Pasrah๐Ÿ’ฎ๐Ÿฆ‹

๐Ÿฆ‹๐Ÿ€๐Ÿž

Kepasrahan ialah kunci dalam melakukan apapun.


ู„ู… ุตุงุฑ ุงู„ูˆู‚ูˆู ุจุงู„ุฌุจู„ ูˆู„ู… ูŠุตุฑ ุจุงู„ูƒุนุจุฉุŸุŒ
โ€œKnpa wukuf tdk dilakukan di Kakbah, mlainkan di Arafah?,โ€ seseorang brtnya kpda Dzun Nun Al-Mishri.

ู„ุฃู† ุงู„ูƒุนุจุฉ ุจูŠุช ุงู„ู„ู‡ ูˆุงู„ุฌุจู„ ุจุงุจ ุงู„ู„ู‡ ูู„ู…ุง ู‚ุตุฏูˆู‡ ูˆุงูุฏูŠู† ุฃูˆู‚ูู‡ู… ุจุงู„ุจุงุจ ูŠุชุถุฑุนูˆู†ุŒ
โ€œKakbah adalah rumah Allah, sdng Arafah gerbangnya. Dan Allah mnghentikan tamu-tamuNya trlebih dulu di gerbang rumah-Nya agar mereka mengibakan diri (sbgai disinfektan rohani),โ€ jawab Dzun Nun Al-Mishri.

ูู„ู… ูƒุฑู‡ ุงู„ุตูˆู… ุฃูŠุงู… ุงู„ุชุดุฑูŠู‚ุŸุŒ
โ€œKnp tdk diperkenankn mlakukn puasa di Hari Tasyriq?โ€

ู„ุฃู† ุงู„ู‚ูˆู… ุฒุงุฑูˆุง ุงู„ู„ู‡ ูˆู‡ู… ููŠ ุถูŠุงูุชู‡ ูˆู„ุง ูŠู†ุจุบูŠ ู„ู„ุถูŠู ุฃู† ูŠุตูˆู… ุนู†ุฏ ู…ู† ุฃุถุงูู‡ุŒ
โ€œMereka sdg brtamu kpd Allah & sdg brada dlm jamuanNya. Mka, tak spantasnya bgi seorang tamu brpuasa di tmpat yg ia dtngi.โ€

โ€ูุชุนู„ู‚ ุงู„ุฑุฌู„ ุจุฃุณุชุงุฑ ุงู„ูƒุนุจุฉ ู„ุฃูŠ ู…ุนู†ู‰ุŸุŒ
โ€œLalu knpa orang-orang bergelantungan di kelambu Kakbah?โ€

โ€ู…ุซู„ ุงู„ุฑุฌู„ ุชูƒูˆู† ุจูŠู†ู‡ ูˆุจูŠู† ุฃุฎูŠู‡ ุฌู†ุงูŠุฉ ููŠุชุนู„ู‚ ุจุซูˆุจู‡ ูˆูŠุณุชุฌุฏูŠ ู„ู‡ ูˆูŠุชุถุฑุน ุฅู„ูŠู‡ ู„ูŠู‡ุจ ู„ู‡ ุฌุฑู…ู‡ ูˆุฌู†ุงูŠุชู‡ุŒ
โ€œBak seseorang yg merengek kpd saudaranya krna melakukan kesalahan, mereka tantrum, memohon agar dimaafkan.โ€

Sumber: @thoriqotuna

Terminal Bus, Tsukuba, Jepang

Utas hidup

๐Ÿ€๐Ÿ’ฎ๐Ÿž

Hidup ini
Tidak hanya sekali.
Matinya
Juga
Berkali-kali.
Sebelum benar-benar
Bertemu dengan Pencipta diri.

Jangan pernah mengalah
Pada ke-bosan-an hidup
Lakukan saja semuanya
Semua yang engkau ingin lakukan
Untuk dirimu. โ„
Seperti burung yang bertengger di ranting pohon
Di antara belahan air terjun yang curam.
Atau,
Seperti anak-anak yang dengan asik berjualan tisu
Di tengah pertengkaran orang tanpa moral di tengah jalan.๐ŸŒธ
Atau
Seperti batita yang main pasir
Kadang kelilip, lalu menangis
Kadang memakan pasir, lalu dimuntahkannya
Kadang dilempar, lalu tersenyum.โ˜บ๐ŸŒผ

Live your life
Lakukan yang ingin kau lakukan
Orang lain?
Tidak berhak melarang mu.
Lakukan saja semuanya
Lalu
Biarkan takdir terbaik terjadi. ๐Ÿ‘๐Ÿฆ‹

Hidup yang berkali-kali
Setelah mati yang juga berkali-kali,
Hendaknya kita nikmati dengan secangkir kopi
Pahit atau manis
Tidak mengapa
Yang penting
Capung itu masih bertengger
Berjemur menghadap sinar matahari pagi di pinggir parit kecil. ๐ŸŒธ๐Ÿ€

Jangan sia-siakan
Hidup dan mati yang berkali-kali
Pencipta hanya ingin kita bahagia
Dengan merasakan keduanya.
Pencipta hanya ingin kita gembira
Buktinya
Semua dicipta berpasangan. ๐Ÿ˜Š

Kelak,
Ketika hidup dan mati tidak berkali-kali
Yang akan dirasa
Hanya lah kasih sayangNya saja
Atau
Balasan perbuatan di dunia. ๐Ÿฆ‹๐ŸŒธ


Mumpung hidup ini masih berkali-kali

Dan bahagia-sedih masih bergilir

Nikmati saja hidup ini

Dengan melakukan yang kau ingin lakukan

Biarkan

Takdir terbaik membawa kita kepadaNya.

Jangan lupa bahagia… ^^

I’aanah

I’aanah adalah salah satu kitab yang dikaji di pondok pesantren. Salah satu bagian isi kitab ini adalah:

Paling tidak, kita bisa mengamalkannya sekali seumur hidup. Jika bisa, lebih sering lagi. Jika bisa, lebih sering lagi. ๐Ÿ™‚ ๐Ÿ€๐Ÿ๐ŸŒธ

Runtuh ๐Ÿ

โ„Meruntuhkan sesuatu, secara umum untuk tidak mengatakan semua, lebih mudah dibandingkan membangun sesuatu.

Sebuah rumah yang dibangun bertahun-tahun, bisa diruntuhkan dalam waktu beberapa jam saja. Jika menggunakan alat berat, mungkin hanya beberapa menit saja. Sebuah gedung bertingkat juga memiliki keadaan yang sama. Lebih mudah menghancurkannya. Jadi mari tidak membanggakan apa yang kita miliki. Kita jaga dengan baik. Semuanya dariNya, IA bisa mengambilnya kapan pun. ๐ŸŒธ๐Ÿ€

Keadaan manusia juga sama. Citra diri setiap orang juga sama. Nama baik setiap orang juga sama. Nama baik setiap orang yang dikenal baik selama bertahun-tahun, bisa rusak hanya karena melakukan sebuah kesalahan sekali saja.

Secara logika, kan kita sebenarnya tidak adil sekali. Kita hanya melihat kesalahan yang dilakukannya saja, tanpa memikirkan kebaikan yang dilakukannya selama bertahun tahun. Kita memang lebih sering tidak adil, sebagai manusia.
Coba pikirkan baik-baik. Seberapa besar sih kesalahannya sehingga kita langsung melabel ia tidak baik?. ๐Ÿฆ๐Ÿ’ฎ๐Ÿž

๐ŸŒฟ๐Ÿฆ‹Tapi yaa, namanya juga manusia. Kita lebih senang melihat kesalahan orang lain yang hanya sedikit dibandingkan kebaikannya yang lebih banyak. Mari belajar tidak mewajarkan nya.
Sudah lah, kita belajar melihat kebaikan orang lain.


Dugaan saya:
Jangan-jangan, kita lebih senang melihat keburukan orang lain agar kita punya pembenaran bahwa kita lebih baik?

Jangan-jangan, kita lebih melihat keburukan orang lain dan malah mencari-carinya karena kita tidak dapat kebaikan darinya?

Jangan-jangan, kita senang melihat keburukan orang lain karena kita sadar bahwa kita lebih buruk darinya?


Kita punya keburukan kita sendiri. Orang lain punya keburukannya sendiri. Fokus perbaiki keburukan kita dengan yang lebih baik. Sedapat mungkin kita berusaha menutupi aib saudara-saudari kita, sambil saling menasehati jika kita punya hak. ๐ŸŒผ๐Ÿž

Runtuh dan terbangun itu akan saling bergiliran dalam hidup. Jadi biasa saja lah. Yang penting tetap perbaiki diri.

Tradisi masyarakat Jepang, jika ada cangkir yang retak, maka mereka akan menambalnya dengan emas, menambalnya dengan yang terbaik.
Keburukan kita juga seharusnya sama. Kita ganti dengan yang lebih baik.
Semoga kita bisa. ๐Ÿ˜Š๐Ÿ€๐Ÿ’ฎ

Reruntuhan di Qur’aniyah, 2020