๐ฎ๐ธ๐
###
๐ผ๐ธ๐ฟ
Di film Sang Pemimpi..
Bapak Guru Balia bertutur:
“Yang Terpenting,,
bukan seberapa besar mimpi kalian..
Tapi seberapa besar kalian untuk mimpi-mimpi itu..”
Kata Bondan prakoso,, “Hidup berawal dari mimpi..”
Semua bermula dari sebuah desa kecil,,
dipupuk di sebuah Pondok dan Sekolah yang sederhana,,
dari sanalah,,
dengan izinNyaa..
ia kan buktikan
bahwa tidak ada impian yang terlalu besaar.. ๐
Dari Pondok Sederhana itu,,
Ia mulai rajut langkah,,
hingga
ia kan singgah di Negrinya
Lufy,, Doraemon,, dan Conan.. ๐
๐๐๐
Berdo’lah yang Besar,,
IA terlalu Agung untuk do’amu yang sederhanaa.. ๐
Tulisan di atas, tertulis dua tahun lalu, kemarin, tepatnya. Tanpa diedit, jadi masih ada yang kurang sedikit, tidak apa-apa lah. ๐ฆ
Nah, mimpi itu, memang tidak akan terwujud semalam, tidak akan langsung terjadi setelah kita memimpikannya. Kecuali, memang di dunia imaji sana. ๐ผ
Mimpi itu dipupuk, dirawat, dijaga dengan baik. Bukan setahun dua tahun. Namun kadang bisa bertahun-tahun. Saya buktikan sendiri, setelah 10 tahun lamanya. ๐ธ
Mimpi itu, tidak mudah terwujud. Jadi harus siap-siap dengan baik.
Pesan saya, kita semua harus ingat bahwa tidak semua kita bisa mewujudkan impian kita. Tidak semua. Jadi kita harus bersiap-siap jika impian kita tidak terwujud. Tapi, bagaimana kita tahu impian kita tidak terwujud jika kita tidak mencoba dan memperjuangkannya? ๐
Maha karya itu tidak terwujud semalam. Kalau kata Bu Desi Mal, di dalam Buku Guru Aini, “Pengorbanan itu konstanta tetap (bagi sebagian orang)“. Jadi, harus terus berkorban. ๐๐
Pada akhirnya, tidak ada yang tidak akan terbalas. IA sudah berjanji. Jaa nee.. ^^ ๐ธ๐ฟ๐

#Membeli mainan satelit luar angkasa Jepang, Hayabusa namanya… ๐ฆ




