Batu

Pada saatnya, sebuah batu akan dapat dikalahkan oleh akar yang menjalar pelan”

Batu itu keras. Siapa yang tidak tahu. Asalnya adalah magma yang ada di dalam bumi. Sedikit demi sedikit, mengikuti siklusnya, batu batu kemudian terbentuk. Asalnya, magma yang panas menjadi dingin. Magma dingin tersebut berangsur mengeras. Butuh waktu lama memang. Kemudian terbentuklah batu yang disusun oleh mineral-mineral.

Ada banyak pertanyaan muncul kemudian. Mengapa bentuknya bermacam-macam? Ohh,, Itu karena  dibentuk oleh air dan angin. Mengapa di atas bukit ada batu besar? Siapa yang membawanya? Ohh,, itu karena memang asalnya dari sana. Terbentuk lama setelah gunung di sana meletus. Di sungai kan juga banyak batu, mengapa? Yaa,, karna terbawa oleh air. Sedikit demi sedikit.

Kau tahu, pasir di gurun pun dulunya adalah bebatuan keras. Karena perbedaan suhu yang tinggi antara siang dan malam. Sedikit demi sedikit batu tersebut terkikis, dan terpecah menjadi bagian-bagian kecil. Sampai akhirnya, pasir terbentuk. Bayangkan saja, siang harinya, suhu di gurun setidaknya bisa mencapai 40 – 50Β°C. Sebaliknya, malam hari turun menjadi di bawah 0Β°C. Sekeras apapun batunya, tidak akan kuat.

||| Lalu setelah menjadi debu, bisa menyucikan, bisa dipakai tayamum. Bagaimana dengan kita? πŸ™‚ |||

Terbentuknya batu adalah siklus. Seperti halnya siklus-siklus lainnya. Terus berputar. Telur, Ulat, Kepompong, dan Kupu-kupu. Terus berulang. Begitupun proses terbentuknya batuan.

Terakhir, kita hanya perlu banyak belajar salah satunya dari bebatuan, akar dan air.
|||Sekeras apapun bebatuan, dapat ditumbuhi oleh akar yang kecil. Lama kelamaan dapat membelah nya. Selunak apapun air, jika terus menetes di atas batu, pada waktunya, akan berlubang batu tersebut.
Apalagi kita, dengan otak kita. Kita, dengan takdir yang kita inginkan. Kita, dengan cita-cita yang ingin kita wujudkan. |||
Ganbatte ne.. ^^ πŸ˜ŠπŸŒΏπŸ€πŸ‚

@Batu Kuta

Batang

Menjadi batang berarti menjadi penopang dan tempat tumbuh. Penopang dedaunan, buah, dan ranting yang tumbuh di atas. Tempat tumbuh akar yang menghujam di tanah. Sebagai penopang, batang hendaknya kuat. Untuk itu, bahan penyusunnya antara lain selulosa, hemiselulosa dan lignin. Selulosa ini adalah senyawa penyusun dinding sel. Bersama dengan lignin dan hemiselulosa, membuat kayu menjadi kuat. |||Kita tidak bisa mencerna selulosa, binatang bisa. Makanya, kita tidak makan batang dan rumput. Kita tidak punya enzim selulase yang dimiliki binatang. |||

Batang juga sebagai perantara. Perantara air dan hara yang diserap dari tanah ke seluruh bagian tanaman. Perantara hasil makanan yang dimasak di daun disalurkan ke seluruh bagian tanaman. Kalau kau ingin tahu, di batang inilah tempat xylem dan floem. Batang harus lah adil membagi, baik air dan hara, maupun hasil makanan.

Masing-masing masing tanaman memiliki karakter batang yang berbeda beda. Batang bambu, tentu tidak sama dengan batang bayam. Batang jambu tidak sama dengan batang seledri. Dan seterusnya. Jika sama, malah akan susah. Tapi kalau semua batang bisa dimakan, mungkin akan enak kali ya.

Menjadi batang berarti menjadi bagian penting kehidupan. Ia tidak iri jika manusia hanya memanen buah dan membakar batangnya. Ia rela dengan senang hati menjadi perantara yang amanah antar semua bagian tanaman.

||| Kita juga. Sebagai manusia. Harus menjadi perantara yang amanah. Perantara kasih sayang Allah SWT kepada makhluk-Nya di bumi. ||| β˜ΊπŸŒ±πŸ€πŸŒΏ

Tanaman Kelor @Qur’aniyah, Batu Kuta

Daun

Dedaunan yang masih bersama rantingnya, pada tanaman, berwarna hijau. Tapi tidak selalu. Ada banyak warna dedaunan. Di daerah tropis mungkin hanya beberapa macam saja. Tapi, di daerah sub tropis lebih beragam. Daerah tropis itu di dekat katulistiwa, sedangkan daerah sub tropis itu agak jauh dari katulistiwa.

Musim berubah, menandakan pergantian suasana dan cuaca. Di daerah tropis hanya ada musim penghujan dan musim kemarau. Di daerah sub tropis ada empat musim, musim semi, musim panas, musim gugur dan musim dingin. Musim inilah yang menjadikan perbedaan warna daun, apalagi di daerah empat musim, seperti Jepang  salah satunya.

||| Pernah dengar Pohon Momiji? Di kenal dengan Maple nya Jepang. Inilah pohon yang warna daunnya beragam. Di musim panas, daunnya warna hijau. Peralihan musim gugur, warnanya berubah menjadi beragam warna, merah, kuning, orange salah tiga nya. Musim gugur, berubah kering. Musim dingin berlapis salju. Dan musim semi, pohon yang gugur daunnya memunculkan tunas-tunas baru. Musim semi inilah, sakura muncul dengan keindahannya.

Yahh, sekitar bulan April. Bagi masyarakat Jepang, sekolah dimulai di musim ini. Bersama dengan mekarnya sakura. Berharap semangat untuk memulai hal-hal baru, belajar hal-hal baru, ditemani indahnya sakura. Semoga dapat berjumpa. |||

Pada daun lah tanaman menghasilkan makanannya, dengan bantuan sinar matahari. Harusnya kita berterima kasih kepada dedaunan juga. Caranya? Kembalikan ia ke dalam tanah. Jika boleh memberikan makna, daun ialah perlambangan kemandirian, kesegaran, keselarasan, kesejukan, dan keharmonisan.

Terakhir, daun sebagai gambaran kesempurnaan ciptaanNya.
β˜Ίβ˜˜πŸŒΌπŸŒΈπŸ€

@Qur’aniyah, Batu Kuta

Bunga

Kau adalah bunga ku. Orang-orang sering menggambarkan orang yang dicintainya dengan perlambang Bunga. Tapi tentu tidak semua bunga. Masing-masing bunga punya perlambang sendiri-sendiri. Tentunya, lambang sebuah bunga adalah karya imajiner manusia yang memberikannya makna.

Sebuah bunga, bermula dari bakal bunga, lalu sedikit demi sedikit membentuk bagian-bagiannya.mahkota, kelopak bunga, serbuk sari dan kadang juga putik terbentuk dan merangkai menjadi sebuah bunga. Tak ada bunga yang langsung terbentuk sempurna. Selalu ada proses. Setiap bunga selalu berproses.

Kehidupan manusia pun demikian. Setiap fase harus dilalui. Bayi hingga tua dan meninggalkan dunia menjadi proses yang dilewati setiap manusia. Yang terpenting bukan saat kita dilahirkan. Karena semua manusia dilahirkan sama. Namun bagaimana menikmati dan menjalani proses di dunia inilah yang terpenting.

||| Bunga yang sempurna kemudian gugur. setelah tiada, yang dikenal oleh manusia ialah betapa cantik dan harumnya bunga itu, bukan gugurnya. Demikian halnya manusia, Kita. Hidup, berproses, dan akan gugur pada saatnya. |||
Semoga bunga ramadhan kali ini, dapat kita nikmati keanggunan nya. Amiin YRA..

β˜ΊπŸŒΈπŸ‚πŸŒΌ

@MA Qur’aniyah, Batu Kuta

Akar

Bagian tanaman yang tidak terlihat dan rela terkubur, itulah akar. Melambangkan bahwa kau bisa memilih untuk tidak terlihat meskipun menjadi bagian penting sesuatu. Dan memang, selalu ada yang tidak terlihat dalam karya dan usaha sehebat apapun.

Akar menyerap unsur hara yang dibutuhkan dari sekitarnya, dengan bantuan air. Ia tidak pernah serakah dengan menyerap jauh lebih banyak dari kebutuhannya. Kita mestinya belajar.

Bagi tanaman yang baru akan tumbuh, akar yang terkubur dengan baik dapat membantu tanaman tumbuh baik. Malahan, jika tidak terkubur baik, tanaman bisa saja mati seiring bertambahnya hari. Sifat ini sering kali dikaitkan dengan sifat tawadhu. Dalam daaruttauhiid.org, Ust. Aa Gym menggambarkan bahwa pohon yang akarnya menghujam ke dalam tanah, akan berdiri kokoh dan kuat. Kalau dihempas angin, bahkan diterjang badai sekalipun ia akan tetap berdiri. Inilah perumpamaan mengenai orang yang berhasil menanamkan dirinya pada bumi ketawadhuan.

Akar dengan kemampuan yang diberikanNya, mampu membantu kaktus hidup di tengah gurun pasir yang tandus. Akarnya lebih panjang dari tanaman di tempat lain karena mencari air untuk tetap hidup. Akar juga membantu lumut dan paku memulai kehidupan di tempat yang pohon lain belum bisa tumbuh, di atas batu cadas, bahkan di bebatuan karst sekalipun.

Seberapapun penting peran akar bagi tanaman, ia tidak bisa hidup sendiri. Ia tidak pernah menafikan batang dan daun yang juga bagian penting.

||| Begitu pun kita. Kita hendaknya belajar bahwa setiap orang menjadi penting dengan cara masing-masing. Jadi, saling memahami lah seperti akar, batang dan daun tanaman yang tidak pernah saling iri. |||