Bagaikan simpul yang terikat Kuat, namun bisa terurai Tapi, itulah persahabatan
Seiring waktu berjalan Simpul itu Ikatan itu Bisa jadi semakin kuat Dan mungkin juga terurai Menjadi sepenggal kenangan.
Persahabatan, Ku ingin bersahabat, Dengan siapapun Dengan apapun Karena melalui persahabatan Ku bisa membagi cinta Ku bisa meluapkan rasa Ku bisa berbagi kasih sayang Hingga kesetiaan, dapat ku berikan Pada sahabat sejatiku.
#AJ
Puisi lama, tentang persahabatan. Ketika itu, memang sangat penting. Menulis puisi adalah salah satu cara mengungkapkannya. Bagus atau tidak, terserah yang membaca. Yang lebih penting, maksudnya tersampaikan.
“Saat hati yang berbicara, hati pun yang akan mendengarnya” đđđžđ
Itu saja. Selamat malam, bagi yang membaca saat ini. đ
Dalam bahasa jepang, musim semi dikenal dengan istilah Haru ăŻăă Yang paling diingat orang pada musim semi ini adalah bunga sakura. Jepang, dengan segala keindahannya, lengkap dengan adanya sakura. Iya, bunga berwarna putih hingga pink yang mekar bersama. Orang Jepang selalu senang mengadakan festival, karena festival menjadi salah satu alasan untuk berkumpul. Festival melihat bunga sakura dikenal dengan istilah Hanami ăŻăȘăżă
Festival melihat bunga sakura ini adalah salah satu acara besarnya. Musim semi diawali oleh mencairnya mencairnya es yang telah menyelimuti selama musim dingin. Rentangnya sekitar Maret, April, Mei. Setelah mencair semua, udara berangsur menjadi hangat. Sedikit demi sedikit. Perlahan. Rumput yang awalnya kering lalu memunculkan tunas nya. đđ
Semua pepohonan, memunculkan, di ranting-ranting dan batangnya, memunculkan tunas-tunas baru. Sakura juga merekah di musim ini. Setidaknya, selama dua mingguan. Lalu, ketika tidak merekah lagi, ia pun rontok. Musim panas mulai akan menyambut. Lalu pepohonan, daun-daunnya berubah menjadi hijau kembali.
Di Jepang, momen mekarnya bunga sakura adalah saat ketika sekolah memulai tahun ajaran baru. Energi sakura yang mekar diharapkan menjadi awal yang baik untuk memulai belajar. Memulai semangat baru. Mulai memupuk harapan-harapan baru. Bersama dengan mekarnya sakura, anak-anak, remaja dan orang-orang dewasa memulai semuanya dengan senyuman baru. đžđ
Didownload dari freepik.com, by rawpixel.com
Aku memang belum pernah menyaksikannya. Tapi aku berharap akan. Suatu saat nanti. đđžđ
Dalam sebuah film Jepang, judulnya Harumatru Bokura (2018),seorang siswa sekolah, Mitsuki Haruno, membuat sebuah tulisan. Ini sekaligus menutup tulisan ini ya.
Sakura, semoga selalu menjadi lukisan keindahanNya. Di mana pun.
Berikut tulisannya:
Musim-musim nan Menunggu Musim Semi Oleh: Mitsuki Haruno
Pada tanah yang sejuknya masih terasa, perlahan musim semi selalu menghampirinya. Perpisahan, perjumpaan, dan awal baru dimulai pada musim semi.
Aku sangat membenci musim semi yang seperti itu. Kala saksikan bunga sakura bermekaran tiap tahunnya, Seraya melenyapkan segala penyesalan dan kegagalan, ragaku percaya bahwa pribadiku yang baru telah terbentuk. Walaupun begitu, berlalunya musim semi tiada kunjung mengubahku.
Begitu banyak emosi yang masih bersemayam dalam hatiku. Dinginnya latar hatiku masihlah laksana musim dingin. Sehingga sukar bagiku utarakan perasaan sejati ku.
Namun, musim semi kali ini berbeda. Embusan angin hangat disertai silaunya kirana, berhasil melelehkan hatiku. Buatku percaya bahwa pada saat ini, masa depan, dan masa laluku yang memilukan juga bisa menopang ku seterusnya.
Hatiku pun terbebas dari belenggu melawan rasa perih pada musim yang begitu kejam. Hingga akhirnya musim semi ini datang menyambut ku, aku sengaja berada dalam tempurung dan beralasan bahwa sesuatu yang berharga bagiku tak bisa ku temukan.
Kehangatan musim semi mengajarkanku bahwa orang yang mengalami kecemasan dan kebimbangan juga turut mengurung diri dalam tempurung.
Silaunya musim semi juga mengajarkanku bahwa dengan saling berselisih dan berterus terang kita dapat saling mengerti satu sama lain. Alasan mengapa suatu tempat bisa tersinari kirana baskara ialah karena adanya bayangan juga di sana. Seumpama kuncup bunga yang mekarnya menanti musim semi, aku pun akhirnya sadar bahwa orang kuat di dunia itu nihil. Seraya semua orang memikul kelemahan dan kegelisahannya harapan mereka tetaplah ada, untuk bisa berdiri berdampingan, melihat dari sudut pandang yang serupa, dan juga terus hidup bersama orang yang didambanya.
Hingga suatu saat, saat berdiri berdampingan, kita pun percaya bahwa itulah kekuatan sejati.
Oleh karena itu, langkahku akan terus maju. Demi bisa tiba pada tempat berisikan sesuatu yang berharga. Dan mereka yang membuatku sadar akan semua ini. Walau setiap saat kita selalu korbankan segala yang kita bisa,
Mungkin kebenaran jawaban itu tidaklah ada. Baik menang maupun kalah, dikala semua perasaan menyatu, manusia akan berani mengambil langkah untuk maju.
Bagian tubuh yang digunakan oleh setiap manusia untuk berpikir adalah otak. Otak itu ada di bagian atas tubuh. đŠđđź
Ada orang yang menyamakan otak dengan mesin. Padahal tidak sama sama sekali. Mesin, kalau sering dipakai akan lebih cepat aus dan rusak. Berbeda dengan otak. Lebih sering dipakai, lebih bagus.
Mengapa? Jadi gini. Setiap kali otak berpikir ada, banyak kegiatan yang terlibat. Setiap kita berpikir, sel-sel otak (dikenal dengan istilah Neuron) akan selalu terhubung. Jutaan milyar jumlahnya, ada di dalam kepala kita. Sehingga, sebenarnya tidak ada yang terlupakan. Setiap episode, per detik dalam hidup kita, terekam dalam otak yang sempurna. Hanya bagaimana kita mengingatnya yang penting.
Nah, ketika ada peristiwa yang berkaitan dengan apa yang sudah kita alami, maka sel-sel otak akan mencari hubungannya. Sarana sel-sel otak kita terhubung satu sama lain adalah dengan Impuls. Impuls ini yang bolak-balik, saling bertukaran. Intinya, otak itu kompleks, lengkap, sempurna. Berbeda dengana mesin. Ia dibuat oleh benda bahru yang tidak hidup. Semakin sering dipakai, apalagi jika tidak dirawat, akan semakin cepat rusak.
Otak yang digunakan berpikir ini tidak berdiri sendiri. Kan, tidak ada yang hanya otaknya saja yang hidup. Hhee. Sehingga, otak sangat dipengaruhi oleh bagian-bagian tubuh lainnya. Serius. Setiap bagian tubuh itu memengaruhi cara otak kita berpikir.
Gambar ini dari freepik.com, biar bagus
Misalkan ya. Tangan kita terluka, lalu berasa sakit. Otak lah yang memberitahu kita. Ada lho orang yang sakitnya itu, walaupun terluka, ia sama sekali tidak merasa kesakitan.
Contoh lain, mata kita. Jika mata kita sudah terlalu lama berada di depan komputer yang terus menyala. Maka, kita tidak akan nyaman berpikir. Otak kita akan lelah. Jadi tidak dapat dipakai mikir lagi. Istirahat lah yang jadi obatnya. Mulut kita juga memengaruhi otak. Jika kita sudah mengantuk, maka refleks kita akan menguap.
Kau tahu, kenapa kita menguap? Itu karena otak kita kekurangan oksigen. Lalu, otot-otot mulut kita dapat perintah untuk terbuka, agar udara lebih banyak masuk. Udara itu lalu disalurkan ke otak kita. Jadi, jika mingin tidak ngantuk, salah satu caranya adalah asupan oksigen ke otak harus kita jaga. Selain, bisa dengan minum kopi yang mengandung kafein. Atau dengan menuli menggunakan tangan yang lebih pasif.
Saya juga pernah menghadiri TeaTalks oleh CTSS tentang otak dan bakteri. Ternyata, kita punya otak ketiga, yaitu perut kita. Kenapa? Begini. Saya coba jelaskan sedikit yang saya ingat.
Pada tulisan sebelumnya, saya sudah menulis tentang bakteri dan jumlahnya yang jauh lebih banyak dibandingkan dengan sel di dalam tubuh kita. Nah, jumlahnya yang banyak ini, jika punya kehendak bersama, maka akan dapat memengaruhi otak. Ketika lapar, maka bakteri yang ada di perut kita yang pertama terpengaruh. Sebagian besar bakteri di tubuh memang ada di perut. Lalu, bakteri itulah yang memengaruhi kerja otak kita.
Sebenarnya masih panjang, tentak otak ini. Otak punya bagian, kiri dan kanan, dengan fungsinya masing-masing. Otak juga punya bagian yang membuat kita sadar dan tidak sadar. Ada juga bagian yang membuat kita bahagia, susah, senang, relaks, etc. Tapi, tulisan ini hanya akan sampai di sini dulu ya… Selamat sore.. đđđŠđź
“Bukan titik yang menjadikan tinta, namun tinta yang menjadikan titik. Bukan cantik yang menjadikan cinta, namun cinta yang menjadikan cantik” Kata seorang penyair, suatu waktu.. đ
Dalam dunia seni, ada teknik gambar menggabungkan titik. Istilahnya Pointilis. Hasil gambarnya tidak kalah dengan menggambar biasa. Titik-titik yang kecil, disusun atau digambar membentuk gambar besar yang utuh. Kau bisa menggambar pepohonan. Dari dekat, tidak begitu bagus. Tapi dilihat dari jauh, indah. Teknik ini sudah banyak dikembangkan. Jadi, jangan ragukan hal-hal kecil. Bukankah, gundukan pasir pun disusun oleh butir-butir pasir? âđđž
Suatu titik itu penting untuk memulai sesuatu. Ketika mulai menggambar, kita menggoreskan pena pertama membentuk titik. Lalu dilanjutkan dengan menarik garis. Begitu seteruasnya. Di mana kita mengawali garis itu penting.
Dalam keseharian kita, titik-titik ini dapat berupa tahun, hari, jam, menit atau detik. âłđŠđ
Kita memulai hari pada pukul 5 pagi. Itulah titik awal kita. Maka penting untuk mengawali dengan hal-hal yang baik. Misalkan, shalat subuh. Bentuk penyerahan kita kepada pencipta. Bentuk syukur kita karena masih bisa bernafas legaa. Bagi yang islam. Bagi yang non-muslim, bisa dimulai dengan berterima kasih dan bersyukur pada Tuhan karena tadi malam masih dijagaNya.
Kita juga sering kali memulai harapan-harapan baru kita di tanggal tertentu yang bagus, di awal-awal bulan, di hari ulang tahun kita, di hari ulang tahun orang terkasih, di awal ramadhan atau paling sering di awal tahun baru. Kita memulai titik awal di sana. Membuat harapan baru ketika itu. Berharap kita terus bisa melakukan dan mewujudkan harapan kita ketika kita mengawalainya di titik yang baik. Selain karena akan menjadi berkesan, kita juga akan lebih semangat. đđđź
Dalam kehidupan seseorang, ada saat-saat ia mulai berubah. Banyak orang sering berkata, ‘pada titik tertentu, saya berubah menjadi lebih baik‘. Menurut saya, sebnarnya fase berubahnya seseorang itu tidak persis berbentuk sebuah titik. Tajam. Tidak. Seperti orang yang berubah drastis, itu tidak ada. Pasti membentuk grafik yang naik ataupun turun dengan sedikit demi sedikit. Pada saat titik baliknya, itu terbentuk perlahan.
Jadi, jangan berharap hidupmu akan langsung berubah drastis. Jangan. Karena memang tidak akan. Kau butuh usaha untuk sedikit demi sedikit membalikkan keadaan. Ketika usaha yang terus menerus bertemu dengan kesempatan. Maka, boom. Kita akan berhasil. Tapi jika ada kesempatan dan kita belum siap, ya tidak akan berhasil. Maka, mari berusaha membuat titik tolak. Ingat, titiknya itu tidak perlu tajam, karena tidak mungkin. Tidak apa-apa, sedikit demi sedikit saja. Asalkan istiqomah. đžđâđ
Bukankah, istiqomah itu lebih baik dari pada seribu karomah (istilah sederhananya, lebih baik daripada sebuah keberuntungan yang tidak jelas)
âTwo things that define you: Your patience when you have nothing, And your attitude when you have everything.â
Dua hal yang mendefinisikan dirimu (yang sebenarnya): Kesabaranmu ketika kamu tidak memiliki sesuatu Dan sikapmu ketika kamu memiliki segalanya
Kita bisa dilihat dari sikap kita. Isi hati kita juga bisa dirasakan orang lain. Bukankah, ceret hanya mengeluarkan air yang ada di dalamnya. đđż
âToday may or may not be yout best day. Nonetheless, keep writing. Different days stimulate different reactions, You will want to be prepared for anithing. You might write garbage on one of your âbest dayâ But, accidentally find a diamond in your worst day. Who knows. Keep writingâ
@Sherinasinna đźđžđ
âHari ini mungkin merupakan hari terbaikmu, atau mungkin juga tidak. Walaupun begitu, tetaplah menulis. Hari yang berbeda memiliki nuansa dan reaksi yang berbeda. Kau harus siap dalam semua hal. Kau mungkin menulis sebuah sampah dalam salah satu hari terbaikmu Tetapi tanpa direncanakan menemukan sebuah permata di hari terburukmu. Siapa yang tahu. Tetaplah menulisâ
Salah satu alasan saya tetap menulis, ya, ini. Kita memang tidak akan selalu menghasilkan tulisan yang bagus. Tapi, mungkin saja, dalam hari terburuk kita, kita akan temukan hikmah terbaik. Siapa yang tahu.
Begitupun dalam kehidupan. Mari nikmati, seberapa buruk pun hari kita. đââđż