G K adalah kependekan dari gambar kuotes. Yah, sebagai menu baru di blog ini. Agar bisa lebih bervariasi.
Eh tapi, ini sebenarnya karena kadang malas nulis panjang. Kadang, tidak tahu yang harus ditulis juga. Jadi, yaa, ini bisa membantu. Paling tidak, kan, ada yang bisa dibawa olek pembaca. Ada yang bisa diingat lah.
Memang, banyak sih, gambar-gambar berisi kuotes. Bagus-bagus juga. Nahh, ini mungkin melengkapinya. Kan lumayan, dapat dijadikan wallpaper. Kalau bisa. Kalau tidak, nanti diusahakan lah. Insyaallah. Oks. ^^
G K pertama:
Boleh disimpen. Nggak apa-apa. Asalkan, cantumin sumber ya. Biar tahu saja. Yuhuu…
Seribu langkah tertapaki sudah Melangkah setapak demi setapak Mengalun bersama melodi kehidupan Beriring irama Berjalan bersama ruang dan waktu
Dalam tapakku Berbagai rasa tercipta Terus, dan terus ada Terkadang cinta Membelai lubuk hati terdalamku Terkadang kasih sayang Menjamah nuraniku Dan terkadang kesedihan Menyelimuti hidupku bersama takdirnya
Tergambar semua yang ku rasa Tergores nuansa hidup Di atas hamparan bingkai takdir Semuanya terukir Berjalan dalam merdu nada kehidupan Bersatu dengan nuansa Mengalir lembut apa adanya
By: AJ
Nuansa kehidupan seseorang tidak lah pernah sama. Ia identik, ia unik, ia istimewa dengan caranya sendiri. Tidak ada yang lebih baik antara satu dan lainnya. Yang ada hanya, kita-kita ini, mampu dan mau menikmatinya atau tidak. 🦋🌸
Tidak ada yang pernah bisa mengambil hidup orang lain, ia lah yang menentukannya sendiri.. 😊🐞❇
Tulisan ini murni hasil ingatan, tentang filmnya. Jadi, jika ada yang kurang, maklum saja ya.. 😊✌🌿
Si idiot, Raju adalah salah satu dari tiga idiots tersebut. Ingat ya, idiot di sini, ya idiot.
Latar belakang kisah hidup Raju berbeda dengan kedua sahabatnya. Ia berasal dari keluarga yang pas pasan, untuk tidak mengatakan miskin. Ayahnya pensiunan pegawai pos, yang sedang sakit-sakitan. Ibunya dan kakak perempuannya merawat ayahnya. Kakak perempuannya belum menikah, jadi tetap tinggal dengan mereka. Uang pensiunan ayahnya lah yang menopang kehidupan mereka. Ditambab, itu yang dipakai untuk Raju berkuliah. Jadi tanggungjawabnya besar. Ia diharapkan bisa sukses dengan kuliah di sekolah teknik.
Semoga adalah harapan yang selalu disimpan Bapak, Ibu, dan kakaknya. 🦋🌸🍁
Raju mengenal Farhan dan Rancho karena mereka bertiga satu kamar. Mereka jadi sahabat dekat. Tidak seperti mahasiswa rata-rata lainnya. Ia berada di bawah, dalam hal nilai. Jadi, setiap kali nilai ditempel, nilainya selalu berada di urutan kedua atau pertama, dari bawah. Bergiliran dengan Farhan. Hhee. Nah, yang menyakitkan itu, katanya, bukan ketika nilai kita paling rendah. Tapi, ketika nilai kita rendah, ditambah dengan fakta bahwa nilai sahabat kita paling tinggi. Nilai Rancho selalu paling tinggi. Padahal ia yang paling santai di antara mereka.
Fakta lainnya: Raju itu rajin, sering berdo’a, karena sadar ia tidak pintar, sampai-sampai, jari-jari tangannya penuh dengan cincin, sebagai azimat mungkin.
Rancho pernah berpesan, suatu saat: 🌸”Yang lebih penting itu memahami prinsip sesuatu, bukan hanya menghafalnya saja. Kau bisa celaka jika menghafal saja (kalimat terakhir hanya tambahan) “🍁🦋.
Lanjuut.. Jika Rancho selalu di urutan paling tinggi, maka Catur, si raja menghafal, berada di bawahnya. Ia hafalkan semuanya, tanpa memahami apa yang dihafalkannya. Suatu waktu, Raju ingin sekali berubah. Ia berpikir agar bisa mendapatkan nilai lebih baik lagi. Lalu ia mencoba pindah kamar. Tidak sekamar lagi dengan 2 idiots, sahabatnya. Ia pindah ke kamar Catur, sang penghafal. Lalu…
Ternyata ia lebih tidak nyaman di sana. Hahaa. Catur yang pengahafal selalu saja menghafal dengan dibaca keras. Teman sekamarnya jadi terganggu. Tidak bisa konsentrasi belajar. Jadinya, malah sebaliknya. Ia tidak bisa belajar dengan tenang.
Banyak kisah perjalanan Raju dengan Rancho dan Farhan. Mulai dari datang ke pernikahan anak rektor tanpa undangan, lalu dapat hukuman. Dikasi surat dan disarankan untuk tidak berteman dengan Rancho lagi. 🍀❄ Ayah raju yang sedang sakit-sakitan, lalu menjadi semakin parah. Farhan dan Rancho kemudian membawanya ke rumah sakit menggunakan sepeda motor. Awalnya Raju marah, karena ayahnya dibawa pakai motor. Tapi ternyata, telst sedikit saja, nyawa ayahnya melayang.🦋🍁
Kisah lainnya, yang paling epic. Pergi mabuk-mabukan, bertiga. Hasilnya, ia ke rumah rektor lalu mengencingi depan rumah rektornya. Ia akan dikirimi surat peringatan berat. Ini merupakan beban berat baginya. Di saat keluarga hanya mengharapkannya, tapi ia tidak bisa memenuhi harapan tersebut. Ia dipanggil ke ruangan rektor. Lalu, di sanalah ia depresi dan memutuskan untuk bunuh diri. Saat itu juga, ia loncat dari jendela ruang rektor tersebut yang berada di lantai 3, mungkin. Ia mati? Tentu tidak, kan sebagai salah satu tokoh utama.
Sahabat idiots-nya lah yang pertama kali ada disaat itu. Raju koma. Nah, di sini sedih sekaligus lucu. Tonton sendiri filmnya saja lah ya. Hhee 🌸
Singkat cerita, raju sembuh. Namun, harus berada di kursi roda. Ia banyak menyadari bahwa sahabat-sahabat idiotnya lah yang benar-benar mengajarkannya banyak sekali hal, bukan kampusnya.
Lalu, saat wawancaranyalah yang menegangkan. Ia cacat. Tapi tetap memegang prinsip hidupnya. Ia jelaskan kenapa ia cacat kepada pewawancara. Lalu ia jelaskan keadaannya yang sebenarnya, sejujurnya. Pewawancara lalu menguji. Jika ia merubah sikapnya, mungkin saja ia kan bisa diterima. Jawaban raju? Tidak, ia tetap dengan prinsipnya.
Pewawancara terkesan. Pada akhirnya, ia yang ditanya, mau gaji berapa?. Saya selalu percaya, ini pasti ada dalam kisah nyata.
Pada akhirnya,… Nanti nonton sendiri saja ya..
❄Begitulah hidup, kita banyak diajarkan oleh kehidupan ini sendiri. Melalu kesenangan, kebahagiaan, sedih, susah, kecewa, patah semangat, et cetra (etc.). Jalani saja dengan baik. Yang terpenting, kalau kata Bu Dami, tetap jaga your hope, your enthusiasm dalam menjalani hidup. Oks. 🍁
Sudah terlalu panjang. Selamat malam. Semoga sehat dan bahagia selalu. Jangan lupa tertawa. Kalau kata dzawin: “Tertawa adalah cara terbaik untuk lupa”🍂❄
🌼 Kau cantik dan merdeka. Jangan percaya jika orang lain mengatakan sebaliknya ❄
Yaa, cantik memang relatif karena masing-masing orang memiliki standar tersendiri.
Tapi yang jelas adalah kau selalu punya alasan untuk mengatakan diri sendiri cantik. 🌿
Ada yang berpendapat bahwa sumber ke-cantik-an itu ada dua yaitu, cantik dari dalam dan dari luar. Keduanya penting. Cantik dari dalam standarnya adalah bagaimana kita memperlakukan orang lain dan IA. Ingat ya, bukan berarti selalu mengalah terhadap yang lainnya. Cantik dari dalam itu kita bisa bebas berbuat baik. Standarnya mirip-mirip lah, bagi setiap orang. Mereka yang di dekatnya nyaman. Ini salah satunya. Nah, cantik dari luar atau di luar, itu kriteria masing-masing orang berbeda. Dan bisa sekali untuk dibuat cantik sesuai standar orang. Tapi kan, buat apa?untuk siapa?. Kita jangan sampai terbawa dengan kriteria yang ada di masyarakat. Ini penting. 😊
Dalam salah satu tulisannya, Prof. Ariel Heryanto menjabarkan tentang pemikiran beliau tentang cantik. Cantik itu tidak usah dikejar. Untuk apa? Untuk siapa?. Lengkapnya, bisa baca tulisan lengkap beliau di https://arielheryanto.com/2016/03/04/cantik/.
Atau ini screenshoot-nya.
🌸 Hidupi saja kehidupanmu dengan baik. Jangan biarkan orang lain mengganggunya dengan pendapat-pendapatnya. Merdeka itu yang penting. Merdeka dalam mengatur dan menjalani kehidupan ini. 🍁🍀
Jangan lupa kunjungi situs beliau ya. Sampai jumpa.. ^^ 🍀❄
Lanjut review yaa.. 😁 mungkin bukan review sih, tapi cerita ulang.. 🌿🍀
Nah, di awal-awal, ada kejadian menarik juga. Di asrama kampus tersebut, lumrah adanya perpeloncoan. Seperti kampus-kampus di India lainnya, mungkin. Senior menyuruh juniornya untuk melakukan banyak hal yang tidak biasa, untuk tidak mengatakan mengerjai. Mulai dari buka baju, joget tidak jelas, push up tanpa baju, akting tidak jelas dll. Bagi yang tidak mau atau tidak bisa, ya ditertawakan. Atau dihukum juga, dengan hukuman lainnya. Dua sahabat Amir khan, yaitu Raju dan Farhan (nama di film), juga ikut diperintah-perintah melakukan banyak hal. Amir khan atau Rancho (namanya di film) ? Ia belum datang. Masih adegan pembuka. ☘🍀
Lalu, Rancho datang. Dengan wajah polos dan khasnya, Ia masuk ke lingkungan asrama. Ia lihat banyak teman-temannya dikerjai. Ia lalu dihampiri oleh salah satu seniornya. Dilihat dengan tatapan khas. Khas yang mengintimidasi. Tapi, ia tidak terpengaruh. Haha. Masih dengan tatapan dan sikap polosnya. Ia disuruh buka baju dan celananya. Ia tidak mau. Lalu, air disiramkan oleh seniornya ke celananya. Harapannya, agar dibuka. Tapi gagal.
Rancho lihat-lihat keadaan. Lalu saat seniornya lengah, ia pergi menuju kamarnya. Tutup pintu rapat-rapat, ia bawa masuk semua barangnya. 🌿🌸
Seniornya sadar, lalu mendatangi depan kamarnya. Menggedor-gedor, agar Rancho keluar. Ia tak bergeming. Seniornya ditertawakan yang lainnya, yang ada di sana. Yang lainnya yang ada di sana adalah senior yang mengerjai dan junior (angkatan baru yang dikerjai. Digendor lagi, tapi tidak kunjung keluar. Seniornya mengancam akan mengencingi pintunya jika Rancho tidak keluar. Seniornya mulai menghitung.
Nahh, sambil menghitung, Rancho menyiapkan rencananya untuk melawan “kencing senior di depan pintu kamarnya“. Di film ini, Rancho adalah anak yang cerdas. Nanti akan diceritakan kenapa ia bisa cerdas, dan bebas. Ia siapkan kabel, ambil sendok besi. Sendok itu diikatkan oleh kabel. Lampu dimatikan. Ia tarik kabel dari rangkaian listrik yang terhubung ke lampu. Ia lalu sambungkan ke sendok tadi.
Di luar, seniornya masih menghitung. Hampir selesai. Tatapan yang lainnya semakin khawatir jika sampai didobrak. Dalam pikirannya, mungkin mereka berkata dalam hati ‘berani-beraninya melawan senior’. Hitungan hampir selesai. Ia ancam lagi Rancho agar membuka pintu. 🐞🍁
Di dalam, Rancho sudah selesai dengan rencanananya. Ia lalu mengeluarkan sendok itu, agar dikencingi seniornya. Lalu, listriknya dinyalakan.
Seniornya menepati janjinya. Kan malu jika tidak menepatinya. Karena melihat ada sendok yang keluar dari bawah pintu, seniornya mengencingi sendok yang sudah teraliri listrik itu. Hahaa. Air adalah penghantar listrik yang baik. Bisa ditebak, seniornya tersengat listrik. Rasakan. Seniornya terjatuh.
Menang.. ^^ Rancho 1 – Seniornya dan budaya kampus 0.
🌿🍀Sebelumnya, belum ada yang pernah menang. Rancho menjadi seperti satu-satunya burung bebas di sangkar kampus tersebut. Tak ada yang lain. Yang lain selalu tertekan. 🌸💮
Raju dan Farhan lalu membuka pintu. Ia sekamar dengan Rancho. Di dalam, Rancho ternyata sudah tertidur pulas.
Pelajaran pertama di scene pertama. All iz well. Semua akan baik-baik saja. Ada di adegan awal ini. Yang ini juga.
🦋“Seberapa besarpun masalah, yakinkan hatimu bahwa semua pasti baik baik saja, dgn begitu hatimu bisa tenang” ❄
Sudah ya, sudah panjang. Besok lanjut lagi. Jaa nee.. 😊🍀🍁🌸💮