Kenyataan๐Ÿž

***

Kenyataan itu penting untuk dijalani. Jangan sampai kita lupa untuk menikmatinya. ๐Ÿ€

Meski kadang suka dan duka bertumbukan, namun ya, kenyataan itu hanya sekali saja. Tidak akan terulang. โ„

Kenyataan itu tentang waktu. Dan tidak bisa diulang persis. Apalagi waktu, siapa yang bisa mengulanginya? Rumput yang bergoyang pun tentu mengatakan tidak ada,,, selain tentunya IA. Jika ingin. ๐Ÿž

๐Ÿ’ฎSatu kalimat yang penting, “mari berdamai dengan keadaan”, bisa dijadikan prinsip.

๐ŸŒธKenyataan itu akan selalu terjadi. Baik atau pun buruk. Sedih atau pun bahagia. Kecewa atau pun bangga. Ragu atau pin yakin. Terpenjara ataupun merdeka. Dan bagaimana menyikapinya, itu yang penting. ๐Ÿ˜Š๐Ÿ’ฎ๐Ÿž๐Ÿ€

Keberuntungan ๐ŸŒธ๐Ÿฆ‹

๐ŸŒธ๐Ÿ€๐Ÿž

Memang benar, keberuntungan itu kita dapatkan setelah kita berusaha dengan baik dan ditambah pilihan kita untuk berani mengambil resiko yang sudah diperhitungkan.

Jika tidak berani, ya, jangan berharap lebih. ๐Ÿ’ฎ


Keberuntungan bisa pergi ke negerinya Luffy, Shinichi, Doraemon, Killua, et cetra, penulis didapatkan karena mengambil resiko untuk belajar bahasa inggris beberapa bulan, mengeluarkan uang untuk persiapan dan ketika di Jepang, dan keberanian untuk menyempatkan waktu mengurusnya. Resikonya tentu ada, tapi jika sudah niat, pasti bisa. Cari jalannya dengan baik. Jika kita langsung berhenti, ya, jalannya tidak akan ketemu. ๐Ÿž

Jangan harap dengan hanya menulis ingin ke Jepang, atau membayangkan orang menawarkan jasa membawa kita ke Jepang, atau dengan hanya berdo’a saja. Sekelas kita, mana mungkin. Hil yang musatahal. ๐ŸŒธ๐Ÿ€

Dunia tidak sebercanda itu. Dunia akan mengajak kita bercanda ketika kita sudah berusaha dengan baik. Berproses saja. Lalu, biarkan IA membawa kita ke mana pun. Oks. ๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜

Sesaat sebelum berangkat ke Jepang. Sabtu, 21 Juli 2018

Sesaat setelah sampai di Jepang. Minggu, 22 Juli 2018.

Alasan

Masih kah kau ingat,

Alasan kau hidup?

… ๐ŸŒผ

… ๐ŸŒฟ

Masih kah kau pegang,

Alasan kau belajar?

… ๐Ÿฆ‹

… ๐Ÿ

Masih kah kau pikirkan,

Alasan kau melangkah?

… ๐Ÿž

… ๐Ÿ€

Masih kau menikmati,

Alasan kau bekerja?

… ๐Ÿฆ—

… ๐Ÿฆ

Masih kah kau ingat,

Alasan kau bersyukur?

… ๐Ÿ’ฎ

… โ„

Masih kah kau ingat,

Alasan kau mencintai? ๐Ÿ˜Š๐Ÿ๐ŸŒผ


Jika tidak, maka mari renungi kembali alasan hidup kita, alasan belajar kita, rasa yang membuat kita melangkah, alasan kita bekerja dan bersyukur.

Kalau mencinta, apakah kita butuh alasan, selain alasan karenaNya.. ๐Ÿ˜๐Ÿ๐Ÿฆ‹

Lupa sumbernyaa.. ๐Ÿ˜…

Mari menikmati alasan kita dan DIA.. ๐Ÿ˜€

Kamar orang Jepang.. ๐Ÿ™‚

Tidak semua

๐Ÿ’ฎ๐ŸŒธ๐Ÿž


###
๐ŸŒผ๐ŸŒธ๐ŸŒฟ
Di film Sang Pemimpi..
Bapak Guru Balia bertutur:
“Yang Terpenting,,
bukan seberapa besar mimpi kalian..
Tapi seberapa besar kalian untuk mimpi-mimpi itu..”

Kata Bondan prakoso,, “Hidup berawal dari mimpi..”

Semua bermula dari sebuah desa kecil,,
dipupuk di sebuah Pondok dan Sekolah yang sederhana,,
dari sanalah,,
dengan izinNyaa..
ia kan buktikan
bahwa tidak ada impian yang terlalu besaar.. ๐Ÿ™‚

Dari Pondok Sederhana itu,,
Ia mulai rajut langkah,,
hingga
ia kan singgah di Negrinya
Lufy,, Doraemon,, dan Conan.. ๐Ÿ™‚

๐Ÿž๐Ÿ๐Ÿ€
Berdo’lah yang Besar,,
IA terlalu Agung untuk do’amu yang sederhanaa.. ๐Ÿ˜€


Tulisan di atas, tertulis dua tahun lalu, kemarin, tepatnya. Tanpa diedit, jadi masih ada yang kurang sedikit, tidak apa-apa lah. ๐Ÿฆ‹

Nah, mimpi itu, memang tidak akan terwujud semalam, tidak akan langsung terjadi setelah kita memimpikannya. Kecuali, memang di dunia imaji sana. ๐ŸŒผ

Mimpi itu dipupuk, dirawat, dijaga dengan baik. Bukan setahun dua tahun. Namun kadang bisa bertahun-tahun. Saya buktikan sendiri, setelah 10 tahun lamanya. ๐ŸŒธ

Mimpi itu, tidak mudah terwujud. Jadi harus siap-siap dengan baik.

Pesan saya, kita semua harus ingat bahwa tidak semua kita bisa mewujudkan impian kita. Tidak semua. Jadi kita harus bersiap-siap jika impian kita tidak terwujud. Tapi, bagaimana kita tahu impian kita tidak terwujud jika kita tidak mencoba dan memperjuangkannya? ๐Ÿž

Maha karya itu tidak terwujud semalam. Kalau kata Bu Desi Mal, di dalam Buku Guru Aini, “Pengorbanan itu konstanta tetap (bagi sebagian orang)“. Jadi, harus terus berkorban. ๐Ÿ๐Ÿž

Pada akhirnya, tidak ada yang tidak akan terbalas. IA sudah berjanji. Jaa nee.. ^^ ๐ŸŒธ๐ŸŒฟ๐Ÿ€

Di JAXA, Tsukuba, Japan.. ๐Ÿ˜Š

#Membeli mainan satelit luar angkasa Jepang, Hayabusa namanya… ๐Ÿฆ‹

Dua ‘S’

๐ŸŒธ๐ŸŒผ๐Ÿ€
“Melihat mereka yang duluan berhasil, hampir tak mungkin egomu tak tersentil.

Mungkin mereka telah memulai lebih dahulu, dan kau butuh waktu menggapai benih mimpimu.

Terdengar hatimu yang menggebu. Terdengar langkahmu yang menderu.
Dunia melupakan tempo, menunggu giliranmu. “

#Sherina, 2019
@sherinasinna

Semangaat,, setiap orang punya perjuangannya masing-masing.. ^^
๐Ÿ˜Š๐Ÿฆ‹๐Ÿž


Tulisan di atas adalah status saya tahun lalu. Mengutip tweet Sherina di Twitternya. Ya, memang benar sih, jika boleh jujur, kita tentu iri dengan orang yang lebih dulu sukses dengan kehidupannya. Dalam banyak hal. Tapi ya, kita tetap bisa menghibur diri. Tenang saja. Masing-masing kan punya waktu suksesnya sendiri-sendiri. ๐ŸŒผ

Kehidupan orang berbeda-beda, dan kita tetap bisa belajar dari perbedaan kehidupan tersebut. ๐ŸŒฟ๐Ÿž

Kita mungkin tidak bisa seperti dia. Tapi, paling tidak, kita punya objek untuk berdo’a padaNya. Apalagi jika objek do’a kita itu adalah mereka yang benar-benar baik sampai akhir hayatnya.

Hari ini, banyak wajah dibasahi air mata, mengiring kepergian salah satu sastrawan terbaik Indonesia. Eyang Sapardi Djoko Damono. Saat ini, ketika susunan kata tidak jelas ini akan diunggah, sebanyak 85,6 ribu tweet menggambarkan kesedihan ditinggal beliau. Bukti betapa indah kenangan kehidupan yang beliau tinggalkan. Mungkin jutaan do’a terpanjatkan dari hati terdalam untuk tempat terbaik beliau di sisiNya.

Saya pun begitu. Saya yakin, orang baik akan selalu dapatkan tempat terbaik.

Tahun ini, genap delapan puluh tahun beliau hidup di dunia ini. Yang terkenang adalah keindahan dan keanggunan puisi dan karya-karya beliau lainnya. Yang dikenang dari beliau adalah kesederhanaannya. Yang dikagumi dari beliau ialah dedikasi beliau. Ahh, terlalu banyak sehingga tidak dapat ditulis satu per satu. Bertemu dengan karya beliau adalah salah satu anugrah terbaik.

Tidak lah salah, jika setiap orang ingin seperti beliau, berjuang untuk meneladani beliau.

Selamat jalan Eyang SapardiDD.. ๐Ÿ™๐Ÿ˜Š๐ŸŒธ๐Ÿž

Twitter: @SapardiDD