Pensil 📝

Dalam bahasa arab, pensil dikenal dengan istilah qolamurrosoosi. Benda ini merupakan alat penting dalam dunia tulis menulis. Benda lainnya adalah tempat untuk menulis. Kertas. Itu yang kita kenal sekarang. Padahal, dulu, manusia sering juga menulis di batu, di tembok gua, tulang belulang dll. Dari sejarahnya, kertas pertama kali diperkenalkan di Negara China. Dulu belum ada mungkin yang menulis pakai pensil karena belum ada. Yang dipakai adalah tinta, dengan penanya. 😁

Bagi sebagian orang, pensil lebih nyaman dipakai di keseharian karena mudah dan bisa dihapus. Membuat tulisan, mencoret-coret gambar pemandangan, membuat lukisan, membuat sketsa, kegiatan ini kebanyakan diawali dengan menggunakan pensil. Koreksi kertas jawaban juga lebih enak menggunakan pensil.🍁🍂🌿

Sekarang, pensil memiliki banyak macam. Ada yang dipakai oleh tukang bangunan, pensilnya tebal dan agak lonjong. Ada yang dipakai untuk mengerjakan tugas. Pensil yang umum dipakai biasanya ditemani oleh stip dan rautan. Ada juga sekarang pensil mekanik. Pensil mekanik itu, bisa diisi ulang. Kita tidak perlu rautan untuk menajamkannya.

Dalam film Three Idiots (3 Idiots), rektor kampus teknik di india yang dijadikan sebagai setting kejadian film tersebut selalu membanggakan pena yang diberikan oleh profesornya. Ia selalu mengatakan bahwa yang berhak menerima wasiat penanya hanya murid yang paling berprestasi di kampus tersebut. Ia selalu menceritakan kisah bahwa di luar angkasa, pena itu sangat penting. Tidak bisa digantikan dengan pensil. Pada akhir cerita pena tersebut, ia memberikan pena tersebut kepada Phunshuk Wungdu. Ia lalu menjelaskan, alasan mengapa di luar angkasa, seseorang tidak bisa menggunakan pensil. Jawabannya adalah karena jika menggunakan pensil, maka serpihan akibat goresan pensilnya ditakutkan akan mengenai mata astronotnya. ^^ 😊💮🌸🐞

Kisah di atas hanya selingan saja. Tapi yang belum nonton 3 Idiots, cari saja filmnya. Filmnya bagus.

Pada akhirnya, pensil selalu saling melengkapi dengan pena. Hal yang tidak bisa dilakukan oleh pensil dapat dilakukan oleh pena. Pun sebaliknya. Jadi, setiap hal punya perannya masing-masing.

Kita juga sama. Tinggal kita, mau ikuti peran kita atau tidak. Pensil tidak pernah iri dengan pena. Begitu pun seharunya kita. Takdir hidup dariNya adalah yang terbaik.

🙂 Jaa nee..

PEnsil copy

Tinggalkan komentar