Nyaman ๐Ÿฆ‹

Kali ini, hanya sebuah kutipan dari Kitab Asar al-Tauhud fi Mawamat Abi Sa’id, hal. 326-327.

Meski hanya sebuah kutipan, semoga saja kita bisa mengambil manfaat. Kutipan ini diambil dari twitter: @thoriqotuna.


๐ŸŒธ๐ŸŒผAbu Sa’id Ibn Abi al-Khair ditanya:

“Ada berapa jalan untuk menuju Tuhan? “

Dijawab:

“Sangat banyak. Namun jalan yang paling dekat, baik, dan cepat adalah jalan dengan memberikan kenyamanan pada orang lain. Inilah jalan yang aku tempuh” ๐Ÿ’ฎ๐Ÿž


Perlakukan lah orang lain, sebagaimana kita ingin diperlakukan orang lain. Hargai orang lain. Bukan karena kita ingin orang lain menghargai kita, tapi karena kita menghargai makhluknya. Berilah kenyamanan kepada orang lain, karena IA lebih senang seperti itu. ๐Ÿฆ‹

Jika belum bisa membagi kebaikan, paling tidak, tidak membagi keburukan. ๐ŸŒธ

Di komplek Kuil Asakusa, Tokyo, ๐Ÿ‡ฏ๐Ÿ‡ต

Achievement – Pencapaian ๐ŸŒธ๐Ÿ’ฎ

In between defeat and failure in life, a small achievement needs to be remembered.. ^^

Di antara kekalahan dan kegagalan dalam kehidupan, pencapaian kecil perlu dikenang.. ๐Ÿ’ฎ

Not how big the achievement is, but how serious you try and strive for that achievement.

Bukan seberapa kecil pencapaian itu, tapi seberapa sungguh engkau berusaha dan berjuang untuk pencapaian itu. ๐Ÿ€

If you have done your best, then there is no time to worry about the failure. We will always be satisfied with the achivements we get.

Jika kita melakukan yang terbaik, tak ada waktu lagi tuk khawatir kegagalan. Kita akan selalu puas dengan pencapaian yang kita dapatkan. ๐Ÿž

In the next day, we will strive to realize again the other achievements we want

Di hari selanjutnya, kita akan berusaha mewujudkan lagi pencapaian lain yang kita inginkan. ๐Ÿฆ‹

Can be in Japan, in 2018, with friends from Indonesia and Vietnam, ia one of the valuable achievements.

Bisa berada di Jepang, di tahun 2018, bersama teman-teman dari Indonesia dan Vietnam, adalah salah satu pencapaian yang paling berharga. ๐Ÿฆ

This is our group. We won ๐Ÿ˜Š๐ŸŒธ๐Ÿ’ฎโ„

I do miss all of you, guys and girls.. ๐Ÿ™‚

Kenyataan๐Ÿž

***

Kenyataan itu penting untuk dijalani. Jangan sampai kita lupa untuk menikmatinya. ๐Ÿ€

Meski kadang suka dan duka bertumbukan, namun ya, kenyataan itu hanya sekali saja. Tidak akan terulang. โ„

Kenyataan itu tentang waktu. Dan tidak bisa diulang persis. Apalagi waktu, siapa yang bisa mengulanginya? Rumput yang bergoyang pun tentu mengatakan tidak ada,,, selain tentunya IA. Jika ingin. ๐Ÿž

๐Ÿ’ฎSatu kalimat yang penting, “mari berdamai dengan keadaan”, bisa dijadikan prinsip.

๐ŸŒธKenyataan itu akan selalu terjadi. Baik atau pun buruk. Sedih atau pun bahagia. Kecewa atau pun bangga. Ragu atau pin yakin. Terpenjara ataupun merdeka. Dan bagaimana menyikapinya, itu yang penting. ๐Ÿ˜Š๐Ÿ’ฎ๐Ÿž๐Ÿ€

Keberuntungan ๐ŸŒธ๐Ÿฆ‹

๐ŸŒธ๐Ÿ€๐Ÿž

Memang benar, keberuntungan itu kita dapatkan setelah kita berusaha dengan baik dan ditambah pilihan kita untuk berani mengambil resiko yang sudah diperhitungkan.

Jika tidak berani, ya, jangan berharap lebih. ๐Ÿ’ฎ


Keberuntungan bisa pergi ke negerinya Luffy, Shinichi, Doraemon, Killua, et cetra, penulis didapatkan karena mengambil resiko untuk belajar bahasa inggris beberapa bulan, mengeluarkan uang untuk persiapan dan ketika di Jepang, dan keberanian untuk menyempatkan waktu mengurusnya. Resikonya tentu ada, tapi jika sudah niat, pasti bisa. Cari jalannya dengan baik. Jika kita langsung berhenti, ya, jalannya tidak akan ketemu. ๐Ÿž

Jangan harap dengan hanya menulis ingin ke Jepang, atau membayangkan orang menawarkan jasa membawa kita ke Jepang, atau dengan hanya berdo’a saja. Sekelas kita, mana mungkin. Hil yang musatahal. ๐ŸŒธ๐Ÿ€

Dunia tidak sebercanda itu. Dunia akan mengajak kita bercanda ketika kita sudah berusaha dengan baik. Berproses saja. Lalu, biarkan IA membawa kita ke mana pun. Oks. ๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜

Sesaat sebelum berangkat ke Jepang. Sabtu, 21 Juli 2018

Sesaat setelah sampai di Jepang. Minggu, 22 Juli 2018.

Alasan

Masih kah kau ingat,

Alasan kau hidup?

… ๐ŸŒผ

… ๐ŸŒฟ

Masih kah kau pegang,

Alasan kau belajar?

… ๐Ÿฆ‹

… ๐Ÿ

Masih kah kau pikirkan,

Alasan kau melangkah?

… ๐Ÿž

… ๐Ÿ€

Masih kau menikmati,

Alasan kau bekerja?

… ๐Ÿฆ—

… ๐Ÿฆ

Masih kah kau ingat,

Alasan kau bersyukur?

… ๐Ÿ’ฎ

… โ„

Masih kah kau ingat,

Alasan kau mencintai? ๐Ÿ˜Š๐Ÿ๐ŸŒผ


Jika tidak, maka mari renungi kembali alasan hidup kita, alasan belajar kita, rasa yang membuat kita melangkah, alasan kita bekerja dan bersyukur.

Kalau mencinta, apakah kita butuh alasan, selain alasan karenaNya.. ๐Ÿ˜๐Ÿ๐Ÿฆ‹

Lupa sumbernyaa.. ๐Ÿ˜…

Mari menikmati alasan kita dan DIA.. ๐Ÿ˜€

Kamar orang Jepang.. ๐Ÿ™‚