Kenangan ๐Ÿฆ‹

***

๐Ÿ’ฎ๐ŸŒธKenangan seseorang selalu saja menarik. Untuk didengar, untuk dikisahkan kembali, atau untuk sekadar diingat-ingat saja. Syukur-syukur untuk diambil pelajaran darinya.

Ada banyak kenangan yang dimiliki setiap orang. Tentunya, ada yang sedih dan bahagia, ada yang menyenangkan dan mengecewakan, ada yang indah dan buruk, ada yang abu-abu (karena memang lupa). Hhee. ๐Ÿž๐Ÿ

Kenangan-kenangan itu, akan tetap dijaga atau tidak, tergantung orang yang memilikinya. Jika memang bisa tetap dijaga, kenapa harus dibuang?. Suatu saat, kenangan-kenangan itu pasti akan bermanfaat. Buktikan saja. Kadang, kau bisa belajar untuk tidak mengulanginya di masa depan. Kadang, kau bisa ingat itu agar orang lain tidak mengalami hal yang sama dengan apa yang kau alami.

Hari ini akan selalu menjadi kenangan, jadi jangan lupa dinikmati, bagaimana pun keadaannya. Masa depan pasti akan selalu merindu hari ini. ๐Ÿ˜๐Ÿฆ‹๐ŸŒธ

Pasti selalu ada alasan kenapa Tuhan Yang Esa memberikan kenangan itu dulu, menakdirkan kenangan itu di masa lampau. ๐Ÿ’ฎYang perlu kita lakukan hanya lah percaya akan alasanNya itu ๐ŸŒธ. Dalam Buku Sabar dan Ridho, karya @zaki_elqattamy, beliau menulis:

Twitter: @zaki_elqattamy

Begitu pun dengan kenangan-kenangan kita. Maka tidak elok jika kecewa dengan takdirNya di masa lalu. Mari selalu berlatih Husnuzdon padaNya.

Kemampuan untuk Husnuzdon padaNya itu tidak bisa didapat dengan instan. Kecuali, yaa, kita berusaha dengan baik. Berlatih. Berdo’a padaNya. Semoga kita ditakdirkanNya. ๐ŸŒผ


Tentang kenangan, tepat dua tahun lalu, saya pernah menulis di FB. Ceritanya seperti ini:

๐ŸŒธ๐Ÿ๐ŸŒธ
Teringat cerita Bapak Alwi Shihab dulu,,
kurang lebih,,
beliau ditanya, “kenapa masih melanjutkan sekolah padahal kau sudah banyak harta,??”
Beliau menjawab:
“Aku tidak ingin dikenal dengan banyaknya harta yang kumiliki,, namun aku ingin dikenal dengan Ilmu yang ku miliki..” ๐Ÿ€๐ŸŒผ

Pertemuan dengan bapak Alwi Shihab ketika PK (Persiapan Keberangkatan) – 65 LPDP menambah semangat untuk tetap menuntut ilmu. Hhee


Pada akhirnya, saat ini dan masa depan kita akan menjadi kenangan. Pertanyaan selanjutnya adalah

#Kenangan seperti apa yang akan kita tinggalkan?

Tidak, tidak, tidak hanya untuk orang-orang terdekat atau anak cucu kita nanti (jika punya). Tapi kenangan kita selama di Bumi untukNya. ๐Ÿ˜Š๐Ÿ€๐ŸŒธ๐Ÿ

Jum’at pagi

Ikigai – ichi ^^

๐Ÿž๐Ÿฆ‹๐ŸŒธ
Sebagai pembuka:
โ€œTidak perlu khawatir jika impianmu masih kecil. Biarkanlah perbuatan mu menjadikannya besarโ€


Bagian pertama ikigai adalah awali dengan hal-hal yang kecil.

Setiap sesuatu memang diawali oleh hal-hal yang kecil. Segunduk pasir terdiri dari atau tersusun oleh butir-butir pasir yang kecil. Sebuah rumah tersusun atas batu bata yang disusun rapi lalu dilengkapi dan disatukan dengan adonan semen, campur pasir, dan campur air. Semua tersusun dari hal-hal yang kecil sehingga menjadi besar. ๐ŸŒผ๐Ÿž๐Ÿ€

Begitu pun kehidupan, ia adalah kombinasi takdir-takdir kecil yang kita jalani setiap harinya.

Belajar dari Jepang, ada kebiasaan bangun pagi yang memang sudah membudaya. Tapi tidak semua juga sih. Bagi karyawan-karyawan kantor, mereka biasanya bangun lebih siang. Malamnya mereka memang tidur lebih larut. ๐Ÿฆ‹๐Ÿ

Kembali ke kebiasaan bangun pagi.
Salah satu contohnya adalah pedagang ikan tuna. Mereka salah satu profesi yang harus bangun pagi. Ikan tuna ini adalah salah satu jenis ikan yang dijadikan bahan dasar sushi. Sushi itu sangat mahal sekali, untuk ukuran kita-kita. Apalagi di restoran terkenal. Jadi ikan tuna yang digunakan juga pasti kualitas terbaik. Apalagi restoran-restoran yang sudah terkenal akan sangat menjaga kualitas makanan mereka. Mereka hanya akan menerima yang terbaik. ๐Ÿ˜๐Ÿฆ‹๐Ÿ€

Pedagang ikan tuna harus jeli memilih mana ikan tuna yang terbaik. Jadi, mereka akan datang ke pelabuhan di pagi buta. Atau jika tidak ke pelabuhan, mereka akan datang ke pasar ikan. Di pagi hari itu, ikan tuna yang sudah didapatkan nelayan digelar. Ada banyak ikan tuna yang digelar. Para pembeli lalu memilih mana yang terbaik. Mereka hanya akan mendapatkannya di pagi hari. Mereka yang sudah berpengalaman akan memiliki kemampuan memilih yang terbaik tersebut. Tuna terbaik akan dihargai dengan harga terbaik pula. ๐Ÿ€๐Ÿฆ‹๐Ÿฆ—

Sekilas info. Ada ikan tuna yang harganya mencapai Rp43 miliar. Baca di sini: https://www.liputan6.com/citizen6/read/3866469/raja-sushi-jepang-pecahkan-rekor-beli-ikan-tuna-raksasa-seharga-rp-43-miliar

๐Ÿž๐ŸŒธTentang bangun padi, dahulu, ada pepetah Jepang yang mengatakan, โ€œBangun di awal pagi adalah keuntungan 3 monโ€. Mon itu mata uang jepang pada masa Muromachi (1336-1870). Setali tiga uang, ada juga pepatah inggris tentang pentingnya bangun pagi, the early bird catches the worm. Dalam islam pun, doโ€™a yang paling dekat dengan terkabulnya adalah doโ€™a di sepertiga malam terakhir.

Semuanya dimulai dari hal-hal kecil, kebiasaan kebiasaan kecil, atau pun cita-cita kecil. Masih ada banyak sekali contoh masyarakat Jepang yang senang sekali memulai dengan hal-hal kecil. Walau pun kecil dan sederhana, tapi ini lah yang menjadikan masyarakat Jepang bisa seperti saat ini. ๐ŸŒธ๐Ÿฆ‹๐Ÿ’ฎ

๐Ÿ€Kebiasaan-kebiasaan kecil di Jepang yang bisa kita pelajari ada banyak. Membuang dan memilah sampah pada tempatnya. Menyapa dengan mengucapkan ohayou setiap pagi (kita, tidak perlu bilang ohayou, senyum saja sudah cukup). Tepat waktu. Bersih-bersih setiap padi dan sore. Olahraga di pagi hari. pemerintah jepang memiliki Radio Taiso. Radio ini yang membunyikan lagu untuk senam di pagi hari bagi seluruh masyarakat jepang. Berdoโ€™a sebelum makan. Orang Jepang biasanya mengucapkan: Ittadakimasu. Et cetra.

Ini saja lah. Mari belajarโ€ฆ ๐Ÿ˜Š๐Ÿฆ‹๐Ÿ€

Sebuah piring ditambal dengan emas. Namanya kantsugi. Sumber: https://matcha-tea.com/buddhism/kintsugi-a-japanese-art-of-brokenness-and-beauty

๐Ÿ˜Š Baca

๐Ÿž๐Ÿฆ‹๐Ÿ€

Selamat ber-malam, pembaca yang mem-baca bahagia. Malam selalu menjadi selimut lelah di siang hari. Bersama malam, raga dan jiwa beristirahat, bagi sebagian orang. Tapi tidak mengapa, setiap orang beristirahat dengan caranya masing-masing.. ๐Ÿ˜


Membaca merupakan sebuah proses yang tidak sederhana. Memang, hanya berasal dari kata baca. Bahasa Arabnya, Iqro’. Bahasa Inggrisnya, read. Namun walau sederhana, membaca membawa kita ke dunia yang berbeda. Ah, terlalu mengawang-awang yaa. ๐Ÿ’ฎ๐ŸŒธ

Begini saja. Membaca selalu menjadi proses sehari-hari. Ibu kita, membeli buah-buahan atau sayuran di pagi hari, sembari membaca tentunya. Membaca sayuran mana yang masih bagus, sayuran mana yang lebih murah, atau sayuran apa yang akan dimasak pagi ini. Ayah kita juga sama. Ia membaca hari ini dengan usaha dan keringatnya. Agar si kecil atau kita yang di rumah bisa selalu membaca. Itu juga membaca. Membaca keseharian. ๐Ÿž๐Ÿ€

Jika kita berada di tempat yang tidak dikenal, maka membaca selalu menjadi solusi. Membaca peta dan arah jalan, agar tidak tersesat. Oh iya, katanya, perempuan agak sulit membaca peta. Jadi sebaiknya tidak membiarkan wanita yang baca peta di tengah jalan. Benar kah?. Saya juga belum meneliti. Yang tahu, kasi tahu ya. Membaca peta menjadikan kita tahu arah jalan kita. Membaca raut muka menjadikan kita tahu isi hati orang lain. Membaca senyuman menjadikan kita, menjadikan kita, apa ya, nyaman lah.

๐ŸŒผ๐Ÿž๐Ÿฆ‹Jadi, membaca itu proses penting. Mari kita latih bersama. Ketika kita membaca, banyak proses terjadi di tubuh kita. Mata akan fokus. Telinga menjadi kurang berfungsi. Otak bekerja. Neuron-neuron di otak tersambung mencari teman-temannya. Otot mata berkedip. Tangan memegang buku. Nafas tetap berhembus. Ya iya, tidak mungkin terhenti lah. Hidung menghirup aroma khas kertas yang selalu dirindukan para penikmat buku. Ini karena saya lebih senang dengan buku cetak sih. Yang senang buku elektronik juga tidak apa-apa. Nikmat sekali. Sembari duduk di halaman setelah hujan reda. Ditemani aroma khas tanah setelah hujan. Indah. Cantik.

Yahh, seperti itulah. Membaca selalu menjadi nikmat tersendiri bagi penggemarnya. โ˜บ๐Ÿ˜๐ŸŒธ


Ada yang bertanya, bagaimana cara agar senang membaca?

Kalau kata Mbak Nana (Najwa Shihab), “Membaca itu seperti menemukan kekasih. Cukup temukan satu buku saja untuk jatuh cinta terhadap membaca. Cari buku itu, lalu temukan cinta. Mari jatuh cinta“. Sedikit diparafrase oleh penulis. Hhee ๐Ÿ€๐ŸŒฟ๐Ÿž

Oh iya, sebagai penutup. Masih di IG-nya mbak nana. Pernah ada kata-kata seperti ini:

Membaca itu, bukan berarti karena kita tidak punya kehidupan. Tapi karena kita ingin hidup di lebih banyak kehidupan“. #UNKNOWN. ๐Ÿฆ—๐Ÿž๐Ÿฆ‹

Yaahh, kurang lebih lah. Tuhan juga selalu menyuruh kita membaca agar kita bisa menikmati kehidupan.

Dan membaca, yang membawaku ke sini. Oyasuminasai.. ๐Ÿ™‚

Sky Tree di malam hari, Tokyo ๐Ÿ‡ฏ๐Ÿ‡ต

Tanya siapa? ๐Ÿฆ‹

Kita harus bertanya kepada siapa?
Tanyakan kepada diri sendiri, apa yang sebenarnya kita inginkan. Yang lebih tahu kan, hanya diri kita.

โ€œIkuti kata hatimuโ€
Tutur seseorang kepada sahabatnya yang sedang bingung menentukan sesuatu.

Apakah mengikuti kata hati itu selalu benar?
Iya. Tapi, kita harus bisa bedakan, antara kata hati dan kata nafsu kita. Kita juga hendaknya harus tahu, yang kita dengar itu adalah benar-benar kata hati kita. atau kah, yang kita dengar itu adalah nafsu kita. Yaahh, namanya juga manusia, kita lebih sering mendengarkan kata nafsu kita, bukan kata hati kita. ๐Ÿ€๐ŸŒธ

Lalu, solusinya?

๐Ÿ’ฎ๐Ÿ€Minta saja kepada-Nya dengan penuh harap. Selalu meminta kepada-Nya. Insyaallah, IA akan selalu menunjuki dan menuntun kita mendengarkan kata hati.

Jadi, mari menjaga baik-baik hati kita. Titipkan kepada-Nya, agar aman.
Berbahagialah,,,
Mereka yang menjadikan HATI sebagai RAJA, dan menjadikan NAFSU sebagai BUDAK. Semoga kita bisa, Amiin YRA. ๐Ÿ˜Š๐Ÿ€๐Ÿ’ฎ


Dalam banyak hal, menanyakan sesuatu kita lakukan ketika kita tidak mengetahui tentang suatu hal. Tentunya, kita hendaknya bertanya kepada orang yang lebih mengetahui tentang hal itu. Jangan tanya ke yang tidak tahu. Ya, jadi tambah bingung. Atau kadang tidak bingung, tapi salah sekalian.

Saat ini, kita sering atau selalu disajikan berita-berita dan informasi dari banyak arah. Melalui handphone, televisi, komputer dll. Banyak yang membuat kita bingung karena tidak tahu mana yang benar, mana yang salah. Setiap orang bisa berkomentar bebas. Padahal, dia belum tentu tahu apa yang sebenarnya terjadi. Padahal ya, dia tidak ahli tentang hal itu namun sok lebih ahli. Lalu, ketika orang yang benar-benar mempelajari hal itu mengatakan hal yang berbeda, dia malah tidak terima. ๐Ÿฆ—โ„

Nah,, jika kita mendapatkan informasi, jangan langsung dipercaya. Jika memang yang disampaikan itu logis dan dari ahlinya, mungkin itu lah yang lebih benar. Tapi jika yang disampaikan tidak logis dan bukan ahlinya, maka jangan percaya. Kita sendiri yang rugi. ๐ŸŒผ๐Ÿž๐ŸŒฟ

Mari bertanya kepada ahlinya. Jangan bertanya kepada yang bukan ahlinya. Kita yang akan tersesat. Bertanya tentang agama, tentu kepada ulama yang benar-benar alim. Bertanya tentang harga-harga barang di pasar, tentu kepada para pedagang. Bertanya tentang motor kita yang rusak, tentu ke tukang bengkel.
Jangan salah bertanya ya.. Sampai jumpa.. ๐Ÿ˜๐Ÿ€๐Ÿ’ฎ๐Ÿž

Bertanya kepada padi dan rumput yang bergoyang di pagi hari.

Amir khan – Film Dangal

๐Ÿฆ‹โ„๐Ÿฆ

Selalu hormati Ibu pertiwi. Semakin kau menghormatinya, makin banyak penghargaan yang kau terima balik”Pesan Amir khan (Mahavir) dalam film ini kepada putrinya sebelum memasuki area gulat.


Baiklah, tulisan kali ini membahas tentang sebuah film Amir Khan lagi. Memang, film yang dibintanginya selalu bagus. Perjuangan selalu menjadi tema. Perjuangan apa pun. Melawan diri sendiri, melawan stigma masyarakat, atau melawan nasib yang tidak semua orang berani dan mampu. ๐Ÿ’ฎ

Kisah ini diambil dari kisah nyata. Di akhir dan di awal film akan diberitahukan juga.๐Ÿฆ‹

wallpapercave.com

Mahavir adalah seorang mantan pegulat. Ia memenangkan banyak pertandingan. Namun ia tidak berhasil di tingkat nasional. Ambisinya tidak pernah padam. Ia bertekad, anak-anaknya harus membawa impiannya yang belum terwujud. Ia mengidamkan anak lelaki. Tapi ternyata, yang lahir selalu anak perempuan.
Lalu, setelah beberapa kejadian, ia memutuskan untuk melatih anak perempuannya menjadi pegulat. ๐Ÿž๐Ÿ€

Tidak umum di desa itu jika ada perempuan yang menjadi pegulat. Namun ia tetap bertekad. Akhirnya, ya, semua penduduk membicarakan dan mengejeknya. Ia dianggap gila. Bagaimana tidak, kedua anak perempuannya dilatih seperti anak laki-laki pada umumnya. Pokoknya, anaknya menjadi seperti tersiksa. ๐Ÿ‚๐Ÿ

Suatu ketika, Geeta dan Babita sudah tidak tahan dan mengeluh dengan perlakuan ayahnya. Ia menyesal memiliki ayah seperti ayahnya. Lalu, seorang temannya yang cuma perempuan biasa, yang akan dinikahkan dengan lelaki yang bahkan tidak dikenalnya, berkata bahwa, apa yang salah dengan ayah mereka. Ia berkata:

๐Ÿ€“Aku ingin memiliki ayah sepertinya. Setidaknya, ayahmu memikirkan kalian. Kalau tidak, kehidupan kita ini, begitu anak perempuan lahir, ajari dia memasak dan bersih-bersih, suruh dia melakukan semua tugas rumah tangga. Dan begitu berusia 14 tahun, kawinkan dia. Menyingkirkan ‘beban’ itu. Dan serahkan dia kepada seorang lelaki, yang tak pernah ia lihat sebelumnya. Buat dia mengandung dan membesarkan anak-anaknya. Itu hal yang cocok untuknya. Setidaknya, ayahmu menganggap mu anaknya. Ia berjuang melawan seluruh dunia. Ia diam saja membiarkan ejekan mereka.
Mengapa?
Agar kalian berdua memiliki masa depan, memiliki kehidupan. Apa yang salah darinya?” ๐ŸŒธ

Film Amir khan yang ini ialah juga tentang melawan tabu.

Scene selanjutnya, ketika Geeta menantang anak laki-laki yang paling dianggap hebat ketika bergulat, Mahavir bangga. Temannya memang mengoloknya dan memberi tahu bahwa masih ada waktu untuk Geeta mundur, Mahavir tetap percaya pada putrinya. Malah, ia tetap bangga. Ia berkata:

Sebelum bertarung dalam laga, kau harus bertarung melawan rasa takutmu. Setidaknya, putriku sudah mengatasi rasa takutnya.” ๐Ÿฆ‹๐Ÿž

Prinsip yang selalu dipegang Mahavir:
“Juara tak tumbuh di pohon. Kau harus memupuk nya. Dengan cinta, dengan kerja keras dan dengan semangat”

Nah, satu hal di episode terakhir yang sangat menyentuh juga. Ayahnya ternyata tidak bisa menyaksikan dan memberi semangat terhadap Geeta di pertandingan finalnya.
Di bagian awal-awal, Mahavir menyuruh anaknya untuk terjun ke sungai, lalu naik sendiri. ๐ŸŒฟ๐Ÿ’ฎ

Ternyata pesan tersembunyi nya adalah akan selalu ada saat di mana kita harus berjuang sendiri, menyemangati diri sendiri. Orang-orang yang selalu mendukung kita tidak selalu ada di sisi kita. Jadi, kita haruslah belajar untuk tetap berjuang, bagaimanapun keadaan kita, bagaimana pun keadaan tidak mendukung kita.
Apa salahnya tetap berjuang?
Kalau kita menyerah, tidak ada yang akan peduli. Lalu kenapa harus menyerah?


Tonton saja langsung filmnya ya. Baguuuussss sekali.. Jaa nee ^^