Berkah๐Ÿ’ฎ๐ŸŒธ๐Ÿ€

#Selamat Ber-Hari Raya.. 1441 H

Berkah berarti bertambahnya kebaikan pada apapun yang dimiliki. ‘Apapun’ itu membuat lebih baik dan lebih dekat denganNya. Tanpa baik dan membuat lebih dekat denganNya, tentu bukan keberkahan.

Pada harta, sesedikit apapun yang dimiliki, terasa cukup dan membahagiakan. Sebanyak apapun yang dimiliki, terasa cukup sehingga tidak merasa resah jika diambilNya lagi.

Pada waktu, tidak ada yang sia-sia. Setiap detik menjadi kebaikan-kebaikan lainnya. Kebaikan-kebaikan tersebut membuat kebaikan-kebaikan lainnya muncul. Seluang apapun, sesibuk apapun, selalu ada ruang untuk mengingat dan memikirkanNya. Bahkan mungkin, setiap saatnya menjadi waktu bertambahnya kebaikan.

โ‡ Keberkahan pada yang sesedikit apapun, selalu lebih baik dari apapun yang lebih banyak. ๐Ÿฆ‹๐Ÿ๐ŸŒผ

Pagi ini, keberkahan yang dihidangkan ramadan telah berlalu. Namun, selalu menanti keberkahan-keberkahan lainnya, di hari-hari selanjutnya. Ramadan berpesan bahwa ia yakin kita tidak beribadah kepadaNya hanya karena ramadan sehingga kita hendaknya menghidupkan hari-hari setelah ramadan. Hingga – jika kita kembali diizinkanNya – kita menemui lagi ramadan di tahun depan.

Semoga keberkahan di hari fitri ini bisa kita terus bawa, esok malam, lusa, dan esok malamnya lagi, lagi dan lagi.. Hingga nama kita semua tercatat di bawah kamboja, di atas batu nisan. Semoga saat itu tiba, husnul khotimah menyertai kita. Amiin Yaa Robbal’aalamiin.

Selamat hari raya idulfitri, 1441 H, Hari ini. Penulis memberi maaf, kepada siapapun, lahir dan batin. Jadi tdk perlu meminta maaf. Hhee .. ๐Ÿ™‚ ๐Ÿ๐Ÿƒ๐ŸŒธ

#Repost

Siluet Tottoro, Studi Ghibli ๐Ÿ˜Š๐Ÿฆ‹๐Ÿ

Ujung ๐Ÿ’ฎ๐ŸŒธ

๐Ÿ€๐ŸƒSemoga Ramadhan tahun selanjutnya, kita diizinkanNya.. ๐Ÿ˜Š

Ramadan tahun ini, 1441 H, akan segera meninggalkan tamu-tamu yang masih diizinkan-Nya untuk bertemu. Kita. Dua puluh sembilan hari sudah, ramadan menjamu tamu-tamu-Nya. Entah seberapa banyak yang berhasil menyantap hidangan dan jamuan-Nya dengan baik, entah seberapa orang yang tidak menghiraukan hidangan dan jamuan tersebut. Beruntunglah setiap orang yang menyantapnya dengan hikmat, dan merugilah orang-orang yang melewatinya begitu saja. Semoga kita termasuk yang kebagian hidangan-Nya walaupun hanya secuil keberkahannya.

Esok hari adalah hari terakhir puasa ramadan di tahun ini. Lusa kita akan sampai kepada Hari Raya kita. Puasa yang kita lakukan selama 30 hari, semoga menjadikan paling tidak dosa kita berkurang dan menyambut Hari Raya dengan suka cita. Sebelum ia benar-benar berlalu, tidak ada salahnya kita berpamitan sejenak di malam terakhir ini dan esok hari dengan memperbanyak ibadah pada-Nya. Belum sepenuhnya terlambat untuk mengambil sedikit keberkahannya. Lusa semoga semua dosa-dosa kita dimaafkan dan diampuniNya. Meski dalam keadaan wabah ini, semoga tidak mengurangi kedekatan kita denganNya. ๐Ÿ€โ„๐ŸŒผ

Lantas, akankah kita akan bisa menemui ramadhan di tahun selanjutnya? Tidak ada yang benar-benar tahu selain IA. Andaikan boleh berandai-andai, semoga ramadhan dapat berulang atau kita dipertemukan dengannya lagi di tahun depan.

Berlalunya ramadhan menjadi pengingat kepada kita bahwa semuanya akan berlalu. Tinggal kita, bagaimana ketika bertemu lagi dengannya. Membiarkannya berlalu begitu saja, atau berusaha sebaik mungkin untuk meraih rahmat dan ridho-Nya. ๐Ÿ€๐ŸŒธ

Berlalunya ramadhan menjadi pelajaran kepada kita bahwa betapa IA masih sayang kepada kita karena masih memberikan kita kesempatan untuk mengumupulkan bekal di bulan suci. Apakah bekal yang kita kumpulkan cukup untuk menghadapi kematian yang pasti – yang bisa datang kapan saja – atau cukup sebagai bekal untuk bertemu lagi dengan ramadan di tahun depan.

Berlalunya ramadhan menjadi hikayat bagi kita bahwa setelah ramadhan, kita masuk ke bulan syawal. Bulan ketika kita semua terlahir kembali setelah semua dosa-dosa diampuni-Nya โ€“ Amiin – . Bulan yang menjadi awal kita berjuang mengumpulkan puing-puing pahala sedikit demi sedikit.

Ayo lah, jangan sampai kita hanya ibadah di bulan ramdhan saja. Sebelas bulan lamanya di bulan lainnya. Mari kita jadikan ramdhan-ramadhan kecil. Membangun satu per satu tanggal menujuNya.

Semoga, semoga, dan semoga esok kita masih bisa mengais lagi sedikit keberkahan ramadan yang belum benar-benar berlalu. Lusa, kita sudah terlahir kembali dan memulai berjuang di dunia fana ini untuk bekal di dunia baka nanti. Ja na… ๐Ÿ˜Š๐Ÿ๐Ÿ‚โ„

Pagi hari, menjelang matahari mulai menyingsing

#Repost

Lalat ๐Ÿ‚

Jangan salah, lalat merupakan pengisi salah satu bagian terpenting dalam kehidupan manusia. Ingin tahu kenapa? ๐Ÿ˜Š

Ordo Diptera (serangga yang punya satu pasang sayap) dibagi menjadi Brachycera (Lalat) dan Nematocera (Nyamuk). Nah, kali ini kita bahas tentang Lalat saja. Siklus hidup lalat itu, sama seperti kupu-kupu, metamorfosis sempurna. Telur – ulat – kepompong – Lalat. Bukan kupu-kupu ya. Hhee.

Telur lalat banyak terdapat di seresah, buah-buahan busuk, tempat sampah, dan tempat kotor lainnya. Sebagian besar memang terdapat di tempat kotor, karena memang makanannya setelah menetas itu ada di sana. Tapi apakah lalat itu menjadi tidak penting? TIDAK SAMA SEKALI, BAHKAN PERANNYA SANGAT PENTING. Nah,, selain di tempat busuk, ada jenis lalat yang letakkan telurnya di buah. Jadi dikenal dengan istilah lalat buah. Buah yang masih di pohon, ada ulatnya, itu spesies lalat buah. Lalat itu bisa perkirakan kapan buah itu akan matang. Lalu letakkan telurnya terlebih dahulu. Bersamaan dengan buah matang, lalat pun menetas. Lalu memakan buah kita yang masih di pohon. Jadilah buahnya rusak. Sehingga, untuk mencegah lalat merusak buah, bisa dengan cara disungkup atau dibungkus sebelum matang, sebelum lalat meletakkan telurnya. ๐Ÿ‚๐Ÿ๐Ÿ’ฎ

Individu lalat yang hinggap di bunga, di kuburan

Setelah menjadi ulat, lalu makan di buah-buahan, jika sudah kenyang, lalat kemudian menjatuhkan diri ke tanah, di atas serasah-serasah. Ia kemudian menjadi pupa. Setelah beberapa hari, ia lalu keluar dan menjadi lalat yang kita lihat. Nahh,, siklus hidupnya ini juga dilalui di sampah-sampah, tempat kotor. Ia juga senangnya di tempat yang kotor. Sehingga, dalam gambaran kita, manusia, lalat selalu membawa penyakit.

Nahh, sekarang, apa pentingnya lalat?
Ternyata, tanpa lalat, sampah-sampah yang menumpuk akan sulit sekali terurai. Itu akan jadi masalah. Dalam sehari, kita menghasilkan beberapa kilo sampah. Bayangkan, jika sampah-sampah kita tidak terurai, akan seperti apa?. Tiap hari bertambah.
Misalkan, kita bayangkan tidak ada lalat sama sekali. Hari ini, ada 5 kg sampah. Tiap hari kita hasilkan 1 kg sampah. Setelah satu minggu, sampah kita akan menumpuk menjadi 11 kg. Begitu seterusnya. Maka, betapa banyak sampah yang ada. Mari mensyukurinya.

Jadi, tidak ada yang tidak penting di Dunia ini.  Sekecil apapun makhluknya, pasti lunya peran masing-masing.Setiap cipataanNya saling melengkapi. Kita, yang dipercaya menjadi khalifah, mau atau tidak menjaga keseimbangan ini. Atau jangan-jangan kita sendiri yang merusak keseimbangan ini?. Faktanya memang demikian.
Akhirnya, mari kita sama-sama hormati lalat. Ketika melihatnya, kita mestinya mengingatNya juga. โ„๐ŸŒธ๐Ÿ€๐Ÿ˜

Individu lalat yang hinggap di sebuah bunga

Terbaik ๐ŸŒธโ‡

Bunga di pinggir kolam

Yang TERBAIK..

Takdir terbaik adalah takdir yang dirancanNya untuk kita

Keberuntungan yang paling disenangi olehNya adalah keberuntungan yang terbaik

Rizki yang diberikanNya adalah rizki yang paling berkah dan rizki terbaik

Keindahan terbaik adalah keindahan yang datang dariNya, tak ada yang lain

Ilmu terbaik adalah ilmu yang membuat kita dekat denganNya ๐Ÿ€โ„๐ŸŒธ

Wajah yang terbaik adalah wajah yang senang dan menyenangkan karenaNya

Pandangan terbaik adalah pandangan yang apapun yang kita lihat, kita melihatNya

Lagu terbaik adalah doโ€™a anak yatim dan orang miskin yang berdoโ€™a kebaikan untuk sesama

dan Nada terbaik adalah nada yang jika mendengarnya kita merasa bahwa betapa indah IA yang telah memberikan kita kemampuan untuk mendengar.

Kita mungkin belum seperti mereka yang ketika mendengar azan, langsung mengambil air wudhu dan menghadapNya. Namun, mari berusaha, bahwa setiap nada dan lagu yang kita dengarkan ketika bangun tidur, menjadikan kita ingat padaNya. Setiap ada orang yang meminta pertolongan kepada kita, kita dengan senang hati memberikan bantuan. Ketika ada yang sedang memiliki masalah, kita dengan senang hati mendengarkannya, sambil dengan tulus mendo’akan yang terbaik untuknya.

Kita mungkin belum bisa bangun di pagi hari untuk shalat tahajjud menghadap dan mengadukan masalah kita padaNya. Namun, mari berusaha, agar di setiap shalat wajib yang kita laksanakan, dalam sujud kita, kita selalu benar-benar memohonkan padaNya agar membimbing dan menuntun jalan kita menujuNya, di shalat subuh kita, di shalat dzuhur kita, shalat ashar kita, shalat magrib dan shalat isa kita. Atau, setidaknya kita tidak pernah lupa mendoโ€™akan orang-orang yang mencintai kita sepenuh hati. Rasulullah SAW, orang tua kita, guru-guru kita.

Kita mungkin belum bisa membaca Al-qurโ€™an tiap hari tiap lembar, tiap minggu tiap juz. Namun, mari berusaha membaca surat fatihah dalam shalat kita dengan sepenuh hati, dalam setiap ayat yang kita baca setiap shalat, kita selalu menghadirkanNya. Dalam setiap takbir yang kita ucapkan, kita sadar, seberapa besar dan agung IA, dan seberapa kecil diri kita di hadapanNya.

Yang TERBAIK untuk kita, adalah yang TERBAIK dariNya dan yang kita lakukan untukNya..๐Ÿ˜โ„๐Ÿ€๐ŸŒธ

Kau tahu kawan,, kapan saat terbaik kita di dunia ini?

Saat terbaik itu adalah saat kita meninggalkan dunia ini dengan kalimat laa ilaaha illallah.

Semoga kita bisa menghadirkanNya dalam setiap apa yang kita lakukan.. ๐Ÿ™‚

#Repost @Bogor, 07 Maret 2019

Capung ๐ŸŒฟ

๐ŸŒผ๐ŸŒธ๐Ÿ

Salah satu serangga penanda ekosistem sungai, kolam atau danau yang sehat. Bersyukurlah jika masih sering terlihat.

Salah satu serangga yang sebagian hidupnya ada di air adalah Capung. Ia mengalami metamorfosis juga. Tidak sama seperti kupu-kupu, metamorfosisnya hanya sebagian saja. Siklus hidup capung: Telur- Naiad – Capung. Nah, ini baru menarik. Pertama kali dengar kata Naiad kan. Nanti ada penjelasannya. Yahh, seperti remaja pada manusia. Lalu, secara bahasa, capung punya banyak sebutan. Bahasa Arabnya, Alya’suubu. Bahasa Jepang, Tonbo. Bahasa inggris, Dragonfly. Salah satu bahasa sasak, Kedie (e-nya dibaca seperti e pada kata seperti). ๐Ÿ™‚๐Ÿ๐ŸŒฟ๐Ÿƒ

Sebelum menjadi capung dewasa yang sering kita lihat, ia hidupnya di air. Mulai dari telur. Ada. Capung itu punya telur. Ia biasanya bertelur di air yang tergenang, atau agak tergenang. Agar tidak hanyut. Setelah beberapa hari, telur itu menetas. Nah, ketika menetas inilah ia menjadi Naiad. Ini istilah untuk capung yang belum dewasa. Masih hidup di dalam air. Makanannya? Ia makan serangga-serangga kecil. Misalnya, jentik nyamuk. Atau serangga air lainnya. Jangan salah, di air itu banyaaak sekali kehidupan. Bukti kuasa-Nya.

Setelah siap berubah, ia lalu berganti kulit. Sebelumnya ia sudah buat dulu sayap, mata tungkai, dan bagian tubuh lainnya. Lalu, ia ganti kulitnya dan menjadi serangga dewasa, capung yang kita lihat bisa terbang.
Inilah siklus singkatnya. Dewasanya makan apa? Makan serangga kecil juga. Misalnya, wereng atau serangga kecil-kecil lainnya.

Tugas selanjutnya adalah ia mencari pasangan. Lalu kawin dengan cara Tandem. Berikut gambar capung sedang kawin. Cantik bukan.

By: Joseph Castro

Karena sebagian hidupnya di air, ia tidak bisa hidup jauh dari sungai, atau sumber air lainnya. Ia lalu dijadikan indikator kesehatan lingkungan. Jangan salah, lingkungan juga harus sehat. Jika masih ada capung, berarti lingkungan masih sehat. Sumber air masih bersih. Sungai masih sehat. Apalagi jika kita masih lihat banyak capung yang terbang berbarengan. Ia tidak hidup di sungai yang kotor. Nah, kalau pagi-pagi, kita bisa melihat capung hinggap di ranting kering pinggir sungai. Ia sedang berjemur. Lalu bagi ilmuwan, ia dijadikan juga model pesawat terbang.

Sudah panjang saja. Tidak apa-apa lah.
Jadi, mari jaga sumber air. Agar anak cucu kita masih bisa lihat capung di pinggir sungai. Ja ne. ๐Ÿ€๐Ÿ๐ŸŒฟ

Capung sedang makan, sambil hinggap.