Cantik โ‡๐Ÿž๐ŸŒธ

๐ŸŒผ Kau cantik dan merdeka. Jangan percaya jika orang lain mengatakan sebaliknya โ„

Yaa, cantik memang relatif karena masing-masing orang memiliki standar tersendiri.

Tapi yang jelas adalah kau selalu punya alasan untuk mengatakan diri sendiri cantik. ๐ŸŒฟ

Ada yang berpendapat bahwa sumber ke-cantik-an itu ada dua yaitu, cantik dari dalam dan dari luar. Keduanya penting. Cantik dari dalam standarnya adalah bagaimana kita memperlakukan orang lain dan IA. Ingat ya, bukan berarti selalu mengalah terhadap yang lainnya. Cantik dari dalam itu kita bisa bebas berbuat baik. Standarnya mirip-mirip lah, bagi setiap orang. Mereka yang di dekatnya nyaman. Ini salah satunya. Nah, cantik dari luar atau di luar, itu kriteria masing-masing orang berbeda. Dan bisa sekali untuk dibuat cantik sesuai standar orang. Tapi kan, buat apa?untuk siapa?. Kita jangan sampai terbawa dengan kriteria yang ada di masyarakat. Ini penting. ๐Ÿ˜Š

Dalam salah satu tulisannya, Prof. Ariel Heryanto menjabarkan tentang pemikiran beliau tentang cantik. Cantik itu tidak usah dikejar. Untuk apa? Untuk siapa?. Lengkapnya, bisa baca tulisan lengkap beliau di https://arielheryanto.com/2016/03/04/cantik/.

Atau ini screenshoot-nya.

๐ŸŒธ Hidupi saja kehidupanmu dengan baik. Jangan biarkan orang lain mengganggunya dengan pendapat-pendapatnya. Merdeka itu yang penting. Merdeka dalam mengatur dan menjalani kehidupan ini. ๐Ÿ๐Ÿ€

Jangan lupa kunjungi situs beliau ya. Sampai jumpa.. ^^ ๐Ÿ€โ„

3 Idiots – Scene 1 ๐Ÿ™ƒ

Lanjut review yaa.. ๐Ÿ˜ mungkin bukan review sih, tapi cerita ulang.. ๐ŸŒฟ๐Ÿ€


Nah, di awal-awal, ada kejadian menarik juga. Di asrama kampus tersebut, lumrah adanya perpeloncoan. Seperti kampus-kampus di India lainnya, mungkin. Senior menyuruh juniornya untuk melakukan banyak hal yang tidak biasa, untuk tidak mengatakan mengerjai. Mulai dari buka baju, joget tidak jelas, push up tanpa baju, akting tidak jelas dll. Bagi yang tidak mau atau tidak bisa, ya ditertawakan. Atau dihukum juga, dengan hukuman lainnya. Dua sahabat Amir khan, yaitu Raju dan Farhan (nama di film), juga ikut diperintah-perintah melakukan banyak hal.
Amir khan atau Rancho (namanya di film) ? Ia belum datang. Masih adegan pembuka. โ˜˜๐Ÿ€

Lalu, Rancho datang. Dengan wajah polos dan khasnya, Ia masuk ke lingkungan asrama. Ia lihat banyak teman-temannya dikerjai. Ia lalu dihampiri oleh salah satu seniornya. Dilihat dengan tatapan khas. Khas yang mengintimidasi. Tapi, ia tidak terpengaruh. Haha. Masih dengan tatapan dan sikap polosnya. Ia disuruh buka baju dan celananya. Ia tidak mau. Lalu, air disiramkan oleh seniornya ke celananya. Harapannya, agar dibuka. Tapi gagal.

Rancho lihat-lihat keadaan. Lalu saat seniornya lengah, ia pergi menuju kamarnya. Tutup pintu rapat-rapat, ia bawa masuk semua barangnya. ๐ŸŒฟ๐ŸŒธ

Seniornya sadar, lalu mendatangi depan kamarnya. Menggedor-gedor, agar Rancho keluar. Ia tak bergeming. Seniornya ditertawakan yang lainnya, yang ada di sana. Yang lainnya yang ada di sana adalah senior yang mengerjai dan junior (angkatan baru yang dikerjai. Digendor lagi, tapi tidak kunjung keluar. Seniornya mengancam akan mengencingi pintunya jika Rancho tidak keluar. Seniornya mulai menghitung.

Nahh, sambil menghitung, Rancho menyiapkan rencananya untuk melawan “kencing senior di depan pintu kamarnya“. Di film ini, Rancho adalah anak yang cerdas. Nanti akan diceritakan kenapa ia bisa cerdas, dan bebas. Ia siapkan kabel, ambil sendok besi. Sendok itu diikatkan oleh kabel. Lampu dimatikan. Ia tarik kabel dari rangkaian listrik yang terhubung ke lampu. Ia lalu sambungkan ke sendok tadi.

Di luar, seniornya masih menghitung. Hampir selesai. Tatapan yang lainnya semakin khawatir jika sampai didobrak. Dalam pikirannya, mungkin mereka berkata dalam hati ‘berani-beraninya melawan senior’. Hitungan hampir selesai. Ia ancam lagi Rancho agar membuka pintu. ๐Ÿž๐Ÿ

Di dalam, Rancho sudah selesai dengan rencanananya. Ia lalu mengeluarkan sendok itu, agar dikencingi seniornya. Lalu, listriknya dinyalakan.

Seniornya menepati janjinya. Kan malu jika tidak menepatinya.
Karena melihat ada sendok yang keluar dari bawah pintu, seniornya mengencingi sendok yang sudah teraliri listrik itu. Hahaa. Air adalah penghantar listrik yang baik. Bisa ditebak, seniornya tersengat listrik. Rasakan. Seniornya terjatuh.

Menang.. ^^
Rancho 1 – Seniornya dan budaya kampus 0.

๐ŸŒฟ๐Ÿ€Sebelumnya, belum ada yang pernah menang.
Rancho menjadi seperti satu-satunya burung bebas di sangkar kampus tersebut. Tak ada yang lain. Yang lain selalu tertekan. ๐ŸŒธ๐Ÿ’ฎ

Raju dan Farhan lalu membuka pintu. Ia sekamar dengan Rancho. Di dalam, Rancho ternyata sudah tertidur pulas.

Pelajaran pertama di scene pertama. All iz well. Semua akan baik-baik saja. Ada di adegan awal ini. Yang ini juga.

๐Ÿฆ‹“Seberapa besarpun masalah, yakinkan hatimu bahwa semua pasti baik baik saja, dgn begitu hatimu bisa tenang” โ„


Sudah ya, sudah panjang. Besok lanjut lagi. Jaa nee.. ๐Ÿ˜Š๐Ÿ€๐Ÿ๐ŸŒธ๐Ÿ’ฎ

Sumber gambar: pastiseru.com

3 Idiots – Film

โ˜˜๐Ÿ‚๐Ÿ

Selamat malam, yang sempat membaca. ^^

Tuliasan kali ini ialah review tentang salah satu film yang bagus. Dibintangi oleh Amir Khan dan beberapa kawannya. Tentang belajar. Seperti film-film india lainnya, ada nyanyiannya juga. Lucunya juga ada. Seriusnya juga ada. Menarik lah. Tapi ya, daripada disebut review, tulisan ini lebih hanya sekedar menulis apa yang mau ditulis tentang film ini.

Ini pendapat pribadi ya. Boleh setuju, boleh tidak. Oks…

๐Ÿ’ฎ๐Ÿ€๐Ÿ

Film ini bercerita tentang banyak hal.

Ada banyak adegan yang berkesana dalam film ini. Antara lain,
dalam sebuah scene, Amir khan tersenyum sendiri dalam kelas. Dosennya memperhatikannya. Lalu menanyakan, “Apa itu mesin? “. Ia lalu menjawab, “Mesin itu adalah hal yang memudahkan kegiatan manusia. Misalnya, resleting..” Dicontohkan juga yang lainnya. Dengan gaya khasnya, ia membuat tertawa seisi kelas. Dosen itu tidak menerima jawabannya. Lalu, ada salah satu siswa ditanya. Siswa ini hanya menghafal saja, tanpa mengerti maksudnya. Ia menyebutkan pengertian mesin, panjang lebah, seperti yang ada di buku. Dosennya lalu tersenyum, dan membenarkan.

Amir khan lalu protes, mengapa ia salah. Padahal, pada prinsipnya, kedua jawaban sama. Ternyata, sang dosen hanya menerima jawaban yang panjang lebar yang sudah ada tanpa memperhatikan pengertian yang sebenarnya. Bahasa yang sederhana tidak ia terima sebagai jawaban, padahal maksudnya sama. Berbeda sedikit saja dari buku, ia disalahkan oleh dosen tersebut.๐Ÿ€๐Ÿ‚

Dalam pendidikan, hendaknya, yang lebih dipentingkan adalah pengertian dan pemahaman tentang sesuatu. Bukan hanya hafalan saja. Hafalan hanya sebagai tahap paling bawah. Yang terpenting paham. Jika sudah hafal, lalu paham, maka ia bisa menjawab dengan jawabannya sendiri. Dengan maksud yang sama, tapi dibahasakan dengan bahasa yang lain. Lebih sederhana lebih baik. Ini yang terpenting.

Ini saja dulu untuk review pertama. Sampai jumpa. Semoga tidak bingung. ๐Ÿ˜๐Ÿ€

AHirata

๐ŸŒธ๐Ÿ๐Ÿ‚

Salah satu kata yang membekas dari karya-karya Pak Cik Andrea Hirata:

“You have to be self-motivated person”

Kau harus bisa memotivasi dirimu sendiri. Ini penting. Jika bukan kita, siapa lagi.

Lalu, kau juga harus berani menadarangi tempat yang tidak pernah kau datangi. Novel-novel beliau mengajarkan banyak sekali hal. Menikmati ketidakpastian dan menjadi pemberani menjadi salah satunya.

“Bermimpilah, Tuhan akan memegang mimpi-mimpimu”

Ahh, banyak yang lainnya juga… ^^

Pensil ๐Ÿ“

Dalam bahasa arab, pensil dikenal dengan istilah qolamurrosoosi. Benda ini merupakan alat penting dalam dunia tulis menulis. Benda lainnya adalah tempat untuk menulis. Kertas. Itu yang kita kenal sekarang. Padahal, dulu, manusia sering juga menulis di batu, di tembok gua, tulang belulang dll. Dari sejarahnya, kertas pertama kali diperkenalkan di Negara China. Dulu belum ada mungkin yang menulis pakai pensil karena belum ada. Yang dipakai adalah tinta, dengan penanya. ๐Ÿ˜

Bagi sebagian orang, pensil lebih nyaman dipakai di keseharian karena mudah dan bisa dihapus. Membuat tulisan, mencoret-coret gambar pemandangan, membuat lukisan, membuat sketsa, kegiatan ini kebanyakan diawali dengan menggunakan pensil. Koreksi kertas jawaban juga lebih enak menggunakan pensil.๐Ÿ๐Ÿ‚๐ŸŒฟ

Sekarang, pensil memiliki banyak macam. Ada yang dipakai oleh tukang bangunan, pensilnya tebal dan agak lonjong. Ada yang dipakai untuk mengerjakan tugas. Pensil yang umum dipakai biasanya ditemani oleh stip dan rautan. Ada juga sekarang pensil mekanik. Pensil mekanik itu, bisa diisi ulang. Kita tidak perlu rautan untuk menajamkannya.

Dalam film Three Idiots (3 Idiots), rektor kampus teknik di india yang dijadikan sebagai setting kejadian film tersebut selalu membanggakan pena yang diberikan oleh profesornya. Ia selalu mengatakan bahwa yang berhak menerima wasiat penanya hanya murid yang paling berprestasi di kampus tersebut. Ia selalu menceritakan kisah bahwa di luar angkasa, pena itu sangat penting. Tidak bisa digantikan dengan pensil. Pada akhir cerita pena tersebut, ia memberikan pena tersebut kepada Phunshuk Wungdu. Ia lalu menjelaskan, alasan mengapa di luar angkasa, seseorang tidak bisa menggunakan pensil. Jawabannya adalah karena jika menggunakan pensil, maka serpihan akibat goresan pensilnya ditakutkan akan mengenai mata astronotnya. ^^ ๐Ÿ˜Š๐Ÿ’ฎ๐ŸŒธ๐Ÿž

Kisah di atas hanya selingan saja. Tapi yang belum nonton 3 Idiots, cari saja filmnya. Filmnya bagus.

Pada akhirnya, pensil selalu saling melengkapi dengan pena. Hal yang tidak bisa dilakukan oleh pensil dapat dilakukan oleh pena. Pun sebaliknya. Jadi, setiap hal punya perannya masing-masing.

Kita juga sama. Tinggal kita, mau ikuti peran kita atau tidak. Pensil tidak pernah iri dengan pena. Begitu pun seharunya kita. Takdir hidup dariNya adalah yang terbaik.

๐Ÿ™‚ Jaa nee..

PEnsil copy