YANG FANA ADALAH WAKTU
Yang fana adalah waktu. Kita abadi
memungut detik demi detik,
merangkainya seperti bunga sampai pada suatu hari kita lupa untuk apa.
“Tapi, yang fana adalah waktu, bukan?” tanyamu.
Kita abadi.
Karya: Sapardi Djoko Damono
Tokoh kita kali ini adalah Prof. Sapardi Djoko Damono. Prof. Sapardi merupakan salah satu sastrawan senior yang masih dimiliki oleh Indonesia. Beliau merupakan Guru besar sastra di Universitas Indonesia. Ada banyak karya puisi dan buku yang telah beliau hasilkan. Salah satu karya yang juga dijadikan film adalah ‘Hujan Bulan Juni’. Hingga saat ini, beliau masih aktif menulis puisi. Di suatu wawancara, beliau pernah ditanya, “Puisi mana yang paling beliau sukai?”. Beliau kemudian menjawab, “Puisi yang belum aku tulis”. Pada tanggal 24 Oktober 2018 lalu, beliau menerima penghargaan Lifetime Achievement Award dari Ubud Writers & Readers Festival 2018 yang di selenggarakan di Ubud, Bali (lihat @SapardiDD). Puisi lain beliau yang terkenal adalah
AKU INGIN
“Aku ingin mencintaimu dengan sederhana,
dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu
kepada api yang menjadikannya abu..
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana,
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan
kepada hujan yang menjadikannya tiada”
Kemarin, 17 Februari, kabar duka datang dari beliau. Istri beliau, Wardiningsih binti Sungkono, meninggal dunia. Semoga amal ibadah beliau diterimaNya, dan dosa-dosa beliau diampuniNya. Amiin YRA.

Dalam setiap acara tahlilan di kuburan, kita sering mendengar bahwa setiap yang bernyawa, pasti akan mati. Kapan? Terserah padaNya yang memiliki hidup kita. Kemudian, kita pun diyakinkan bahwa surga itu benar, neraka itu benar, siksa kubur itu benar, nanti ada juga malaikat yang akan menanyakan kita. Jawaban kita akan sesuai dengan pebuatan kita selama di dunia, baik kah, atau buruk kah, tergantung kita.
Kemudian, tahlil pun ditutup dengan mengutip surat Al-Qur’an yang terjemahnya kurang lebih,
“Wahai jiwa-jiwa yang tenang, kembalilah kepada tuhanmu dengan ridho dan diridhoi, maka masuklah bersama hamba-hambaKu, dan masuklah ke surgaKu”..
Semoga kita termasuk, Amiin YRA…
Lalu, mengapa harus ada kematian?
Agar kita tahu bahwa kita sedang hidup. Agar kita sadar bahwa betapa penting kita menjalani hidup dengan baik. Agar kita sadar bahwa dunia ini hanya sementara, kelak, kita pun akan meninggalkannya. Dunia ini hanya persinggahan saja, Hidup yang sebenarnya adalah di akhirat kelak. Agar kita selalu ingat, bahwa hidup adalah untuk beribadah padaNya. Hidup ini, berharga..
Pada akhirnya,,
Kita hidup di dunia ini hanya sekali, pendek, penuh masalah, namun yakinlah, kita selalu memilikiNya..
Kita hidup hanya sekali, mari sebanyak-banyaknya menyebarkan manfaat.. 🙂