Biru

Kali ini warna biru. Salah satu warna dalam pelangi. Pun background pelangi sering kali adalah biru, warna langit di belakangnya, walau dalam kenyataan kebanyakan tidak juga. Jika warna biru digabungkan dengan warna kuning, maka akan terbentuk warna baru, hijau. Kalau untuk hasilkan warna biru, bisa dengan menggabungkan warna hijau dan kuning? . Jawabannya tidak. Artinya, sesuatu kadang tidak bisa dibalik begitu saja.
||| Tidak semua bertimbal balik, di dunia. Begitu pun dalam kehidupan, tidak semua peristiwa berjalan maju, ada juga yang berjalan mundur. |||

Jika sebelumnya warna hijau, yang banyak disebutkan sebagai warna di dalam surga, warna biru tidak disebutkan. Apakah ini berarti warna biru tidak ada di Surga? Belum tentu. Tapi, bagi yang senang warna biru, jika masuk surga nanti, pasti ada.

||| Dalam Al-Qur’an, setidaknya warna biru hanya disebutkan sekali. Menurut genaislamika.com,
Surat dan ayat Alquran yang memuat penyebutan warna biru ialah, β€œβ€¦Kami akan mengumpulkan pada hari itu orang-orang yang berdosa dengan muka yang biru muram” (Q.S. Thaaha: 102). Biru muram dalam ayat tadi bukan hanya menerangkan, tetapi juga mengilustrasikan warna dan keadaan wajah. |||

Terlepas dari hal itu semua, warna favorit banyak orang salah satunya adalah biru, yang dikatakan melambangkan kejernihan pikiran.

Jika suka warna biru, mari berjabat tangan. Jika pun tidak, mari berjabat tangan juga. Karna hidup yang hanya terdiri sari satu warna, tidaklah menarik. Warna-warni disenagiNya, bukan? πŸ‚πŸŒΌπŸŒΈπŸ˜Š

Lampu

Sebagaimana kita ketahui bahwa lampu berfungsi untuk menyinari sekelilingnya. Ia terlebih dahulu menyinari dan menghasilkan cahaya terpendamnya dengan bantuan. Lampu Pijar, misalnya, mampu menghasilkan cahaya berkat kerjasama yng baik antar sumbu, minyak, botol, besi, dan yang sering kali terlupakan adalah Oksigen. Makanya, nyala api itu ke atas, cari oksigen untuk bantu menghasilkan api. Coba tidak ada oksigen, tutup dengan gelas besar, pasti akan padam.

Seperti halnya lampu pijar, lampu bohlam menghasilkan cahaya dengan kerjasama yang apik antara kumparan, aliran listrik, kaca, dll. Berbeda dengan lampu pijar, bagian dalam bohlam tidak boleh ada udaranya. Meskipun satu unsur, Oksigen dapat berfungsi kebalikannya, pada dua hal yang berbeda.

||Begitulah kehidupan. Tidak ada yang murni hitam putih. Hitam tidak selamanya bisa terus menerus hitam. Putih pun tidak akan selamanya terus menerus putih. Semua hal berubah, kecuali perubahan itu sendiri||

Di sisi lain, seperti perumpamaan di atas, tidak ada hal yang bisa berjalan sendiri. Pijar membutuhkan minyak untuk menyala. Bohlam membutuhkan listrik untuk berpijar. Di dalam kegelapan pun kita selalu ditemani gelap itu sendiri.

Jadii, ingatlah, selalu ada teman dalam keadaan apapun, bahwa kita tidak akan bisa bermanfaat seorang diri, bahwa oksigen yang esensial bagi kehidupan juga memiliki sisi tersembunyi. Tidak mengapa untuk berusaha seperti lampu yang menyinari, tapi selalu ingat juga lampu pijar tidak akan pernah iri terhadap lampu bohlam yang memiliki cahaya lebih. Begitupun kita, dan orang-orang di sekitar kita… πŸŒΈπŸŒ»πŸŒΌπŸ˜‰

Hijau

Hijau adalah salah satu warna favorit banyak orang. Selaras dengan alam adalah salah satu yang hal yang pertama terlintas ketika menyebut kata hijau. Dari segi ilmiah, hijau itu hanyalah pantulan cahaya pada spektrum yang diterima oleh mata kita. Terlepas dari itu semua, hijau dapat memberikan rasa tenang bagi siapapun yang memandangnya.

Daun berwarna hijau, menyegarkan mata yang memandangnya. Cobalah sesekali perhatikan rumput di halaman, pasti enak rasanya. Cobalah sesekali jalan-jalan ke sawah, lihatlah dedaunan pada ranting-ranting pepohonan, sejuk rasanya. Inilah salah satu nikmat yang diberikan melalui mata kita. Lalu, masihkah kita tidak mensyukurinya?

Surga yang digambarkan dalam Al-qur’an pun diisi oleh warna hijau.

Terlepas apapun warna yang kita senangi, warna menjadi bagian dari hidup. Warna bersifat netral, manusialah yang memberikan arti dalam setiap warna yang dilihatnya. Pencipta tentu menginginkan kita untuk menghargai warna-warna yang diberikanNya. Begitupun juga menghargai sesama yang memiliki warna berbeda dengan kita, baik warna dalam arti sebenarnya, warna dalam arti sifat, karakter, asal usul, dll.

Mari nikmati hidup yang berwarna ini.. πŸ˜πŸ˜ŠπŸŒΈπŸπŸ‚

Bukankah, nasib kita juga penuh warna warni.. πŸ™‚

Kuat

“Bersama dengan kekuatan yang besar, terdapat tanggungjawab yang besar juga”

Inilah kurang lebih kalimat yang terdapat dalam salah satu adegan di film Superman. Memang kita dapat menemukan kalimat-kalimat semacam ini dalam film-film. Bagi sebagian orang, selain karena filmnya memang bagus, kalimat-kalimat yang seperti ini yang menjadikan orang senanng menonton dan ingat filmnya. Bahkan mungkin dalam sinetron di TV? Ada kali ya. Tapi tidak tahulah, karna sekarang, banyak yang tidak bermutu. Lebih baik nonton anime. hhee ✌ πŸ™‚

Kuat dapat berwujud dalam banyak bentuk. Namun bagi pria ataupun perempuan, kekuatan itu universal. Tidak benar jika pria lebih kuat dibandingkan dengan perempuan. Silahkan berdebat.. πŸ˜€ Dan bagi penulis, kuatnya lelaki ialah kemampuan bertanggungjawab yang dipegangnya dn kuatnya perempuan ialah pada kelembutannya. Tapi ini salah satunya saja, keduanyapun bisa dimiliki sebaliknya. Jadi jangan dipusingkan. Yang terpenting adalah diri kita masing-masing, kuat dengan kekuatan kita masing-masing.

Jadi, mari memperkuat diri.. Melawan status kuo, dan menjadi diri kita sendiri.. #See you.. ^^ 🍁🌸

Baru

Di awal, sesuatu yang baru sering kali menjadikan kita menjaganya dengan baik. Seiring berjalannya waktu dan sesuatu itu menjadi tidak baru lagi, kita sedikit demi sedikit mengurangi perhatian kita padanya. Sebagai contoh, handphone yang baru dibeli akan diperhatikan dengan baik. Menaruhnya di atas meja atau lantai pasti dilakukan dengan berhati-hati. Hal ini bertahan mungkin hanya beberapa waktu. Selanjutnya, geletakkan saja semaunya, taruh saja sekenanya, atau banting saja sehati-hatinya. Tidak masalah. Setidaknya bagi penulis, entah bagi yang lainnya

Pertanyaannya adalah mengapa seperti itu? Jawabannya tidak ada yang pasti. Yang jelas, rasa kepemilikanlah yang membuat seseorang seperti itu adanya. Rasa kepemilikan di awal-awal tentu tinggi. Seiring waktu, semakin memudar sedikit demi sedikit.

Tenang saja. Kasus ini, tentunya, banyak ditemukan untuk barang-barang yang dimiliki. Tapi, ada banyak kasus yang tidak seperti ini. Seperti pecinta buku, yang akan terus merawat bukunya dengan baik. πŸ™‚

Contoh lainnya adalah seorang peCinta. Ehh, tapi, cinta bukan tentang saling memiliki. Cinta itu selalu tentang saling memahami, sehingga akan terus bisa dijaga, terus bisa saling memahami. Karena itu, dua orang yang saling cinta tidak disebut saling memiliki, tapi saling melengkapi, berpasangan.

Dalam hidup, tidak ada yang kita miliki, kita hanya dititipi. Jadi kenapa harus khawatir dengan hidup??? Jika diambilNya kembali tidak masalah, kan? Jika diberikannya lagi, tidak masalah juga, kan? Yang jelas, keputusanNya yang pasti TERBAIK.

Hal yang baru kita ‘miliki’, mari kita jaga baik-baik, apapun itu.

Setiap saat adalah saat yang baru. Ridho adalah cara terbaik untuk menjaga setiap hal-hal baru yang sekarang dan akan kita ‘miliki’, kan? 😊

###

πŸƒπŸπŸŒΈ