ππΏπ
Kumbang termasuk serangga dalam bangsa Coleoptera. CiriΒ khasnya memiliki sayap depan yang mengeras atau Elitra. Bangsa kumbang ini dilaporkan memiliki keanekaragaman tertinggi di Dunia. Ratusan ribu spesies. Itu kata beberapa Ahli serangga. Namun, ahli lain berpendapat berbeda. Yang paling banyak adalah Hymenoptera. Hymenoptera itu sederhananya, sebangsa dengan tawon, lebah, dan sejenisnya.
Betapa indah kumbang di Dunia ini, lihat gambar berikut. Indah bukan. π

Ada banyak kumbang yang menguntungkan, meskipun ada juga yang merugikan.
Pernah dengar kumbang kotoran? Kumbang ini menggulung kotoran, kemudian membuat sarang di kotoran tersebut. Banyak di kotoran sapi, misalnya. Nah, di alam, jika kumbang ini tidak ada maka kotoran ternak akan terus menumpuk. Tak terurai. Coba saja dibayangkan.
Di sawah, kumbang ialah musuh alami beberapa jenis hama pada tanaman. Jika jumlah kumbang cukup, maka hama tidak perlu dikendalikan. Ingat, dikendalikan, bukan dimusnahkan. Hal ini membuat ekosistem seimbang dan harmonis. Makhluk hidup dan lingkungannya. Demikianlah alam ini, seimbang. Hingga kita manusia, tidak bisa menjaganya karena ego kita.
||| Pernah lihat kumbang?
Kumbang apa saja yang kau ketahui?
Di mana kumbang hidup?
Apa makanannya?
Bagaimana dia membuat sarang? Di mana?
Bagaimana ia mengasuh anaknya?
Dan sebagainya, dan sebagainya. |||
Ah,, banyak pertanyaan. Jika beruntung, pertanyaan-pertanyaan itu akan membuat kita sadar betapa luas dunia serangga dan betapa kecil pengetahuan kita tentangnya. Betapa kita selalu tidak punya alasan sombong sebagai makhluk ciptaanNya.
Kumbang, misalkan, satu contoh, kumbang Coccinellidae namanya. Berikut gambarnya.

Pernah lihat.
Jika kau temukan di sawah, jangan dibunuh. Kumbang ini teman petani. Yang dimakan adalah kutu putih. Itu, yang banyak ditemukan di batang, atau bawah daun tanaman. Coba saja perhatikan di bunga mawar. Sebelum menjadi dewasa pun, larvanya memakan Aphids.
Ah,, yang disebut di sini hanya beberapa spesies. Ada ratusan ribu spesies lainnya, dengan peran berbeda-beda. Lalu, masihkah kita merasa digdaya di dunia yang kita sendiri hanya bagian terkecilnya? Masihkah kita tidak mengingatNya ketika melihat kumbang?
# Mari mengingat, mengingatNya… ^^ #



