๐ฆ๐๐ฎ
Selamat malam, kawan-kawan.. ๐
Bangsa Jepang dikenal sebagai bangsa yang memiliki etos kerja yang tinggi, dalam kesehariannya. Ada istilah workaholic, yaitu orang-orang yang gila kerja. Dengan etos tersebut, masyarakat jepang memiliki kemampuan untuk cepat pulih. Misalkan, setelah perang dunia, ataupun setelah Bom Atom di Hiroshima dan Nagasaki. Dalam beberapa tahun selanjutnya, Jepang sudah bangkit dari keterpurukannya. Masyarakat Jepang dengan karakter yang dimilikinya, berhasil bangkit dan lebih baik lagi. Selain itu, ada banyak hal yang mungkin tidak banyak dikenal dikenal orang. Istilah IKIGAI. Istilah ini boleh diingat baik-baik
Secara harfiah, ‘iki‘ artinya hidup, ‘gai‘ artinya alasan. Jadi secara sederhana bermakna alasan untuk hidup. Ini lah salah satu faktor yang menjadikan masyarakat Jepang seperti saat ini. Di tengah perkembangan teknologinya yang canggih, mereka masih melestarikan budaya dan tradisi yang lalu. Memang mereka juga punya kekurangan, siap yang tidak punya. Tapi kita patut belajar bari mereka. ๐ฆ๐ฆ๐

Ikigai memiliki lima prinsip, setidaknya menurut Ken Mogi, seorang penulis, yaitu:
#Awali dengan hal yang kecil
#Bebaskan dirimu
#Keselarasan dan keseimbangan
#Kegembiraan dari hal-hal yang kecil
#Hadir di tempat dan waktu sekarang
Mungkin nanti kita bahas masing-masing ya. Untuk sekarang, kita mikir-mikir dulu saja. Ingat-ingat kelima prinsip tersebut. Resapi baik-baik. ๐
Kelima prinsip ikigai itu lah yang mendasari sifat masyarakat jepang saat ini.
Salah satu contohnya, kegembiraan dengan hal-hal kecil. Ini bisa ditemukan di sebagian besar masyarakatnya. Buktikan saja kalau tidak percaya. Dengan menyenangi hal-hal yang kecil, mereka menjadi sangat detil dalam hal yang dilakukan, hal yang mereka kuasai. Bagaimana tidak dikuasai, selama bertahun-tahun mereka telaten mempelajari dan menikmati hal kecil yang mereka senangi. Ada yang ahli membuat ramen. Sampai detil-detilnya, mereka paham betul. Jadi, tidak jarang ada toko atau warung ramen yang usianya melebihi 100 tahun, diturunkan dari generasi ke generasi. ๐ฟ๐ธ
Ada juga yang ahli membuat pisau. Mereka mencurahkan seluruh tenaga dan semangatnya untuk hanya membuat pisau. Bagi mereka, tidak hanya, tapi segalanya. Mereka mencari bahan-bahan terbaik dari tempat-tempat terbaik. Membuatnya dengan detil, sepenuh hati juga. Sederhana memang, hanya membuat pisau. Tapi bagi mereka, itulah kehidupan mereka. Gagangnya dipilih kualitas terbaik. Besinya, ukirannya, mereka cari yang paling berkualitas. Mereka juga tidak segan meminta pendapat jujur dari pelanggannya. Lalu, mereka perbaiki. Hebat memang. ๐๐๐ฆ
Jika ada kawannya yang lebih baik, mereka berusaha lebih baik lagi. Saling menyemangati satu sama lain.
Kita, belum tentu bisa, tapi kita bisa sedikit demi sedikit belajar dari mereka. ๐๐
Nah, prinsip ikigai tersebut saya baca di bukunya Ken Mogi, judulnya ikigai. Ke depan, kita ulas satu per satu ya.
Jaa nee.. ๐ ๐ฎโ๐




