Mutiara โ„๐Ÿฆ‹๐Ÿ€

Karena Setiap Kita Adalah Mutiara

Ia nya menjadi indah Oleh pengorbanan menjemputnya di palung samudera
juga oleh waktu yang membentuknya Seperti dirimu yang juga indah
Oleh pengorbanan yang kau baktikan Pada sesama Sungguh engkau indah
Karena engkau adalah Mutiara ^^
(by A&N)

Mutiara. Awalnya ia bukan apa-apa. Hanya butiran pasir dan debu kotor yang tak ada harganya. Waktu yang kemudian membentuknya: detik demi detik, di kedalaman samudera, dalam kegelapan cangkang makhluk-Nya. ๐Ÿ๐ŸŒธ

Dengan proses yang demikian panjang dan pelan, penuh kesabaran. Pun kemudian,
keindahannya juga tak dapat segera dinikmati begitu saja. Karena ia harus dijemput di kedalaman lautan, dikeluarkan dari rumahnya yang kokoh dan dibersihkan, disepuh dan diolah hingga menjadi perhiasan istimewa.
Sungguh sebuah proses yang panjang dan melelahkan, bahkan bukan tidak mungkin terhenti di tengah jalan.

***Mungkin engkau pernah merasa dirimu bukanlah apa-apa saat ini.
Bahkan bisa jadi lebih dari itu, engkau membenci dirimu sendiri, sebagai
manusia tak berguna, makhluk sia-sia. Begitu banyak kekurangan, begitu
banyak kesalahan dan keburukan. Apalagi ketika kau melihat orang lain yang nampak begitu sempurna dan memiliki begitu banyak kelebihan, rasanya engkau makin ingin tenggelam.

Mengapa orang lain memiliki begitu banyak
kelebihan sedang aku tak memiliki apa-apa kecuali kekurangan? Mengapa
aku buruk sedang orang lain cakep? Mengapa orang lain berhasil dan aku
selalu gagal? Mengapa orang lain kaya dan aku miskin? Serta beribu
‘mengapa’ lainnya yang akan membuat kita kecewa dan terluka, serta terpaku
pada kekurangan-kekurangan yang kita miliki.

Padahal, saya percaya, setiap kita tahu dan yakin, bahwa Allah tidak
mungkin menciptakan makhlukNya hanya dengan kekurangan saja atau
kelebihan saja. Hanya dengan mudharat saja tanpa manfaat atau sebaliknya. Pun
kita manusia, pastilah memiliki keduanya dalam porsi yang imbang. Dia
yang maha kuasa membekali manusia dengan segala kelebihan, menjadikan
setiap insan memiliki keistimewaan.

Hanya saja proses hidup yang kita
alami mungkin telah membuatnya hanya menjadi potensi terpendam, tak muncul
ke permukaan, bahkan mungkin ia, sekalipun ia pernah muncul di masa
kecil kita, kemudian terkubur oleh segala tekanan dan rintangan.

Padahal, ibarat mutiara, kita tak dapat menjadi berharga begitu saja.
Kita butuh waktu untuk membentuknya. Kita butuh proses panjang untuk
mendapatkan keindahannya. Dan proses ini, butuh ketelatenan dan kesabaran.

Ya, sesungguhnya setiap kita adalah mutiara yang memiliki pancaran
keindahan kita masing-masing, seperti apapun adanya kita pada awalnya. Kita
hanya harus menyepuhnya untuk membuatnya menjadi berharga. Dan proses
menyepuh ini, banyak cara dan jalannya.

Rintangan, hambatan, pengalaman, pembelajaran, baik oleh diri sendiri
maupun oleh orang lain, tidak akan menjadi masalah. Karena pada dasarnya
kita adalah mutiara. Kita hanya harus berusaha semaksimal kita, membuka
mata, buka telinga dan buka hati.

Hanya satu awal yang perlu kita lakukan: itikad dan keyakinan untuk
menjadi mutiara. Sungguh saya ingin menjadi mutiara, melalui berbagi dan
berbakti pada sesama.

Engkau? Menjadi mutiara seperti apa yang engkau inginkan? ^^ ๐Ÿฆ‹โ„๐Ÿž

IMG_20180728_105418_HDR
Museum Geologi di Tsukuba-shi, Ibaraki, Jepang

Hikmah dari Seorang Alim

๐Ÿ๐Ÿ’ฎ๐Ÿ€

๐Ÿฆ‹๐Ÿž๐Ÿ€ Seorang alim memang akan selalu memberikan hikmah di setiap apa pun yang dilakukannya. Pandangannya saja akan bernilai ibadah. Setiap gerak-geriknya bernilai ibadah. Berada di dekatnya saja kita akan selalu beruntung.

Kita belajar di mana saja, kapan saja, dan bagaimana pun caranya. Bahkan melalui media sosial.

๐Ÿ’ฎBerikut tweet seorang guru alim, Zaki El-qattamy. Twitter beliau: @zaki_elqattamy.๐Ÿฆ‹


“Seandainya engkau tak memperoleh apa-apa dari orang yang saleh kecuali perasaan malu untuk melakukan dosa pada saat berada di dekatnya, itupun sudah cukup sebagai sebuah keberuntungan mu berteman dengannya. ” ๐ŸŒฟโ„

Penjual madu bertanya kepada penjual cuka, “Koq dagangan mu laris manis, sedangkan dagangan ku gak laku?”
Si penjual cuka menjawab, “Aku jualan cuka dengan ucapan semanis madu, sedangkan kamu jualan madu dengan ucapan seasam cuka”
Islam itu manis, sampaikan dgn bahasa yg manis! ๐Ÿฆ‹๐Ÿ’ฎ

Pahala kerelaan hatimu dalam menerima pemberian Allah dgn ridha dan qana’ah sehingga kau tak tamak dgn apa yg ada di tangan org lain, lebih hebat daripada pahala kerelaan hatimu dalam mendermakan hartamu untuk orang lain.

Abdullah bin Al-Mubarak
Tarikh Dimasyqa, jilid 32, h. 463

“Wahai para malaikat, hambaKu setiap kali meminta itu dalam doanya, tak Kupenuhi permintaannya. Akan tetapi, dia tak putus asa dan enggan meminta kecuali kepada-Ku. Aku bangga padanya, maka kali ini Kukabulkan doanya.” ๐Ÿ€๐Ÿž๐ŸŒฟ

Sabarlah!
Mungkin saja kau salah satu dari yg dibanggakanNya

Cukup kah? โ„๐Ÿ’ฎ

๐ŸŒธ๐Ÿโ‡๐Ÿ€

Tak Cukupkah,,
Senandung masa yang bergolak
Terus melangkah maju
Tanpa ada yang dapat menghentikan
Hingga sampai pada saat ini
Ia terus melangkah tanpa henti

Dalam hidup ini
Banyak hal yang telah dilalui setiap insan
Namun,
Entahlah aku tak mengerti

Tak cukupkah,

waktu yang telah kita habiskan
Mengajarkan kita akan ajal yang dekat

Tak cukupkah,

pengalaman yang kita dapatkan
Menjadi guru terbaik
Yang menjadikan kita lebih dewasa

Tak cukupkah,

nikmat yang telah kita terima
Mengingatkan kita untuk bersyukur

Tak cukupkah,

keindahan semesta
Menyadarkan kita akan keagungan-Nya
Menjadi alasan kita untuk
Tetap bertasbih memujinya

Tak cukukah,

anugerah yang diberikan-Nya
Menjadi alasan kita untuk
Tetap bertahmid memuji-Nya

Tak cukupkah,

Luasnya rahmat yang dimiliki-Nya
Membuat kita tersadar
Untuk selalu bertakbir, memuja kebesaran-Nya

Tak cukupkah,
Alunan waktu yang terus berjalan tanpa henti
Harmonisasi alam yang sempurna
Dan takdir setiap insan yang berada pada kekuasaan-Nya
Menyadarkan kita untuk
Tetap berzikir, mengingat-Nya setiap waktu
Menjadikan kita tersadar
Untuk selalu menghamba pada-Nya
Untuk tetap bertahlil
Menyerahkan segalanya pada-Nya

Tak cukupkah
Tak cukupkah
Tak cukupkah semua ini membangunkan kita.

Mari terbangun. Dunia ini memang tidak kan pernah membuat kita cukup untuk keinginan dan nafsu, tapi selalu cukup untuk hidup dan mengabdi-Nya.

๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š๐Ÿž๐Ÿฆ‹

Alam itu selalu indah, kita yang sering lupa.

Seno ๐Ÿ€โ„๐Ÿ’ฎ

Berikut beberapa kata-kata menarik dari Mas Seno Gumira Ajidarma:

“Kebahagiaan adalah saat-saat sesaat yang hanya terjamin abadi dalam kenangan, sehingga hanya mereka yang mampu menghidupkan kenangan bisa mempertahankan kebahagiaan itu”

“Tidak ada sesuatu yang bisa dikatakan keindahan yang menetap, karena keindahan memang ada di mana-mana, bagi mereka yang bisa melihatnya”

“Hidup itu penuh dengan kesedihan– karena itu aku selalu mengembara”

#BukuNegeriSenja

### Itu saja.. ^^ ๐ŸŒฟ๐Ÿ€๐Ÿž

Medsos

Twitter @NUgarislucu

๐Ÿ๐Ÿž๐ŸŒฟ

Media sosial itu adalah dunia lain tempat kita berbagi kehidupan. Tapi, tidak semua aspek harus kita bagi. Kita harus pandai untuk memilah dan memilih. Kita punya privasi. Tapi ya, kadang, kita-kita sendiri yang menyebarkannya. Secara hak masing-masing, tidak salah sih. Ya, baiknya, jangan berlebihan lah.

Masing-masing jenis media sosial yang kita punya, secara tidak langsung, membentuk karakternya sendiri. FB. Instagram. Twitter. Terserah kita, mau pakai yang mana. Ketiganya juga tidak apa-apa.

Di sana, informasi tersebar dengan cepat. Entah benar atau tidak. Entah berguna atau tidak. Entah baik atau buruk. Semuanya berjalan dengan cepat. Tapi, kita masih tidak bisa mengimbanginya. Informasi yang masuk ke kepala kita dari media sosial tidak dibarengi dengan kemampuan memikirkannya. Jadi, ya, kita banyak langsung terpengaruh informasi yang baik atau buruk. Kita harus belajar menyaring dan melambatkan informasi yang diterima.

Oh iya, satu lagi. Jangan lupa, ada hal-hal yang tidak harus kita bagi dengan orang lain di medsos kita. Ada rahasia-rahasia yang baiknya tetap menjadi rahasia. ๐Ÿ’ฎ๐Ÿžโ„

Jaa ne.. ^^ โ˜˜๐Ÿ€๐Ÿฆ‹