Kumbang 🐞

πŸžπŸŒΏπŸ‚
Kumbang termasuk serangga dalam bangsa Coleoptera. CiriΒ  khasnya memiliki sayap depan yang mengeras atau Elitra. Bangsa kumbang ini dilaporkan memiliki keanekaragaman tertinggi di Dunia. Ratusan ribu spesies. Itu kata beberapa Ahli serangga. Namun, ahli lain berpendapat berbeda. Yang paling banyak adalah Hymenoptera. Hymenoptera itu sederhananya, sebangsa dengan tawon, lebah, dan sejenisnya.

Betapa indah kumbang di Dunia ini, lihat gambar berikut. Indah bukan. 😊

Sumber: reubenmiller.typepad.com

Ada banyak kumbang yang menguntungkan, meskipun ada juga yang merugikan.

Pernah dengar kumbang kotoran? Kumbang ini menggulung kotoran, kemudian membuat sarang di kotoran tersebut. Banyak di kotoran sapi, misalnya. Nah, di alam, jika kumbang ini tidak ada maka kotoran ternak akan terus menumpuk. Tak terurai. Coba saja dibayangkan.

Di sawah, kumbang ialah musuh alami beberapa jenis hama pada tanaman. Jika jumlah kumbang cukup, maka hama tidak perlu dikendalikan. Ingat, dikendalikan, bukan dimusnahkan. Hal ini membuat ekosistem seimbang dan harmonis. Makhluk hidup dan lingkungannya. Demikianlah alam ini, seimbang. Hingga kita manusia, tidak bisa menjaganya karena ego kita.

||| Pernah lihat kumbang?
Kumbang apa saja yang kau ketahui?
Di mana kumbang hidup?
Apa makanannya?
Bagaimana dia membuat sarang? Di mana?
Bagaimana ia mengasuh anaknya?
Dan sebagainya, dan sebagainya. |||

Ah,, banyak pertanyaan. Jika beruntung, pertanyaan-pertanyaan itu akan membuat kita sadar betapa luas dunia serangga dan betapa kecil pengetahuan kita tentangnya. Betapa kita selalu tidak punya alasan sombong sebagai makhluk ciptaanNya.

Kumbang, misalkan, satu contoh, kumbang Coccinellidae namanya. Berikut gambarnya.

Kumbang Koksi di Bogor, Indonesia

Pernah lihat.
Jika kau temukan di sawah, jangan dibunuh. Kumbang ini teman petani. Yang dimakan adalah kutu putih. Itu, yang banyak ditemukan di batang, atau bawah daun tanaman. Coba saja perhatikan di bunga mawar. Sebelum menjadi dewasa pun, larvanya memakan Aphids.

Ah,, yang disebut di sini hanya beberapa spesies. Ada ratusan ribu spesies lainnya, dengan peran berbeda-beda. Lalu, masihkah kita merasa digdaya di dunia yang kita sendiri hanya bagian terkecilnya? Masihkah kita tidak mengingatNya ketika melihat kumbang?

# Mari mengingat, mengingatNya… ^^ #

Embun

πŸ€πŸ‚πŸŒΈ

Di pagi hari, sisa-sisa embun dingin masih tersisa di atas permukaan dedaunan. Seakan menjadi selimut bagi bumi yang akan memulai awal baru. Namun, bagi mereka yang di kota, mungkin akan sama saja. Bersyukurlah mereka yang masih tinggal di pedesaan, menemui embun di pagi hari, menemani dan memberi semangat untuk memulai hari dengan senyum. Bersyukurlah juga mereka yang tinggal di kota-kota, merindu bertemu embun pagi. Sekalinya bertemu, mungkin di saat weekend, senang tak terkira. πŸπŸ‚πŸ€

Embun terbentuk dari kondensasi yang terjadi di bawah atmosfer, nun jauh di atas sana. Terbentuk bintik-bintik air. Kemudian, jatuh sedikit demi sedikit di atas permukaan dedaunan, di atas tanah lapang, di atas rerumputan, di atas atap-atap rumbia, di atas permukaan bulu ayam yang tidur di ranting pepohonan, pun di atas pasir di pinggir pantai. Ia ada, tapi sejenak saja. Seperti halnya dunia ini yang hanya sebentar sekali.

Di negara lain, embun mungkin tidak ada. Di musim-musim tertentu. Apalagi di musim dingin. Bukan embun lagi yang jatuh. Namun salju putih yang jatuh pelan. Bersama-sama. Jatuh ketika sunyi masih memeluk si kecil dengan jaket tebalnya. Jatuh ketika induk-induk burung masih menghangati anak-anaknya, memeluknya dengan penuh kasih sayang. Jatuh saat kumbang masih bersembunyi di balik dedaunan atau di balik tanah.

||| Tak ada yang lebih sejuk dibanding sisa embun di pagi hari. Menyelimuti pepohonan dengan lembut. Menemani mentari yang akan terbit di ufuk timur. |||

Salam, dan terima kasih, Embun. Meski sejenak, hadirmu menyejukkan, di atas pink-nya kelopak bunga asoka. πŸ˜ŠπŸŒΈπŸ‚πŸƒ

Kelopak Bunga Asoka

Tidur

“Percobaan kecil kematian” 😁 πŸ•·πŸ•ΈπŸ

Bahasa inggrisnya tidur, Sleep. Bahasa Jawa, Turu. Bahasa sasak, Tindoq. Bahasa Jepang, Nemasu. Bahasa Arab, Naumun. Ada banyak kata dan bahasa yang menunjukkan satu kegiatan. Betapa kayanya bahasa. Betapa kita kadang tidak menyadarinya. Di Indonesia sendiri, puluhan kata menggambarkan kegiatan tidur. Tergantung sukunya. Tergantung tingkatannya juga. Ada yang lebih sopan, ada yang biasa, dan ada yang urak-urakan.

Dari segi kesehatan, menurut beberapa Ahli, tidur dapat membantu menata dan mengarsip kenangan dan pengalaman ke dalam memori otak kita. Apa saja yang kita lakukan dalam sehari semalam, mulai dari bangun tidur hingga akan tidur dipilah pilah. Ada yang untuk memori jangka pendek, ada untuk memori jangka menengah dan panjang. Selain itu, apa yang kita alami dan rasakan disimpan dengan baik. Berbagai macam rasa. Susah, senang, sedih, bahagia, kecewa, bangga, dll.
Jadi, tidur baik itu penting. Sangat penting. Karena dapat menenangkan otak dengan mengatur kenangan-kenangan. Untuk itu, belajar juga dianjurkan sesaat sebelum tidur. Agar lebih mudah ingat apa yang dipelajari. πŸŒΏπŸ€πŸŒΌ

Agama juga sangat memperhatikan sekali tentang tidur. Banyak hadis Nabi tentang tidur. Kita dianjurkan mengikuti bagaimana Rasulullah SAW tidur. Posisi tidur beliau, bahu kanan di bawah. Menghadap kiblat. Berwudhu sebelumnya. Membaca beberapa amalan dan do’a sebelum tidur. Tidur itu penting. Bagaimana tidak. Kalau kita tidur dalam keadaan suci, lalu meninggal dunia, maka kita termasuk mati syahid. Sabda Rasulullah.

Satu lagi, hal esensial dari tidur.
Sebelum tidur:
||| Kita bisa bersyukur atas nikmatNya seharian itu,, melepas penatnya dunia,, berharap bermimpi dengan indah dan berharap, esok selalu lebih baik.. Menyerahkan jiwa raga padaNya. Bukankah, tidur adalah percobaan kematian. |||
Ketika bangun tidur:
Bersyukur karena masih diberikan kehidupan, berharap semua akan baik hari ini dan lebih baik dari hari kemarin.. πŸŒΌπŸπŸ‚

Sudah, itu saja..

Sebelum kita tidur selamanya, mari kita tidur dengan baik.. πŸ˜ŠπŸπŸ‚πŸŒΈ

Hitam – Putih

🌼☘🍁

Yin dan Yang. Dilambangkan dengan hitam dan putih yang saling melengkapi, saling menyeimbangkan. Dalam sejarahnya, lambang ini merupakan salah satu filsafat china yang sudah lama. Meski bertolak belakang, hitam dan putih, keduanya saling memenuhi satu sama lain. Positif dan negatif, gelap dan terang, saling ada secara bersama-sama. Tidak saling iri. Melambangkan keseimbangan kehidupan. Itu menurut sejarahnya. β˜ΊπŸπŸ‚

||| Hitam, akan tampak jelas jika dikelilingi oleh putih. Sebaliknya, putih akan terlihat jelas jika berada dan dikelilingi warna hitam. Manusia pun sama, selalu saling membutuhkan, selalu saling melengkapi. Sesuatu yang saling bertolak belakang, belum tentu tidak bisa saling beriringan. Saling melengkapi adalah hukum alam yang menjadikan keberlanjutan dan keharmonisan dalam semesta. Kita, sama. Akan harmonis jika memiliki pasangan. Pasangan seumur hidup, apalagi. |||

Jika, misalkan, satu sisi kanan berwarna hitam, satu sisinya lagi berwarna putih. Yang akan kau lihat tentunya tergantung dari mana engkau melihatnya. Jika dari kanan, akan hitam. Jika dari kiri, sebaliknya. Untuk itu, selalu perhatikan dari mana engkau melihat sesuatu. Dalam hidup, pandai menempatkan sudut pandang itu penting. Dapat merubah kehidupan seseorang. 😊🌼🌸

Sebuah gelas yang berisi setengah akan dipandang berbeda oleh orang yang berbeda. Ada yang melihat gelasnya terisi setengah, ada yang melihat gelasnya kosong setengah. Itu menandakan perbedaan karakter orang tersebut. Kau percaya, terserah lah.. Ini negara Demokrasi. Tabik. πŸ˜ŠπŸžπŸπŸ‚

Hitam – Putih langit di pagi hari.. πŸ˜€

Api πŸ”₯

πŸŽ‹πŸŒΏπŸ
Puisi Sapardi, “Aku Ingin”

β€œAku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan kata yang tak sempat diucapkan
kayu kepada api yang menjadikannya abu

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan
awan kepada hujan yang menjadikannya tiada”

Puisi di atas hanya sebagai pembuka saja, jangan terlalu dipikirkan. Tapi, diresapi juga tidak apa-apa. ☺

Dalam sejarahnya, dahulu kala, api menjadi alat perlindungan dari binatang buas, alat untuk menghidupkan kayu bayar di malam yang dingin, untuk memasak ikan dan makanan lainnya, untuk menempa besi, dll. Selain bermanfaat, api juga dapat membakar apapun. Dapat merugikan. Yang jelas, peradaban pun mulai berubah, ketika api mulai digunakan dan dimanfaatkan oleh manusia. Seperti anugrah Tuhan lainnya, api tergantung bagaimana manusia mengelolanya. Api itu bisa menghanguskan, tapi ingat, ia bisa menghangatkan juga.

||| Di kanji Jepang, api dilambangkan dengan bentuk 火. Bentuknya memang seperti api unggun. Jika kanji ini berdiri sendiri, dibaca Hi. Tapi jika bergabung dengan kanji lainnya, bisa dibaca berbeda. Misalnya, η«ζ›œζ—₯ artinya hari selasa. Dibaca : ka youbi.  η« yang berada di awal huruf diucapkan ka bukan hi.
Mungkin, dulu kalau, hari selasa itu hari yang cukup panas, sehingga dilambangkan dengan simbol api. Ini sebagai pengetahuan saja ya.. ||| πŸπŸ‚πŸŒΈ

Dalam dunia perfilman, api adalah satu dari empat elemen penting yang dimiliki oleh Avatar. Elemen dasar itu saling melengkapi, api, air, tanah dan udara. Keseimbangan antara keempatnya haruslah tetap dijaga. Keempatnya bisa saling menyeimbangkan. Jika api terlalu banyak, maka dapat dipadamkan dengan air, angin, ataupun tanah. Air yang terlalu banyak dapat diuapkan api, atau disalurkan ke dalam tanah. Tanah dapat dibakar oleh api, digerus air, diablasi oleh angin. Udara dapat diatur oleh api dan air. Jika keduanya tenang, udara tidak akan bisa membentuk topan ataupun angin pusat.

Yang jelas, dari semua ini kita belajar bahwa tidak ada yang sia-sia, asal dimanfaatkan. Semua adalah anugrah dari yang Maha Kuasa. Tinggal kita, manusia, bisa menggunakan dengan baik atau tidak. Membuat kita lebih dekat denganNya atau tidak.

Okee.. πŸ˜ŠπŸπŸ‚πŸ„

Api di Film karya Studio Ghibli, diunduh dari giphy.com