3Idiots – Farhan


Pesan:
“Butuh sedikit saja keberanian untuk merubah hidup” πŸŒΈπŸ€


Peran Farhan dalam film 3 Idiots ini tidak begitu terlihat. Sekilas hanya sebagai tokoh pembantu saja. Tapi ternyata tidak. Jangan salah.

Farhan digambarkan sebagai teman Raju yang pas-pasan, tapi secara ekonomi lebih baik. Farhan sangat senang fotografi. Banyak hasil foto yang bagus ditempel di rumahnya. Namun di pandangan keluarganya, itu tidak menjanjikan sama sekali untuk masa depannya. Yang tenar adalah sebagai engineering, insinyur. Seperti pandangan kebanyakan orang tua di India, setidaknya yang digambarkan dalam film. Jadi, walaupun senang fotografi, Farhan tetap disuruh kuliah di ICE agar menjadi insinyur handal. πŸ€

Namanya juga hobi, kesenangannya mengambil foto tetap dilakukan.

Ranchodas dan Raju suatu saat berkunjung ke rumah Farhan. Mereka melihat hasil fotonya yang bagus-bagus. Ia tanya, kenapa tidak jadi fotografer saja?. Lalu orang tua Farhan yang menjawab. Mereka ingin anaknya jadi Insinyur. Agar masa depannya cerah. Farhan pasrah saja. 🌿

Kejadian demi kejadian berlalu.

Farhan mengidolakan salah satu tokoh fotografi profesional. Ia berniat mengirimkan hasil fotonya kepada idolanya tersebut. Tapi ia tidak punya banyak keberanian. Akhirnya, foto tersebut hanya tersimpan di ranselnya saja. Ia tidak punya keberanian untuk mengirimkannya langsung. πŸ¦‹πŸ‚

Suatu saat, ketika Raju sakit, Ranchodas yang mengetahui keinginan besar Farhan untuk bekerjasama dengan idolanya lalu mengirimkan hasil foto tersebut dan mengajaknya bekerjasama. Ya sudah, tinggal tunggu balasan. 🍁

Nahh,, Raju pun sembuh. Dan ternyata, surat dan foto yang dikirimkan Rancho ke fotografer profesional idola Farhan dibalasnya. Ia setuju untuk bekerjasama. Rancho dan Raju lalu memberikan surat balasan itu kepada Farhan. Mereka senang. Tapi kemudian Farhan terpikir orang tuanya yang tidak setuju. Di sinilah lalu pesan Rancho meyakinkannya. Pesan di tulisan paling atas.

Farhan lalu pulang ke rumah dan meyakinkan orang tuanya. Ada drama di sini. Drama Farhan meyakinkan orang tuanya akan kesungguhannya untuk menekuni fotografi. Tonton saja yaa.

Review filmnya sudah selesai.. 😁🍁


Terkadang, orang tua kita hanya butuh diyakinkan dengan pilihannya kita. Jadi, jika kita punya keputusan tertentu, orang tua kita kadang menguji seberapa serius kita, seberapa yakin kita dengan pilihan kita. Jika kita bisa meyakinkan mereka, mereka pasti mengerti.

Tapi jika tetap tidak, kadang, kita memang harus kekeh. Harus berontak. Kadang. Biarkan orang tua kita melihat hasilnya nanti. Oks. ^^ πŸ˜ŠπŸ¦‹πŸŒΈπŸ€

Stasiun Bus di Tsukuba, Jepang

Gambar-an

Sebuah gambar dapat berarti banyak sekali hal. Meski singkat, tapi ia terkadang dapat merubah pandangan seseorang. Sadar atau tidak. Sengaja atau tidak. Asalkan waktu dan keadaannya mendukung. 🐞

Banyak hal yang dapat disampaikan sebuah gambar. Dalam satu frame-nya. Tapi kita juga harus hati-hati. Sebab, sekarang, sebuah gambar diberikan kesan tertentu sehingga kadang tidak sesuai dengan suasana atau arti gambar yang sesungguhnya. Akhirnya, tidak sesuai dengan apa yang ingin disampaikan gambar tersebut. ❄

Ada sebuah gambar ilusi. Kita dapat melihat beragam persepsi dari satu gambar saja. Kita ubah sedikit cara pandang kita, gambar itu seolah berubah menjadi gambar kesan lainnya. Mereka memang cerdas. Arti lainnya, kita jangan melihat dari satu sisi saja. Sempatkan lihat dari sisi lainnya. Kesan dan persepsi kita juga akan menjadi utuh. 🐞

Siapapun bisa menggambar apapun. Itu katanya. Tapi ya, bagus atau tidaknya, belum jadi hitungan.

Gambar itu adalah persepsi yang didapatkan melalui indra mata kita. Dari situ, dikirim ke otak. Lalu diolah sepersekian detik. Otak lalu membuat gambarnya di kepala. 🌸🍁

Jadi, ada banyak yang bekerja sepersekian detik itu. Kita kah yang membuatnya? Tentu tidak.

IA yang Maha segalanya lah yang membuatnya. Kita harus sadar diri.

Hidup ini sudah sempurna disediakan untuk kita. Tinggal kita saja yang menggambarnya. Hasilnya? Sebagian kecil bisa kita lihat semasa hidup. Sebagian lainnya akan tetap ada walau kita tidak hidup lagi. Oks.. πŸ˜ŠπŸ€

G K πŸ¦‹πŸ€

G K adalah kependekan dari gambar kuotes. Yah, sebagai menu baru di blog ini. Agar bisa lebih bervariasi.

Eh tapi, ini sebenarnya karena kadang malas nulis panjang. Kadang, tidak tahu yang harus ditulis juga. Jadi, yaa, ini bisa membantu. Paling tidak, kan, ada yang bisa dibawa olek pembaca. Ada yang bisa diingat lah.

Memang, banyak sih, gambar-gambar berisi kuotes. Bagus-bagus juga. Nahh, ini mungkin melengkapinya. Kan lumayan, dapat dijadikan wallpaper. Kalau bisa. Kalau tidak, nanti diusahakan lah. Insyaallah. Oks. ^^

G K pertama:

Boleh disimpen. Nggak apa-apa. Asalkan, cantumin sumber ya. Biar tahu saja. Yuhuu…

Nuansa ❄

#Puisi πŸŒΌπŸ€

Nuansaku

Seribu langkah tertapaki sudah
Melangkah setapak demi setapak
Mengalun bersama melodi kehidupan
Beriring irama
Berjalan bersama ruang dan waktu

Dalam tapakku
Berbagai rasa tercipta
Terus, dan terus ada
Terkadang cinta
Membelai lubuk hati terdalamku
Terkadang kasih sayang
Menjamah nuraniku
Dan terkadang kesedihan
Menyelimuti hidupku bersama takdirnya

Tergambar semua yang ku rasa
Tergores nuansa hidup
Di atas hamparan bingkai takdir
Semuanya terukir
Berjalan dalam merdu nada kehidupan
Bersatu dengan nuansa
Mengalir lembut apa adanya

By: AJ


Nuansa kehidupan seseorang tidak lah pernah sama. Ia identik, ia unik, ia istimewa dengan caranya sendiri. Tidak ada yang lebih baik antara satu dan lainnya. Yang ada hanya, kita-kita ini, mampu dan mau menikmatinya atau tidak. πŸ¦‹πŸŒΈ

Tidak ada yang pernah bisa mengambil hidup orang lain, ia lah yang menentukannya sendiri.. πŸ˜ŠπŸžβ‡

Raju – 3 Idiots

Tulisan ini murni hasil ingatan, tentang filmnya. Jadi, jika ada yang kurang, maklum saja ya.. 😊✌🌿


Si idiot, Raju adalah salah satu dari tiga idiots tersebut. Ingat ya, idiot di sini, ya idiot.

Latar belakang kisah hidup Raju berbeda dengan kedua sahabatnya. Ia berasal dari keluarga yang pas pasan, untuk tidak mengatakan miskin.
Ayahnya pensiunan pegawai pos, yang sedang sakit-sakitan. Ibunya dan kakak perempuannya merawat ayahnya. Kakak perempuannya belum menikah, jadi tetap tinggal dengan mereka. Uang pensiunan ayahnya lah yang menopang kehidupan mereka. Ditambab, itu yang dipakai untuk Raju berkuliah. Jadi tanggungjawabnya besar. Ia diharapkan bisa sukses dengan kuliah di sekolah teknik.

Semoga adalah harapan yang selalu disimpan Bapak, Ibu, dan kakaknya. πŸ¦‹πŸŒΈπŸ

Raju mengenal Farhan dan Rancho karena mereka bertiga satu kamar. Mereka jadi sahabat dekat. Tidak seperti mahasiswa rata-rata lainnya. Ia berada di bawah, dalam hal nilai. Jadi, setiap kali nilai ditempel, nilainya selalu berada di urutan kedua atau pertama, dari bawah. Bergiliran dengan Farhan. Hhee.
Nah, yang menyakitkan itu, katanya, bukan ketika nilai kita paling rendah. Tapi, ketika nilai kita rendah, ditambah dengan fakta bahwa nilai sahabat kita paling tinggi.
Nilai Rancho selalu paling tinggi. Padahal ia yang paling santai di antara mereka.

Fakta lainnya: Raju itu rajin, sering berdo’a, karena sadar ia tidak pintar, sampai-sampai, jari-jari tangannya penuh dengan cincin, sebagai azimat mungkin.

Rancho pernah berpesan, suatu saat: 🌸”Yang lebih penting itu memahami prinsip sesuatu, bukan hanya menghafalnya saja. Kau bisa celaka jika menghafal saja (kalimat terakhir hanya tambahan) “πŸπŸ¦‹.

Lanjuut..
Jika Rancho selalu di urutan paling tinggi, maka Catur, si raja menghafal, berada di bawahnya. Ia hafalkan semuanya, tanpa memahami apa yang dihafalkannya.
Suatu waktu, Raju ingin sekali berubah. Ia berpikir agar bisa mendapatkan nilai lebih baik lagi. Lalu ia mencoba pindah kamar. Tidak sekamar lagi dengan 2 idiots, sahabatnya. Ia pindah ke kamar Catur, sang penghafal. Lalu…

Ternyata ia lebih tidak nyaman di sana. Hahaa. Catur yang pengahafal selalu saja menghafal dengan dibaca keras. Teman sekamarnya jadi terganggu. Tidak bisa konsentrasi belajar. Jadinya, malah sebaliknya. Ia tidak bisa belajar dengan tenang.

Banyak kisah perjalanan Raju dengan Rancho dan Farhan. Mulai dari datang ke pernikahan anak rektor tanpa undangan, lalu dapat hukuman. Dikasi surat dan disarankan untuk tidak berteman dengan Rancho lagi. πŸ€β„
Ayah raju yang sedang sakit-sakitan, lalu menjadi semakin parah. Farhan dan Rancho kemudian membawanya ke rumah sakit menggunakan sepeda motor. Awalnya Raju marah, karena ayahnya dibawa pakai motor. Tapi ternyata, telst sedikit saja, nyawa ayahnya melayang.πŸ¦‹πŸ

Kisah lainnya, yang paling epic. Pergi mabuk-mabukan, bertiga. Hasilnya, ia ke rumah rektor lalu mengencingi depan rumah rektornya. Ia akan dikirimi surat peringatan berat. Ini merupakan beban berat baginya.
Di saat keluarga hanya mengharapkannya, tapi ia tidak bisa memenuhi harapan tersebut. Ia dipanggil ke ruangan rektor. Lalu, di sanalah ia depresi dan memutuskan untuk bunuh diri. Saat itu juga, ia loncat dari jendela ruang rektor tersebut yang berada di lantai 3, mungkin.
Ia mati? Tentu tidak, kan sebagai salah satu tokoh utama.

Sahabat idiots-nya lah yang pertama kali ada disaat itu. Raju koma. Nah, di sini sedih sekaligus lucu. Tonton sendiri filmnya saja lah ya. Hhee 🌸

Singkat cerita, raju sembuh. Namun, harus berada di kursi roda. Ia banyak menyadari bahwa sahabat-sahabat idiotnya lah yang benar-benar mengajarkannya banyak sekali hal, bukan kampusnya.

Lalu, saat wawancaranyalah yang menegangkan. Ia cacat. Tapi tetap memegang prinsip hidupnya. Ia jelaskan kenapa ia cacat kepada pewawancara. Lalu ia jelaskan keadaannya yang sebenarnya, sejujurnya. Pewawancara lalu menguji. Jika ia merubah sikapnya, mungkin saja ia kan bisa diterima. Jawaban raju? Tidak, ia tetap dengan prinsipnya.

Pewawancara terkesan. Pada akhirnya, ia yang ditanya, mau gaji berapa?.
Saya selalu percaya, ini pasti ada dalam kisah nyata.

Pada akhirnya,…
Nanti nonton sendiri saja ya..

❄Begitulah hidup, kita banyak diajarkan oleh kehidupan ini sendiri. Melalu kesenangan, kebahagiaan, sedih, susah, kecewa, patah semangat, et cetra (etc.). Jalani saja dengan baik. Yang terpenting, kalau kata Bu Dami, tetap jaga your hope, your enthusiasm dalam menjalani hidup. Oks. 🍁

Sudah terlalu panjang. Selamat malam. Semoga sehat dan bahagia selalu. Jangan lupa tertawa.
Kalau kata dzawin: “Tertawa adalah cara terbaik untuk lupa”πŸ‚β„

rgsfilmclub.com