasiswa? 😊🍀🍁
Nahh, menurut saya, ada beberapa alasan. Paling tidak. 🍁🐞❄
Pertama, karena matematika membantu dan melatih kita untuk berpikir, menggunakan otak kita. Tidak apa-apa bingung. Itu bagus. Artinya otak kita sedang berpikir. Neuron jadi tersambung. Otak jadi sehat.
Kedua, karena matematika melatih kita untuk menyelesaikan masalah. Satu tambah satu, hasilnya dua. Bisa dihafalkan. Tapi, kalau sudah soalnya beda, dan banyak, pasti kita mikir untuk menyelesaikannya. Misalkan, berapakah jumlah bata yang dibutuhkan untuk membangun tembok dengan ukuran 6 m x 6 m, ukuran bata 15 cm x 10 cm x 25 cm? Kita pasti mikir untuk menyelesaikannya dengan cara cepat. Jadi, jika ada masalah lainnya, dalam kehidupan sehari-hari, kita akan terbiasa mencari solusi.
Ketiga, karena matematika ada dalam semua pelajaran, pekerjaan, dan kehidupan kita. Ini yang penting.
Dan selanjutnya, masih banyak lagi.
###
Pada akhirnya, jangan menyerah dengan matematika. Yang penting itu prosesnya. Hasilnya keliru, tidak apa-apa. Masak kalah sama angka. Operasinya kan, hanya kali, bagi, tambah dan kurang saja. Oks
See ya… 🍀🍁🌸




